Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Teater Suluh,"Kami bunuh mereka"

Teater Suluh,"Kami bunuh mereka"
Jogjakarta-KoPi| Teater Suluh dari Social Movements Institute (SMI) mementaskan drama "Kami Bunuh Mereka" di Gelanggang UIN Sunan Kalijaga pukul 19.00 WIB.
 
Teater menampilkan tokoh militer yang melakukan kekerasan kepada mahasiswaa, menyiksa para wanita dan menyerang para aktivis HAM. Secara surealis juga dimunculkan tokoh Marsinah.
 
Menurut Staf Manager Janeska Mahardika menjelaskan pementasan teater ini menggambarkan rekonstruksi pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.
 
Pentas teater ini mengkritik tindakan represif militer. Para militer yang dianggap melakukan penindasan terhadap masyarakat sipil. Seperti pembunuhan 1965, yang menewaskan 2 juta manusia tanpa peradilan. Hingga kasus kekerasan terhadap masyarakat Papua yang hangat sekarang ini.
 
Pentas "Kami Bunuh Mereka" dari kisah tragis pelanggaran HAM di Indonesia yang tidak dituntaskan permasalahannya. Seperti Kasus Munir dan Marsinah.
 
"Teater ini semangat menolak lupa masalah HAM, Marsinah hanya menuntut kenaikan upah seribu rupiah mahkotanya dirobek-robek oleh aparat militer mayatnya dibuang ke hutan,  diselesaikan dengan pembunuhan, kita  menuntut penuntasan kasus HAM", papar Dika.
 
Dika menambahkan ending drama ini ketika jenderal mengakui kesalahannya. "Ayolah mengaku para penjahat HAM, kita menuntut para militer mengaku, tapi nampaknya ini hanya terjadi didrama, kayaknya, karena kegagahan militer tidak seimbang dengan tanggung jawabnya.
 
Drama "Kami Bunuh Mereka" skenario Eko Prasetyo dengan arahan sutradara Noerdan Sisworo. |Winda Efanur FS|
back to top