Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Devi hentikan wakil Filipina

Devi hentikan wakil Filipina

Jakarta-KoPi| Wakil PB Djarum, Devi Yunita Indah Sari sukses melangkah ke babak kedua Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Premier Li NIng Jakarta Open 2016. Ia berhasil melaju usai menghentikan wakil Filipina, Malvinne Ann Venince Alcala.

Di awal game pembuka, Devi berhasil unggul dengan skor meyakinkan 7-2. Tetapi perlahan, kesalahan beruntun membuat skor menjadi cukup ketat dan ia bahkan balik tertinggal 10-11 di interval. Usai interval, Devi terlihat berusaha untuk bisa terus memimpin perolehan angka dan akhirnya menang cukup tipis 21-17 di game pembuka ini.

“Langkah dan pergerakan lawan terlihat lambat, saya berusaha untuk membuat dia berlari di lapangan melalui penempatan bola. Tapi tadi sempat kaget juga, karena ternyata tangannya kuat, beberapa kali smash saya berhasil dia kembalikan dan saya banyak kehilangan angka di situ,” ujar Devi usai laga.

Di sepanjang game kedua, Devi terlihat lebih bisa menguasai jalannya pertandingan. Unggul 11-5 di interval, Devi sukses menutup kemenangan dengan 21-13. “Di game kedua saya berusaha untuk kembali ke pola permainan di awal game pertama. Dan strategi ini berhasil,” tambahnya.

Berhasil jegal wakil Filipina, selanjutnya Devi sudah dinanti oleh wakil Jaya Raya, Jauza Fadhila Sugiarto yang menang 21-12 dan 21-17 atas Erlina KUrnianti dari Sarwendah Badminton Club.

“Di Makassar kemarin saya kalah dua game langsung dari Jauza. Pukulannya bagus, lob serangnya juga bagus, tangannya juga kuat. untuk pertandingan besok saya harus siap capek dan jangan banyak melakukan kesalahan sendiri,” pungkasnya.

Ini akan menjadi perjumpaan kedua bagi Devi dan Jauza. Pertemuan mereka sebelumnya terjadi di Djarum Sirnas seri kedua yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Kala itu, Devi harus angkat koper di babak kedua usai dipaksa mengakui keunggulan unggulan delapan itu dengan 15-21 dan 10-21.

back to top