Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Pameran Seni Rupa "Gerbang Wacana" akan dibuka Oei Hong Djien

Pameran Seni Rupa "Gerbang Wacana" akan dibuka Oei Hong Djien

Magelang-KoPi| Pameran seni rupa bertajuk "Gerbang Wacana" akan diselenggarakan di Eruna Gallery, Selag, Pabelan, Mungkid, Magelang. Pameran ini bertepatan dengan pembukaan Eruna Gallery 15 Mei 2016. Dalam pameran ini diikuti 31 perupa Yogyakarta dan Magelang. Pameran akan dibuka oleh dr. Oei Hong Djien, kolektor terbesar di Indonesia saat ini.

Menurut Jajang Kawentar, sekertaris acara, pameran ini diharapkan akan menjadi gerbang wacana bagi seniman dan karyanya.

"Gallery dengan apresiatornya jadi gerbangnya peluang bagi para seniman sebagai alternatif ruang guna memenuhi kebutuhan apresiasi sekaligus pewacanaan karya ke depan." Tulisnya dalam pers rilisnya.

Dalam pameran kali ini menampilkan karya seniman dari beberapa generasi. Dari Jogjakarta 25 seniman Andi Ramdani Bamboo, Jajang Kawentar, Anto Sukanto, Ristianto Cahyo Wibowo, Rojal Fikri, Enggar Pujana, M. Amrozi, Siddek Yamenea, Salim, Jatmiko Wahono, Mulyani Prapto Sarjono, Asnan, Jose Rizal, Luken Biantoro, Uret Pari, Januri, Basori, Satya Budhi, Agus Ismoyo, En Roel, Viktor Sarjono, Yulius HP, Picuk Asmara, Naima Farid, Katirin dan dari Magelang 6 Seniman diantaranya, Arif Safari, Hatmjo, Asrul Sani, Mang Yani, Yulius Iswanto dan Arif Sulaeman.

Eruna Gallery

Kehadiran ERUNA Gallery , selain sebagai ruang baru tentunya akan memberi warna baru dan kemungkinan baru. Seperti akronim dari kata ERUNA, sendiri yaitu Elegant, Romantic, Unique, Natural dan Artistic, berharap mampu menawarkan sebuah ruang pertemuan yang akan mempertemukan seniman dan karyanya dengan para apresitor yang luas.

eruna gal

Lebih luas lagi, diharapkan bisa dijadikan sebagai jembatan apresiasi dan ruang pertemuan dan yang dinamis, harmonis dan berkesinambungan.

Alasan lainnya karena ruang Alternatif bagi perupa telah berkurang sementara komunitas seni Yogyakarta kian padat, sehingga tidak pernah cukup untuk mengakomodirnya.

Dengan hadirnya Eruna Gallery menjadi ruang seni alternatif, menambah hitungan ruang seni setidaknya mengurangi kepadatan dunia seni rupa Yogyakarta.

Jajang juga menyampaikan Eruna Gallery tidak hanya akan memfasilitasi ruang bagi para perupa saja namun bagi para kriyawan, para perajin seni yang berada Magelang sekitarnya, dan Yogjakarta, serta perajin dari mana saja yang berminat mengapresiasikannya.

Eruna Gallery menerima propsal pameran, workshop seni atau diskusi pengembangan wacana yang menciptakan gairah berkesenian dan gairah pasar seni. Mendukung kesinambungan kehidupan berkesenian dan kehidupan kesenimanan yang terus menuntut regenerasi serta penyegaran gagasan-gagasan.

Eruna Gallery juga menerima konsinyasi karya seniman baik karya dua dimensi maupun tiga dimensi dari berbagai disiplinnya. Oleh karena itu dengan adanya ERUNA Gallery bisa memberikan penyegaran bagi alternatif karya para perupa dari berbagai daerah di dalam dan luar negeri.

back to top