Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Wayang Kancil 'Roadshow' ke Belanda dan Inggris

Wayang Kancil 'Roadshow' ke Belanda dan Inggris

Siaran Perss

Yogya-KoPi-Rambut yang telah memutih tidak memudarkan jiwa Ki Ledjar Subroto (76) yang dipanggil akrab Mbah Ledjar untuk melestarikan dan terus berinovasi bersama si wayang kancil berlomba dengan perubahan jaman. Sentuhan tangan dinginnya memunculkan tokoh-tokoh baru ciptaannya untuk mengisi cerita wayang kancil.

"Jujur, saya merasa prihatin jika kancil selama ini diidentikan dengan sifat nakal dan licik, seperti yang popular melalui lagu Si Kancil Anak Nakal. Padahal, banyak nilai-nilai positif yang sebenarnya bisa didapat dari tingkah laku Si Kancil," ujar Ki Ledjar Soebroto.


Menurut Ki Ledjar Soebroto, wayang kancil sebenarnya bisa dijadikan sarana pendidikan untuk mengenalkan nilai-nilai kehidupan dan rasa cinta pada lingkungan.  Khususnya untuk anak-anak, wayang kancil sangat efektif sebagai cara mengenalkan budaya wayang dan sarana pembelajaran untuk menanamkan nilai budi pekerti kepada anak-anak.


Dan hampir 30 tahun Ki Ledjar Soebroto tanpa pernah kenal lelah terus berjuang mementaskan wayang kancil sebagai sarana mengakrabkan anak-anak agar cinta dengan wayang. Upaya yang dilakukannya tidak mendapat dukungan maksimal dari istansi pemerintah yang terkait dengan pendidikan, malah justru upaya Ledjar bergelut dalam menggali dan mempertahankan wayang kancil, apresiasi justru datang dari negara lain. Wayang kancilnya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga asing.


19 Mei 2014 Ki Ledjar Soebroto bersama salah satu cucunya, Ananta Wicaksana (29), bakal melakukan tour ke beberapa kota di Belanda dan Inggris untuk mementaskan wayang kancil. Koleksi wayang kancil Ki Ledjar Soebroto akan dipamerkan di Stichting Atrium Balaikota Den Haag. Pameran yang bakal dilangsungkan 23 Mei hingga 14 Juni 2014 atas undangan langsung dari Walikota Den Haag.  Bahkan secara khusus, Ki Ledjar Soebroto diminta membuatkan wayang burung bangau, hewan yang menjadi aikon kota Den Haag.


"Nanti Wayang Bangau itu akan diserahkan langsung kepada Walikota Den Haag saat pembukaan pameran di Atrium Balaikota Den Haag," ujar Ananto Wicaksana.


Pada 16 Mei 20145, Bank Wayang Project Foundation di Belanda menghadirkan Mbah Lejar jadi pembicara seminar untuk membicarakan wayang-wayang yang tersimpan Eropa. Dalam kesempatan ini mBah Lejar juga akan meresmikan website tentang koleksi wayang-wayang kuno yang ada di Eropa. Tidak hanya itu saja, Ki Ledjar Soebroto juga bakal menggelar workshop dan pentas awayng kancil di Festival Tong-Tong yang digelar Den Haag 29 Mei sampe 5 Juni 2014.

Agenda berikutanya 26 Juni - 15 Juli melawat ke Inggris. Kehadiran Ki Lejdar Soebroto di Inggris ini atas undangan panitya Beferlly Puppet Festival, dikota Beferlly, Inggris. Workshop dan pentas dilakukan mbah Ledjar. Dilanjutkan ikuti program2 workshop wayang kancil disekolah kota London. Di British Museum Mbah Lejar akan menggelar workshop wayang kancil. Kegiatan disambung ke Horniman Museum untuk melakukan pentas dan workshop wayang kancil.


Hingga Maret-Mei 2014 telah mempersiapkan untuk lawatannya ke Eropa kali ini. Rencana ada 90 wayang kancil yang bakal diboyong ke Belanda dan Inggris, untuk keperluan pentas disana.


Wajar jika Ledjar tidak habis pikir bagaimana negara lain begitu menghargai budaya bangsa Indonesia. Di negeri sendiri, wayang kancil justru terabaikan.


"Selama ini pemerintah disini hanya sekedar tahu, tetapi ya hanya sampai di situ saja," kata Ledjar bernada gelisah.



Salam Budaya


Ananto Wicaksana
081328273994

back to top