Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Potret pahlawan muda Pakistan

Potret pahlawan muda Pakistan

KoPi, Sebuah lukisan cat air berisi potret pelajar perempuan sekaligus aktivis Pakistan, Malala Yousafzai, terjual dengan harga $82,000 dalam sebuah pelelangan di New York.

Yousafzai, seorang gadis berusia 16 tahun ini ditembak di bagian kepala pada tahun 2012 oleh Taliban karena dirinya mengkampanyekan pendidikan untuk anak-anak perempuan.


Lukisan berisi potret dirinya yang dibuat oleh seniman Inggris, Jonathan Yeo, asalnya dipajang di National Portrait Gallery di London tahun lalu. Lukisan ini kemudian terjual dengan harga yang amat fantastis melalui proses pelelangan. Jumlah pendapatan penjualan dengan total $102,500 (termasuk premi pembeli) akan diserahkan kepada Malala Fund.


Sang seniman, Jonathan Yeo, menyatakan bahwa dirinya membuat lukisan tersebut untuk memotret dikotomi yang amat luar biasa dari seseorang yang masih muda namun memiliki kebijaksanaan dan kekuatan yang amat hebat.


Lebih lanjut, Yeo menyatakn bahwa dirinya menggambar seorang pelajar yang tengah mengerjakan pekerjaan rumah untuk merefleksikan ironi bahwa “hal sederhana yang ia lakukan setiap hari adalah hal yang mendorong terjadinya perubahan besar  dalam hidup yang hampir membunuh dirinya”.


Pihak Malala Fund menyatakan bahwa hasil penjualan karya Yoe tersebut akan didonasikan untuk amal Nigeria khususnya untuk pendidikan dan advokasi perempuan dan remaja ditengah munculnya penculikan lebih dari 250 remaja putri oleh kelompok militan Nigeria, Boko Haram.


Ternyata, Malala sungguh senang karena potret dirinya laku dengan harga tinggi di pelelangan tersebut. Dirinya juga menyatakan bahwa kedermawanan pembeli tersebut membuat Malala Fund dapat membantu mereka yang tengah berjuang di Nigeria untuk mendukung pendidikan bagi perempuan dan remaja putri.


(Ana Puspita)
Sumber: BBC.com




back to top