Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Blatter: Saya bertanggung jawab atas perubahan iklim juga?

Presiden FIFA, Sepp Blatter. (foto: AFP) Presiden FIFA, Sepp Blatter. (foto: AFP)
KoPi | Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan bahwa dia sedang dijadikan kambing hitam untuk kegagalan orang lain, secara sinis ia menunjukkan bahwa beberapa orang bahkan menyalahkannya untuk hal di luar tanggung jawabnya.

Pria berpaspor Swiss ini bulan lalu mengumumkan bahwa ia dalam waktu dekat akan mengundurkan diri dari jabatannya. Ini dikarenakan ia tidak lagi merasa memiliki dukungan penuh dari semua orang di FIFA, setelah ototitas tertinggi sepak bola itu dunia diguncang oleh skandal korupsi yang mengakibatkan penangkapan 14 orang hanya dua hari sebelum pemilihan presiden FIFA.

Blatter merasa ia telah difitnah secara tidak adil, mengingat dia belum didakwa atas kejahatan apapun, dan menegaskan bahwa ia tidak dapat bertanggung jawab atas tindakan setiap karyawan FIFA.

“Saya tidak hanya melihat segala sesuatu, saya bertanggung jawab untuk segalanya (di sepak bola), bahkan ketika timnas sepak bola wanita Inggris tampil di Piala Dunia baru-baru ini,” kata pria berusia 79 tahun itu seperti dikutip dari Reuters.

“Apakah saya bertanggung jawab atas perubahan iklim juga? Saya tidak mungkin bisa membasmi perampokan dan pembunuhan, bahkan dengan sistem pengadilan berfungsi hingga ke tingkat masyarakat. Sepakbola tidak lebih baik dari masyarakat kita,” imbuh Blatter.

“Tapi sepertinya kedengkian telah tumbuh selama bertahun-tahun. Dengki adalah perasaan menuju kecemburuan. Dan kecemburuan berakar pada cinta. Ini bisa, bagaimanapun, akan juga menjadi benci. Dan itulah yang terjadi ketika tsunami (tragedi) ini melanda kita dua hari sebelum kongres,” tandas Blatter.

Penangkapan 14 pejabat teras FIFA merupakan hasil dari penyelidikan FBI dengan dugaan korupsi mulai tahun 1991. Sementara itu pemerintah Swiss telah membuka penyelidikan mengenai terpilihnya Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2020 yang diduga mengandung unsur suap. | Aditya Wicaksana WP

back to top