Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Potret pahlawan muda Pakistan

Potret pahlawan muda Pakistan

KoPi, Sebuah lukisan cat air berisi potret pelajar perempuan sekaligus aktivis Pakistan, Malala Yousafzai, terjual dengan harga $82,000 dalam sebuah pelelangan di New York.

Yousafzai, seorang gadis berusia 16 tahun ini ditembak di bagian kepala pada tahun 2012 oleh Taliban karena dirinya mengkampanyekan pendidikan untuk anak-anak perempuan.


Lukisan berisi potret dirinya yang dibuat oleh seniman Inggris, Jonathan Yeo, asalnya dipajang di National Portrait Gallery di London tahun lalu. Lukisan ini kemudian terjual dengan harga yang amat fantastis melalui proses pelelangan. Jumlah pendapatan penjualan dengan total $102,500 (termasuk premi pembeli) akan diserahkan kepada Malala Fund.


Sang seniman, Jonathan Yeo, menyatakan bahwa dirinya membuat lukisan tersebut untuk memotret dikotomi yang amat luar biasa dari seseorang yang masih muda namun memiliki kebijaksanaan dan kekuatan yang amat hebat.


Lebih lanjut, Yeo menyatakn bahwa dirinya menggambar seorang pelajar yang tengah mengerjakan pekerjaan rumah untuk merefleksikan ironi bahwa “hal sederhana yang ia lakukan setiap hari adalah hal yang mendorong terjadinya perubahan besar  dalam hidup yang hampir membunuh dirinya”.


Pihak Malala Fund menyatakan bahwa hasil penjualan karya Yoe tersebut akan didonasikan untuk amal Nigeria khususnya untuk pendidikan dan advokasi perempuan dan remaja ditengah munculnya penculikan lebih dari 250 remaja putri oleh kelompok militan Nigeria, Boko Haram.


Ternyata, Malala sungguh senang karena potret dirinya laku dengan harga tinggi di pelelangan tersebut. Dirinya juga menyatakan bahwa kedermawanan pembeli tersebut membuat Malala Fund dapat membantu mereka yang tengah berjuang di Nigeria untuk mendukung pendidikan bagi perempuan dan remaja putri.


(Ana Puspita)
Sumber: BBC.com




back to top