Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Akli Fairuz meninggal setelah terkena takle dari penjaga gawang

Akli Fairuz meninggal setelah terkena takle dari penjaga gawang

KoPi, Pemain sepak bola Indonesia, Akli fairuz, meninggal setelah ditakling penjaga gawang.

Tanggal 10 Mei, Fairuz, striker Persiraja pada pertandingan Liga Premier Indonesia, tengah berusaha merebut bola saat dirinya tiba-tiba bertabrakan dengan PSAP Sigli penjaga Agus Rahman.

Peristiwa Takling yang bisa dilihat di video, terlihat mirip dengan banyak insiden sejenis yang sering terjadi di lapangan. Fairuz tak berdaya setelah insiden tersebut dan pihak timnya sangat marah hingga hampir berujung perkelahian dengan tim lawan.

Fairuz nampak baik-baik saja, dirinya duduk di bangku istirahat sambil melihat jalannya pertandingan. Setelah pertandingan usai, Fairuz meminta diantar ke rumah sakit untuk menangani beberapa cedera dalam yang dialaminya dan kandung kemihnya yang bocor, berdasarkan laporan.

Baru pada tanggal 16 Mei, Fairuz menjalani operasi dan meninggal enam hari setelah tragedy takling itu. Belum jelas apakah Rahman harus mendapat sanksi atas kejadian ini atau tidak.

(Winda Efanur FS)
Sumber: News.com.au



back to top