Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sudjiwo Tejo: manggil "Pak" bikin jadi bangsa kuli

Sudjiwo Tejo: manggil "Pak" bikin jadi bangsa kuli

KoPi- Sudjiwo Tejo kembali membuat sebuah pernyataan kritik kontroversial dengan menyebut Bangsa Indonesia sebagai 'Bangsa Kuli'. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun twitter miliknya pada 14 November 2014.

“Apa Ahok minta dipanggil "Pak". Kok orang2 mulai manggil "Pak". Gini2 ini yg bikin bangsamu bangsa kuli, ndak pernah sejajar dgn pejabatnya”.

Hal ini di ungkapkan karena melihat kenyataan bahwa masyarakat mulai memanggil Ahok dengan sebutan “Bapak” setelah dirinya menjabat sebagai Gubernur Jakarta.

“Kalau ud dari dulu kita manggil Pak Ahok sih ndak papa…Jangan setelah jd gubernur kita panggil "Pak"… Hancur keakraban itu…” seperti yang tertulis di twitter miliknya.

Sudjiwo Tejo juga membuat perbandingan masyarakat Indonesia saat ini dengan salah satu tokoh perwayangan, Bima. Sudjiwo Tejo mengatakan bahwa Bima memandang semua orang itu sama kedudukannya, baik yang berpangkat maupun yang melarat.
Seperti yang di kutip dalam twitternya yang lainnya,

“Satu2nya tokoh wayang yg oleh leluhur Jawa dipertemukan dengan Tuhan cuma Bima ..karena Bima ngoko ke siapa pun, ndak pakai "Bapak ini itu".” (Ngoko bemakna egaliter=sederajad, Red).

back to top