Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

REDBASE Foundation Yogyakarta gelar pameran “NEGLECTED ORDINARIES”

REDBASE Foundation Yogyakarta gelar pameran “NEGLECTED ORDINARIES”

Jogja-KoPi| REDBASE Foundation Yogyakarta mempersembahkan pameran bersama bertajuk “NEGLECTED ORDINARIES” yang menampilkan karya multimedia, instalasi dan fotografi dari 8 seniman muda dan emerging yang berasal dari Bandung dan Yogyakarta.

Pameran bersama ini merupakan sebuah upaya dalam menyelidiki kebiasaan, hal-hal yang sering kita terima secara apa adanya dari waktu ke waktu sebagai praktik yang mewujud melalui pengulangan dan asimilasi dan telah kita terima sebagai norma. Upaya ini dilakukan dengan melihat secara lebih dalam sekaligus mengetengahkan elemen-elemen keseharian yang sudah lama tidak kita pertanyakan lagi.

Selain itu upaya tersebut juga dilakukan dengan mencermati isu-isu masa kini yang kian berkembang. Melalui estetika keseharian yang memunculkan berbagai kritik sosial dan budaya secara halus dalam beragam medium, pameran ini merangkai karya para seniman muda yang berasal dari dua wilayah berbeda, baik secara spasial dan konseptual. Para seniman muda ini merupakan lulusan sekolah seni dari kota Jogja dan Bandung, yang berupaya mengungkapkan beragam realitas yang dihadapi sambil menjelajahi media baru.

Dalam pameran ini, para seniman memiliki ketertarikan yang sama, yakni untuk menampilkan kejadian yang umum ditemukan sehari-hari. Kejadian sehari-hari itu disuguhkan melalui serangkaian lanskap, artefak atau bahkan pernyataan tertulis dengan medium fotografi, video dan proyeksi video, benda-benda temuan, instalasi keramik, patung dan mural anamorfis.

Yang menjadi benang merah dari karya-karya dalam pameran ini, selain memanfaatkan hal-hal yang lazim baik sebagai medium dan konsep, ialah permainan perspektif yang mengajak publik untuk berdialog, serta meminjam kaca mata artistik untuk MENGUAK hal-hal yang dianggap biasa.


“NEGLECTED ORDINARIES”
A Group Exhibition
Pembukaan: Rabu, 13 April 2016, 19.00 – 22.00 WIB
Waktu Pameran: 13 – 27 April 2016

Seniman: Akiq AW (YK), Argya Dhyaksa (BDG), Anang Saptoto (YK), Faisal Habibi (BDG), Fehung Yudha Kusuma (YK), Prilla Tania (BDG), Hendra ‘Blankon’ Priyadhani (YK), dan Muhammad Akbar (BDG)

back to top