Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Promotor JogjaRockarto Anas Syahrul Alimi kecewa dengan Akeorlog Indonesia

Promotor JogjaRockarto Anas Syahrul Alimi kecewa dengan Akeorlog Indonesia

Jogja-KoPi|CEO Rajawali Communication ,Promotor tunggal acara JogjaROCKarta,Anas Syahrul Alimi geram akibat berbagai perlakuan yang diterimanya saat menggelar acara dua harian tersebut.

 

Pada gelaran hari terakhir Konser Dream Theater itu,Ia pun kembali mengungkit terkait masalah protes dari kalangan Arkeolog yang dirasa janggal. Dan juga ketidak jelasan regulasi yang membuat pihaknya harus hengkang dari lokasi konser Candi Prambanan ke Stadion Kridosono.

"Protesnya Ikatan Arkeologi Indonesia (IAI) adalah sebuah bukti ketidakjelasan ketidak singkronan antara pembuatan izin dan forumnya dalam hal ini arkeolog, inilah yang membuat sistem investasi kita mengkhawatirkan,"katanya saat jumpa pers di sela-sela gelaran JogjaROCKarta, Sabtu (30/9)

Ia pun mempermasalahkan terkait dengan pelayangan protes IAI yang terkesan sangat mepet dan tak masuk akal. Pasalnya ,menurut Anas,IAI ini seharusnya sudah melayangkan keberatannya sejak dua minggu sebelum gelaran.

"Ada waktu dua minggu dan IAI pun ada disana,kenapa nggak ngomong dari berhari-hari sebelumnya,"tuturnya.

Mengenai desibel dan konser yang dapat merusak candi. Menurut Anas, desibel dan suara yang merusak itu informasi yang tak masuk akal. Karena,perhitungan batas ambang minimal 60 ini,merupakan suara yang biasa dihasilkan orang saat berbicara.

Tak hanya itu ia juga menyayangkan kepada sikap Dirjen kebudayaan yang lembek menangani pihaknya. Ia menekan Dirjen harus memperjelas siapa saja yang boleh berkonser di Candi Prambanan,pasalnya sudah tak terhitung banyak acara digelar dibawah Situs bersejarah tersebut.

"Direktorat kebudayaan terkait ada tidaknya konser. Kalau nggak boleh ada konser karena merusak candi, ya udah sekalian aja nggak boleh ada event-event di Candi,"jelasnya.

Anas pun mengungkapka situs Candi Prambanan ini mempunyai daya tarik tersendiri agar Artis -artis Internasional dapat terlirik ke Jogja. Tujuannya agar mereka dapat menggelar acara dan dapat meningkatkan kepariwisataan DIY.

Oleh karena ia sangat menyayangkan niat baiknya ini ditolak mentah-mentah oleh ahli dan pemerintah yang tak melihat masalah ini.

"Maksud baik kita adalah membantu meningkatkan pariwisata DIY,ternyata tidak disupport maksimal . Sehingga ketika mendatangkan artis internaional,kita sebagai promotor jadi khawatir,"ujarnya.

Lebih lanjut,ia pun mengutarakan banyak lokasi bersejarah lainnya digunakan sebagai lokasi konser. Seperti di Pompey, beberapa kali konser besar digelar disana namun kondisi situs bersejarah tersebut masih berdiri kokoh.

"Luar negeri banyak spot-spot bersejarah yang lebih tua dibandingkan Candi Prambanan menjadi lokasi konser rock. Pompey contohnya,mereka menggelar konser menarik massanya hingga 30 ribu penonton. Alhasil,situs tersebut tidak rusak dan masih berdiri,"tandasnya

back to top