Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Teater Suluh,"Kami bunuh mereka"

Teater Suluh,"Kami bunuh mereka"
Jogjakarta-KoPi| Teater Suluh dari Social Movements Institute (SMI) mementaskan drama "Kami Bunuh Mereka" di Gelanggang UIN Sunan Kalijaga pukul 19.00 WIB.
 
Teater menampilkan tokoh militer yang melakukan kekerasan kepada mahasiswaa, menyiksa para wanita dan menyerang para aktivis HAM. Secara surealis juga dimunculkan tokoh Marsinah.
 
Menurut Staf Manager Janeska Mahardika menjelaskan pementasan teater ini menggambarkan rekonstruksi pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.
 
Pentas teater ini mengkritik tindakan represif militer. Para militer yang dianggap melakukan penindasan terhadap masyarakat sipil. Seperti pembunuhan 1965, yang menewaskan 2 juta manusia tanpa peradilan. Hingga kasus kekerasan terhadap masyarakat Papua yang hangat sekarang ini.
 
Pentas "Kami Bunuh Mereka" dari kisah tragis pelanggaran HAM di Indonesia yang tidak dituntaskan permasalahannya. Seperti Kasus Munir dan Marsinah.
 
"Teater ini semangat menolak lupa masalah HAM, Marsinah hanya menuntut kenaikan upah seribu rupiah mahkotanya dirobek-robek oleh aparat militer mayatnya dibuang ke hutan,  diselesaikan dengan pembunuhan, kita  menuntut penuntasan kasus HAM", papar Dika.
 
Dika menambahkan ending drama ini ketika jenderal mengakui kesalahannya. "Ayolah mengaku para penjahat HAM, kita menuntut para militer mengaku, tapi nampaknya ini hanya terjadi didrama, kayaknya, karena kegagahan militer tidak seimbang dengan tanggung jawabnya.
 
Drama "Kami Bunuh Mereka" skenario Eko Prasetyo dengan arahan sutradara Noerdan Sisworo. |Winda Efanur FS|
back to top