Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Surat Terbuka Titarubi untuk Hasan Basri Ketua Lesbumi

Surat  Terbuka Titarubi untuk Hasan Basri Ketua Lesbumi

Kepada Yth: 

 

Hasan Basri

(Ketua Lesbumi Yogyakarta)

Muhammad Al Fayyadl dan A. Syatori

(Komite Nasional FNKSDA)

 

Dengan hormat,

 

Berkaitan dengan ajakan lembaga yang saudara pimpin untuk memboikot ArtJog, saya Titarubi, seniman peserta ArtJog 2016 menyatakan menolak ajakan ini dengan pertimbangan antara lain:

 

1. Ajakan memboikot ArtJog adalah sama dengan memboikot karya dan gagasan saya sendiri. Sebab saya sudah mengerjakannya dengan bekerja sangat keras dari berpikir hingga membangunnya demi bisa mempertemukan gagasan karya pada publik di ArtJog ini, sebab karya saya adalah site-specific project yakni dibuat khusus bagi tempatnya sekarang hingga mustahil bagi saya untuk melakukan pemboikotan yang disarankan.

 

Itu seperti saya harus memboikot diri sendiri atau membredel karya saya sendiri. Jika karya sering diumpamakan seperti anak kandung, maka tak mungkin saya membunuhnya. Saya juga tidak cukup punya alasan untuk tidak konsisten atas apa yang selama ini saya perjuangkan belasan atau lebih dari 20 tahunan yakni: anti-pembredelan.

 

2. Artjog adalah juga lapangan pekerjaan dan pendapatan bagi banyak orang, maka mustahil saya bisa menyebut diri saya memperjuangkan kemanusiaan dengan membuat petaka bagi manusia lainnya seperti pemutusan hubungan kerja atau upah yang tidak bisa dibayar. Saya tidak akan melakukan atau meminjamkan tangan saya pada siapapun untuk melakukan perbuatan semacam itu.

 

Memanusiakan manusia lain secara simbolis dengan melakukan kekejaman secara nyata. Memboikot Artjog tidak ada artinya secara langsung kepada tegaknya kemanusiaan di tanah Papua selain citra solidaritas, tetapi dengan menghilangkan pekerjaan bagi banyak orang artinya membuat penderitaan secara langsung oleh diri saya sendiri kepada manusia lainnya yang tak bersalah, menurut saya itu perbuatan keji.

 

Dua pertimbangan di atas tadi cukup bagi saya untuk menolak ajakan boikot yang disarankan walaupun saya sepakat pada perjuangan teman-teman dalam memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan dan saya sangat mendukung hal itu. Saya sedang memikirkan caranya yang tidak bertentangan dengan nurani dan prinsip hidup saya.

 

Saya sudah melayangkan protes secara pribadi kepada panitia dan panitia sudah meminta maaf melalui surat kepada tiap-tiap seniman peserta. Saya mengerti dan menerima permintaan maafnya.

 

Saya mendukung ArtJog dan tidak mendukung Freeport.

 

Dan untuk itu saya akan melakukan perlawanan dengan selemah-lemahnya iman, yakni menolak menggunakan wifi gratis yang disediakan oleh Freeport di lokasi Art Jog.

 

Semoga pertimbangan saya di atas tadi bisa diterima oleh teman-teman semua.

 

Bersama ini saya juga menyampaikan protes atas kalimat yang tidak benar dan berlebihan untuk dicabut dan membuat surat permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh seniman Jogja yang tidak dimaksud disasar oleh pernyataan:

 

"selama ini tidak sedikit seniman Yogyakarta yang menganggap berintim ria dengan perusahaan predator semacam Freeport sebagai praktik berkesenian yang mulia dan beradab."

 

Jumlah seniman di Jogja mencapai ribuan, tidak sedikit dalam kalimat di atas pasti jumlahnya banyak, dan jika ini tidak benar harus dikoreksi. Saya rasa fitnah bukan bagian dari tujuan untuk memuliakan kemanusiaan.

 

Melalui surat ini saya juga menyarankan tindakan yang lebih jelas dan tepat seperti yang dimaksud tanpa menimbulkan korban manusia lain yang tidak bersalah, maka menurut saya daripada memboikot ArtJog sebaiknya menyerukan untuk memboikot Freeport. #BoikotFreeport

back to top