Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pameran seni lukis: Retrospeksi

Pameran seni lukis: Retrospeksi

“Ribuan gambaran yang menakutkan serta mengerikan terlintas dalam pikiran saat ia kecewa dan tidak puas dengan dirinya sendiri. Perintahkan mereka untuk berdiri dan menunjukan diri, dan anda akan menegaskan kekuatan nalar atas imajinasi.”
– Sir Walter Scott seorang novelis dan penyair Skotlandia

Banyak orang yang percaya bahwa inteligensi semata sudah mampu menyelesaikan masalah dalam hidup kita. Hal ini akan mengarahkan pada keyakinan lain bahwa inovasi, penyelesaian masalah, produktivitas, dan komunikasi terbuka dapat ditangani dengan menggunakan otak. Akibatnya adalah jebakan inteligensi: merasa bersalah, gelisah, bingung yang akan menghantui kehidupan kita.1 Sebab logika tidak selamanya dapat menangani masalah hidup setiap saat. Sehingga hal tersebut akan berdampak pada bentuk refleksi diri berlebihan terhadap suatu kenyataan yang dihadapi pada masa lampau.

Hal itu merupakan realitas yang sering dilewati oleh semua insan manusia, tetapi perupa memiliki cara lain untuk menyiasati gejolak batin tersebut. Dengan kreativitas seniman mampu mengolah intuisi, gagasan, mimpi, fantasi dalam bentuk karya seni dan mampu mengubah rasa takut dan perasaan negatif menjadi kekuatan dalam dirinya. Hal inilah yang dipresentasikan oleh kelompok “913”. Dalam pameran yang bertajuk “Retropeksi”.

Dalam pameran ini, karya-karya yang diangkat berupa refleksi terhadap dinamika kehidupan yang terjadi pada masa lampau. Pengalaman pengalaman batin ataupun realitas di sekitarnya dikemas dalam rangkaian bahasa visual. Dengan mengangkat nuansa kedamaian, kegelisahan, dan pemberontakan yang kemudian dibahasakan dengan teknik dan karakter yang berbeda dari beberapa peserta dalam pameran ini.

Sembilan peserta yang tergabung dalam event ini, yaitu: Anjani C. Imaniar, Prima Andhi Kurniawan, Dadang Kurnia, Ahmad Idham, Rengga Julian Wicaksono, Bobby Destanto, Mario Viani, Sarah Kuswinarnigtias, Harind Ndaruwati. Pameran ini akan dilaksanakan di Galeri Biasa, 13-18 Maret 2014.
Semoga pameran ”Retrospeksi” ini memberikan dampak positif baik bagi peserta pameran maupun perkembangan seni rupa Yogyakarta.

Catatan akhir
1 James J. Mapes, diterjemahkan oleh Heri Winarno, Quantum Leap Thinking: Pedoman Lengkap Cara Berfikir (Surabaya, Ikon Teralitera, 2003), p. 24


Kurator: Matheus Sakeus
Reporter: Sar lee

back to top