Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Weaving For Life Berupaya Lestarikan Tenun Indonesia

Weaving For Life Berupaya Lestarikan Tenun Indonesia

Jogja-KoPi| [Weaving For Life (WFL) bekerjasama dengan Jogja Herritage Interwalk mengadakan acara pameran kain tenun di Candi Prambabanan Sabtu ( 19/11). Selain itu diselenggarakan worskhop craft yang berkolaborasi dengan Lawe, workshop tie dye berkolaborasi dengan Kotak Kuning.

Menampilkan juga Edutrip, dimana kegiatan ini diadakan oleh WFL untuk anak anak tingkat TK, SD dan SMA.

Bediri sejak tahun 2012, Weaving For Life adalah gerakan bersama untuk mendukung kelangsungan hidup masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dalam hal pelestarian dan pengembangan kain tenun tradisional.

WFL dicetuskan pertama kali oleh Lawe dan Global EnviromentFacility-Small Grant Progame (GEF-GSP ).
Gerakan WFL sudah dilakukan di tiga wilayah yaitu, Kabupaten Timur Tengah Utara dan KabupatenTimur Tengah Selatan ( NTT ), serta Desa Sumber Arum, Yogjakarta.

Pada acara pameran kali ini, ditampilkan tiga jenis kain tenun, yaitu, Kain Tenun Oematan Raja yang berasal dari Timur Tengah Utara, motif sotis hubungan dari Timur Tengah Selatan, dan motif dari desa Sumber Arum.
Selain itu juga diperkenalkan bahan bahan yang dipakai dalam pewarnaan kain tenun dari bahan alami (tie dye). Misalnya secang, Jalawe, tingi, tegeran dan jambal.

Pengunjung yang ingin membeli produk tenun dipameran, bisa praktik langsung menggunakan alat tenun tradisional yang telah disediakan.

"Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan tenun kepada masyarakat dan memberikan pemahaman tenun kepada anak anak. Kami berharap, masyarakat akan lebih mengenal tenun dan mencintai kain tenun sehingga pasar kain tenun bisa lebih berkembang lagi", Kata Evaulia Kirana, Project Officer pameran Weaving For Life.

Salah satu penenun tradisonal dari Desa Sumber Arum, Mbok Jimah berharap bahwa dengan bimbingan dari Weaving For Life, penjualan stagen akan meningkat.

"Kami mendampingi penenun dalam hal edukasi dan memberi nilai tambah produk tenun mereka dan berkolaborasi dengan penenun sehingga hasil tenunan itu mempunyai sebuah cerita dan dapat diterima pasar,"jelas Evaulia.

back to top