Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pameran tunggal Ari Bayuaji di Redbase Yogyakarta

Pameran tunggal Ari Bayuaji di Redbase Yogyakarta

Bantul-KoPi| REDBASE Foundation Yogyakarta mempersembahkan sebuah pameran tunggal bertajuk “CEN.SOR” menampilkan karya instalasi, drawing, dan patung, oleh seniman Ari Bayuaji sebagai seniman residensi REDBASE FOUNDATION Yogyakarta (September – November 2016).

Ari Bayuaji adalah seniman yang tinggal dan bekerja di Canada dan Bali, dan pindah ke Canada sejak 2015. Karya-karyanya terinspirasi oleh hal-hal di sekitarnya seperti benda temuan atau benda-benda tua yang dijadikan sebagai materi kekaryaannya

Selama proses dua bulan masa residensi (September – November 2016) di Redbase Foundation Yogyakarta, Ari Bayuaji tertarik untuk menggali lebih dalam tentang sejarah perkembangan perempuan Indonesia.

Dalam proses penciptaan karyanyanya, Ari mengumpulkan perangko, buku-buku dan majalah lama yang menampilkan gambar dari perempuan-perempuan Indonesia. Ari juga menambahkan beberapa catatan yang ditulis oleh mendiang ibunya yang berprofesi sebagai instruktur aerobik selama masa hidup dewasanya.

Catatan-catatan itu berisi tentang pola dan instruksi dalam senam aerobik. Ia meyakini bahwa catatan-catatan lama dan gambar-gambar itu merupakan bagian penting dari arsip sejarah perkembangan perempuan Indonesia di dalam budaya kita.

Menurutnya, kita tinggal di dalam lingkungan masyarakat yang masih menilai perempuan dari bagaimana mereka terlihat, dan dari apa yang mereka pakai.

Melalui projek ini, Ari ingin menggambarkan salah satu aspek kecil ke dalam realitas sosial ini dengan cara membuat gambar yang kuat dari perempuan melalui patung-patung figuratif yang diberikan lapisan warna. Ia juga menggunakan material siap pakai seperti batu dan kayu sebagai medium karya menggambar dan melukis.

Pameran Tunggal, Artist in Residence Program

Pembukaan: Kamis, 11 November 2016, 16.00 WIB – 19.00 WIB
Jadwal Pameran: 12 November – 6 Desember 2016
Jam Operasional: 10.00 – 17.00 WIB
(tutup setiap hari Minggu dan hari libur nasional)

Seniman: Ari Bayuaji (CA)

back to top