Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Blatter: Saya bertanggung jawab atas perubahan iklim juga?

Presiden FIFA, Sepp Blatter. (foto: AFP) Presiden FIFA, Sepp Blatter. (foto: AFP)
KoPi | Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan bahwa dia sedang dijadikan kambing hitam untuk kegagalan orang lain, secara sinis ia menunjukkan bahwa beberapa orang bahkan menyalahkannya untuk hal di luar tanggung jawabnya.

Pria berpaspor Swiss ini bulan lalu mengumumkan bahwa ia dalam waktu dekat akan mengundurkan diri dari jabatannya. Ini dikarenakan ia tidak lagi merasa memiliki dukungan penuh dari semua orang di FIFA, setelah ototitas tertinggi sepak bola itu dunia diguncang oleh skandal korupsi yang mengakibatkan penangkapan 14 orang hanya dua hari sebelum pemilihan presiden FIFA.

Blatter merasa ia telah difitnah secara tidak adil, mengingat dia belum didakwa atas kejahatan apapun, dan menegaskan bahwa ia tidak dapat bertanggung jawab atas tindakan setiap karyawan FIFA.

“Saya tidak hanya melihat segala sesuatu, saya bertanggung jawab untuk segalanya (di sepak bola), bahkan ketika timnas sepak bola wanita Inggris tampil di Piala Dunia baru-baru ini,” kata pria berusia 79 tahun itu seperti dikutip dari Reuters.

“Apakah saya bertanggung jawab atas perubahan iklim juga? Saya tidak mungkin bisa membasmi perampokan dan pembunuhan, bahkan dengan sistem pengadilan berfungsi hingga ke tingkat masyarakat. Sepakbola tidak lebih baik dari masyarakat kita,” imbuh Blatter.

“Tapi sepertinya kedengkian telah tumbuh selama bertahun-tahun. Dengki adalah perasaan menuju kecemburuan. Dan kecemburuan berakar pada cinta. Ini bisa, bagaimanapun, akan juga menjadi benci. Dan itulah yang terjadi ketika tsunami (tragedi) ini melanda kita dua hari sebelum kongres,” tandas Blatter.

Penangkapan 14 pejabat teras FIFA merupakan hasil dari penyelidikan FBI dengan dugaan korupsi mulai tahun 1991. Sementara itu pemerintah Swiss telah membuka penyelidikan mengenai terpilihnya Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2020 yang diduga mengandung unsur suap. | Aditya Wicaksana WP

back to top