Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sudjiwo Tejo: manggil "Pak" bikin jadi bangsa kuli

Sudjiwo Tejo: manggil "Pak" bikin jadi bangsa kuli

KoPi- Sudjiwo Tejo kembali membuat sebuah pernyataan kritik kontroversial dengan menyebut Bangsa Indonesia sebagai 'Bangsa Kuli'. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun twitter miliknya pada 14 November 2014.

“Apa Ahok minta dipanggil "Pak". Kok orang2 mulai manggil "Pak". Gini2 ini yg bikin bangsamu bangsa kuli, ndak pernah sejajar dgn pejabatnya”.

Hal ini di ungkapkan karena melihat kenyataan bahwa masyarakat mulai memanggil Ahok dengan sebutan “Bapak” setelah dirinya menjabat sebagai Gubernur Jakarta.

“Kalau ud dari dulu kita manggil Pak Ahok sih ndak papa…Jangan setelah jd gubernur kita panggil "Pak"… Hancur keakraban itu…” seperti yang tertulis di twitter miliknya.

Sudjiwo Tejo juga membuat perbandingan masyarakat Indonesia saat ini dengan salah satu tokoh perwayangan, Bima. Sudjiwo Tejo mengatakan bahwa Bima memandang semua orang itu sama kedudukannya, baik yang berpangkat maupun yang melarat.
Seperti yang di kutip dalam twitternya yang lainnya,

“Satu2nya tokoh wayang yg oleh leluhur Jawa dipertemukan dengan Tuhan cuma Bima ..karena Bima ngoko ke siapa pun, ndak pakai "Bapak ini itu".” (Ngoko bemakna egaliter=sederajad, Red).

back to top