Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Sudjiwo Tejo: manggil "Pak" bikin jadi bangsa kuli

Sudjiwo Tejo: manggil "Pak" bikin jadi bangsa kuli

KoPi- Sudjiwo Tejo kembali membuat sebuah pernyataan kritik kontroversial dengan menyebut Bangsa Indonesia sebagai 'Bangsa Kuli'. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun twitter miliknya pada 14 November 2014.

“Apa Ahok minta dipanggil "Pak". Kok orang2 mulai manggil "Pak". Gini2 ini yg bikin bangsamu bangsa kuli, ndak pernah sejajar dgn pejabatnya”.

Hal ini di ungkapkan karena melihat kenyataan bahwa masyarakat mulai memanggil Ahok dengan sebutan “Bapak” setelah dirinya menjabat sebagai Gubernur Jakarta.

“Kalau ud dari dulu kita manggil Pak Ahok sih ndak papa…Jangan setelah jd gubernur kita panggil "Pak"… Hancur keakraban itu…” seperti yang tertulis di twitter miliknya.

Sudjiwo Tejo juga membuat perbandingan masyarakat Indonesia saat ini dengan salah satu tokoh perwayangan, Bima. Sudjiwo Tejo mengatakan bahwa Bima memandang semua orang itu sama kedudukannya, baik yang berpangkat maupun yang melarat.
Seperti yang di kutip dalam twitternya yang lainnya,

“Satu2nya tokoh wayang yg oleh leluhur Jawa dipertemukan dengan Tuhan cuma Bima ..karena Bima ngoko ke siapa pun, ndak pakai "Bapak ini itu".” (Ngoko bemakna egaliter=sederajad, Red).

back to top