Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Blatter: Saya bertanggung jawab atas perubahan iklim juga?

Presiden FIFA, Sepp Blatter. (foto: AFP) Presiden FIFA, Sepp Blatter. (foto: AFP)
KoPi | Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan bahwa dia sedang dijadikan kambing hitam untuk kegagalan orang lain, secara sinis ia menunjukkan bahwa beberapa orang bahkan menyalahkannya untuk hal di luar tanggung jawabnya.

Pria berpaspor Swiss ini bulan lalu mengumumkan bahwa ia dalam waktu dekat akan mengundurkan diri dari jabatannya. Ini dikarenakan ia tidak lagi merasa memiliki dukungan penuh dari semua orang di FIFA, setelah ototitas tertinggi sepak bola itu dunia diguncang oleh skandal korupsi yang mengakibatkan penangkapan 14 orang hanya dua hari sebelum pemilihan presiden FIFA.

Blatter merasa ia telah difitnah secara tidak adil, mengingat dia belum didakwa atas kejahatan apapun, dan menegaskan bahwa ia tidak dapat bertanggung jawab atas tindakan setiap karyawan FIFA.

“Saya tidak hanya melihat segala sesuatu, saya bertanggung jawab untuk segalanya (di sepak bola), bahkan ketika timnas sepak bola wanita Inggris tampil di Piala Dunia baru-baru ini,” kata pria berusia 79 tahun itu seperti dikutip dari Reuters.

“Apakah saya bertanggung jawab atas perubahan iklim juga? Saya tidak mungkin bisa membasmi perampokan dan pembunuhan, bahkan dengan sistem pengadilan berfungsi hingga ke tingkat masyarakat. Sepakbola tidak lebih baik dari masyarakat kita,” imbuh Blatter.

“Tapi sepertinya kedengkian telah tumbuh selama bertahun-tahun. Dengki adalah perasaan menuju kecemburuan. Dan kecemburuan berakar pada cinta. Ini bisa, bagaimanapun, akan juga menjadi benci. Dan itulah yang terjadi ketika tsunami (tragedi) ini melanda kita dua hari sebelum kongres,” tandas Blatter.

Penangkapan 14 pejabat teras FIFA merupakan hasil dari penyelidikan FBI dengan dugaan korupsi mulai tahun 1991. Sementara itu pemerintah Swiss telah membuka penyelidikan mengenai terpilihnya Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2020 yang diduga mengandung unsur suap. | Aditya Wicaksana WP

back to top