Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Wayang Kancil 'Roadshow' ke Belanda dan Inggris

Wayang Kancil 'Roadshow' ke Belanda dan Inggris

Siaran Perss

Yogya-KoPi-Rambut yang telah memutih tidak memudarkan jiwa Ki Ledjar Subroto (76) yang dipanggil akrab Mbah Ledjar untuk melestarikan dan terus berinovasi bersama si wayang kancil berlomba dengan perubahan jaman. Sentuhan tangan dinginnya memunculkan tokoh-tokoh baru ciptaannya untuk mengisi cerita wayang kancil.

"Jujur, saya merasa prihatin jika kancil selama ini diidentikan dengan sifat nakal dan licik, seperti yang popular melalui lagu Si Kancil Anak Nakal. Padahal, banyak nilai-nilai positif yang sebenarnya bisa didapat dari tingkah laku Si Kancil," ujar Ki Ledjar Soebroto.


Menurut Ki Ledjar Soebroto, wayang kancil sebenarnya bisa dijadikan sarana pendidikan untuk mengenalkan nilai-nilai kehidupan dan rasa cinta pada lingkungan.  Khususnya untuk anak-anak, wayang kancil sangat efektif sebagai cara mengenalkan budaya wayang dan sarana pembelajaran untuk menanamkan nilai budi pekerti kepada anak-anak.


Dan hampir 30 tahun Ki Ledjar Soebroto tanpa pernah kenal lelah terus berjuang mementaskan wayang kancil sebagai sarana mengakrabkan anak-anak agar cinta dengan wayang. Upaya yang dilakukannya tidak mendapat dukungan maksimal dari istansi pemerintah yang terkait dengan pendidikan, malah justru upaya Ledjar bergelut dalam menggali dan mempertahankan wayang kancil, apresiasi justru datang dari negara lain. Wayang kancilnya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga asing.


19 Mei 2014 Ki Ledjar Soebroto bersama salah satu cucunya, Ananta Wicaksana (29), bakal melakukan tour ke beberapa kota di Belanda dan Inggris untuk mementaskan wayang kancil. Koleksi wayang kancil Ki Ledjar Soebroto akan dipamerkan di Stichting Atrium Balaikota Den Haag. Pameran yang bakal dilangsungkan 23 Mei hingga 14 Juni 2014 atas undangan langsung dari Walikota Den Haag.  Bahkan secara khusus, Ki Ledjar Soebroto diminta membuatkan wayang burung bangau, hewan yang menjadi aikon kota Den Haag.


"Nanti Wayang Bangau itu akan diserahkan langsung kepada Walikota Den Haag saat pembukaan pameran di Atrium Balaikota Den Haag," ujar Ananto Wicaksana.


Pada 16 Mei 20145, Bank Wayang Project Foundation di Belanda menghadirkan Mbah Lejar jadi pembicara seminar untuk membicarakan wayang-wayang yang tersimpan Eropa. Dalam kesempatan ini mBah Lejar juga akan meresmikan website tentang koleksi wayang-wayang kuno yang ada di Eropa. Tidak hanya itu saja, Ki Ledjar Soebroto juga bakal menggelar workshop dan pentas awayng kancil di Festival Tong-Tong yang digelar Den Haag 29 Mei sampe 5 Juni 2014.

Agenda berikutanya 26 Juni - 15 Juli melawat ke Inggris. Kehadiran Ki Lejdar Soebroto di Inggris ini atas undangan panitya Beferlly Puppet Festival, dikota Beferlly, Inggris. Workshop dan pentas dilakukan mbah Ledjar. Dilanjutkan ikuti program2 workshop wayang kancil disekolah kota London. Di British Museum Mbah Lejar akan menggelar workshop wayang kancil. Kegiatan disambung ke Horniman Museum untuk melakukan pentas dan workshop wayang kancil.


Hingga Maret-Mei 2014 telah mempersiapkan untuk lawatannya ke Eropa kali ini. Rencana ada 90 wayang kancil yang bakal diboyong ke Belanda dan Inggris, untuk keperluan pentas disana.


Wajar jika Ledjar tidak habis pikir bagaimana negara lain begitu menghargai budaya bangsa Indonesia. Di negeri sendiri, wayang kancil justru terabaikan.


"Selama ini pemerintah disini hanya sekedar tahu, tetapi ya hanya sampai di situ saja," kata Ledjar bernada gelisah.



Salam Budaya


Ananto Wicaksana
081328273994

back to top