Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Opera Jawa pentas pertama kali di TBY

Opera Jawa pentas pertama kali di TBY
Opera Jawa kesenian langka yang lahir dalam lingkungan Kraton Mataram, untuk pertama kali berpentas selama dua hari di Taman Budaya Yogyakarta.

Yogyakarta-KoPi - Seni Opera Jawa untuk pertama kalinya hadir di Taman Budaya Yogyakarta, jenis kesenian yang satu ini biasa dilakukan oleh abdi ndalem raja-raja, didalamnya menampilkan cerita-cerita yang bersumber dari cerita babad, sejarah dan epos Ramayana. Setiap adegan ceritanya, para pemain yang berperan sebagai tokoh harus berdialog dengan ditembangkan (dinyanyikan).  Nyanyian yang biasa digunakan adalah berjenis tembang jawa yakni jenis sekar ageng, sekar tengahan, dan sekar macapat.

Seni Opera Jawa dilakukan dari tanggal 30 september hingga 01 oktober 2014, dan dimeriahkan oleh 4 sangkar seni ternama, mereka berasal dari Yogyakarta dan Surakarta, yakni Langen Praja Pura Pakualaman, Yayasan Siswa Among Beksa, Yayasan Pamulangan Beksa Sasmonta Mardewa, dan Paguyuban ASOKA-Surakarta. Selain itu, Opera Jawa juga dimeriahkan oleh Acapela Mataraman yang dipimpin oleh sdr Pardiman.

Diah Tutuko Suryandaru selaku penanggung jawab Taman Budaya Yodyakarta dalam sambutannya mengabarkan bahwa Opera Jawa baru pertama kali pentas di Concert Hall TBY.

Sementara itu, Romo Pujaningrat seorang tokoh budayawan dan sejarawan Yogyakarta memberikan apresiaisi yang tinggi dan berharap manfaat dari acara ini.

“Acara ini sangat bermanfaat sebagai ajang pembinaan sangkar seni yang ada dan mempromosikan kepada masyarakat, bahwa kita punya kesenian Opera Jawa.” Tutur Romo Pudja Ningrat

Kisah yang diceritakan pada acara Opera jawa sangat inspiratif, menjunjung kearifan local, dan menegaskan bahwa sifat buruk dapat dikalahkan oleh sifat baik. Seperti cerita Langendriyan Damarwulan Jumeneng Nata yang dibawakan oleh Yayasan Siswa Among Beksa dan Langen Kusuma Banjaransari yang dibawakan oleh Langen Praja Pura Pakualaman Yogyakarta.

Reporter: Haerul Mustakim

back to top