Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

REDBASE Foundation Yogyakarta gelar pameran “NEGLECTED ORDINARIES”

REDBASE Foundation Yogyakarta gelar pameran “NEGLECTED ORDINARIES”

Jogja-KoPi| REDBASE Foundation Yogyakarta mempersembahkan pameran bersama bertajuk “NEGLECTED ORDINARIES” yang menampilkan karya multimedia, instalasi dan fotografi dari 8 seniman muda dan emerging yang berasal dari Bandung dan Yogyakarta.

Pameran bersama ini merupakan sebuah upaya dalam menyelidiki kebiasaan, hal-hal yang sering kita terima secara apa adanya dari waktu ke waktu sebagai praktik yang mewujud melalui pengulangan dan asimilasi dan telah kita terima sebagai norma. Upaya ini dilakukan dengan melihat secara lebih dalam sekaligus mengetengahkan elemen-elemen keseharian yang sudah lama tidak kita pertanyakan lagi.

Selain itu upaya tersebut juga dilakukan dengan mencermati isu-isu masa kini yang kian berkembang. Melalui estetika keseharian yang memunculkan berbagai kritik sosial dan budaya secara halus dalam beragam medium, pameran ini merangkai karya para seniman muda yang berasal dari dua wilayah berbeda, baik secara spasial dan konseptual. Para seniman muda ini merupakan lulusan sekolah seni dari kota Jogja dan Bandung, yang berupaya mengungkapkan beragam realitas yang dihadapi sambil menjelajahi media baru.

Dalam pameran ini, para seniman memiliki ketertarikan yang sama, yakni untuk menampilkan kejadian yang umum ditemukan sehari-hari. Kejadian sehari-hari itu disuguhkan melalui serangkaian lanskap, artefak atau bahkan pernyataan tertulis dengan medium fotografi, video dan proyeksi video, benda-benda temuan, instalasi keramik, patung dan mural anamorfis.

Yang menjadi benang merah dari karya-karya dalam pameran ini, selain memanfaatkan hal-hal yang lazim baik sebagai medium dan konsep, ialah permainan perspektif yang mengajak publik untuk berdialog, serta meminjam kaca mata artistik untuk MENGUAK hal-hal yang dianggap biasa.


“NEGLECTED ORDINARIES”
A Group Exhibition
Pembukaan: Rabu, 13 April 2016, 19.00 – 22.00 WIB
Waktu Pameran: 13 – 27 April 2016

Seniman: Akiq AW (YK), Argya Dhyaksa (BDG), Anang Saptoto (YK), Faisal Habibi (BDG), Fehung Yudha Kusuma (YK), Prilla Tania (BDG), Hendra ‘Blankon’ Priyadhani (YK), dan Muhammad Akbar (BDG)

back to top