Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

REDBASE Foundation Yogyakarta gelar pameran “NEGLECTED ORDINARIES”

REDBASE Foundation Yogyakarta gelar pameran “NEGLECTED ORDINARIES”

Jogja-KoPi| REDBASE Foundation Yogyakarta mempersembahkan pameran bersama bertajuk “NEGLECTED ORDINARIES” yang menampilkan karya multimedia, instalasi dan fotografi dari 8 seniman muda dan emerging yang berasal dari Bandung dan Yogyakarta.

Pameran bersama ini merupakan sebuah upaya dalam menyelidiki kebiasaan, hal-hal yang sering kita terima secara apa adanya dari waktu ke waktu sebagai praktik yang mewujud melalui pengulangan dan asimilasi dan telah kita terima sebagai norma. Upaya ini dilakukan dengan melihat secara lebih dalam sekaligus mengetengahkan elemen-elemen keseharian yang sudah lama tidak kita pertanyakan lagi.

Selain itu upaya tersebut juga dilakukan dengan mencermati isu-isu masa kini yang kian berkembang. Melalui estetika keseharian yang memunculkan berbagai kritik sosial dan budaya secara halus dalam beragam medium, pameran ini merangkai karya para seniman muda yang berasal dari dua wilayah berbeda, baik secara spasial dan konseptual. Para seniman muda ini merupakan lulusan sekolah seni dari kota Jogja dan Bandung, yang berupaya mengungkapkan beragam realitas yang dihadapi sambil menjelajahi media baru.

Dalam pameran ini, para seniman memiliki ketertarikan yang sama, yakni untuk menampilkan kejadian yang umum ditemukan sehari-hari. Kejadian sehari-hari itu disuguhkan melalui serangkaian lanskap, artefak atau bahkan pernyataan tertulis dengan medium fotografi, video dan proyeksi video, benda-benda temuan, instalasi keramik, patung dan mural anamorfis.

Yang menjadi benang merah dari karya-karya dalam pameran ini, selain memanfaatkan hal-hal yang lazim baik sebagai medium dan konsep, ialah permainan perspektif yang mengajak publik untuk berdialog, serta meminjam kaca mata artistik untuk MENGUAK hal-hal yang dianggap biasa.


“NEGLECTED ORDINARIES”
A Group Exhibition
Pembukaan: Rabu, 13 April 2016, 19.00 – 22.00 WIB
Waktu Pameran: 13 – 27 April 2016

Seniman: Akiq AW (YK), Argya Dhyaksa (BDG), Anang Saptoto (YK), Faisal Habibi (BDG), Fehung Yudha Kusuma (YK), Prilla Tania (BDG), Hendra ‘Blankon’ Priyadhani (YK), dan Muhammad Akbar (BDG)

back to top