Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Weaving For Life Berupaya Lestarikan Tenun Indonesia

Weaving For Life Berupaya Lestarikan Tenun Indonesia

Jogja-KoPi| [Weaving For Life (WFL) bekerjasama dengan Jogja Herritage Interwalk mengadakan acara pameran kain tenun di Candi Prambabanan Sabtu ( 19/11). Selain itu diselenggarakan worskhop craft yang berkolaborasi dengan Lawe, workshop tie dye berkolaborasi dengan Kotak Kuning.

Menampilkan juga Edutrip, dimana kegiatan ini diadakan oleh WFL untuk anak anak tingkat TK, SD dan SMA.

Bediri sejak tahun 2012, Weaving For Life adalah gerakan bersama untuk mendukung kelangsungan hidup masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dalam hal pelestarian dan pengembangan kain tenun tradisional.

WFL dicetuskan pertama kali oleh Lawe dan Global EnviromentFacility-Small Grant Progame (GEF-GSP ).
Gerakan WFL sudah dilakukan di tiga wilayah yaitu, Kabupaten Timur Tengah Utara dan KabupatenTimur Tengah Selatan ( NTT ), serta Desa Sumber Arum, Yogjakarta.

Pada acara pameran kali ini, ditampilkan tiga jenis kain tenun, yaitu, Kain Tenun Oematan Raja yang berasal dari Timur Tengah Utara, motif sotis hubungan dari Timur Tengah Selatan, dan motif dari desa Sumber Arum.
Selain itu juga diperkenalkan bahan bahan yang dipakai dalam pewarnaan kain tenun dari bahan alami (tie dye). Misalnya secang, Jalawe, tingi, tegeran dan jambal.

Pengunjung yang ingin membeli produk tenun dipameran, bisa praktik langsung menggunakan alat tenun tradisional yang telah disediakan.

"Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan tenun kepada masyarakat dan memberikan pemahaman tenun kepada anak anak. Kami berharap, masyarakat akan lebih mengenal tenun dan mencintai kain tenun sehingga pasar kain tenun bisa lebih berkembang lagi", Kata Evaulia Kirana, Project Officer pameran Weaving For Life.

Salah satu penenun tradisonal dari Desa Sumber Arum, Mbok Jimah berharap bahwa dengan bimbingan dari Weaving For Life, penjualan stagen akan meningkat.

"Kami mendampingi penenun dalam hal edukasi dan memberi nilai tambah produk tenun mereka dan berkolaborasi dengan penenun sehingga hasil tenunan itu mempunyai sebuah cerita dan dapat diterima pasar,"jelas Evaulia.

back to top