Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Opera Jawa pentas pertama kali di TBY

Opera Jawa pentas pertama kali di TBY
Opera Jawa kesenian langka yang lahir dalam lingkungan Kraton Mataram, untuk pertama kali berpentas selama dua hari di Taman Budaya Yogyakarta.

Yogyakarta-KoPi - Seni Opera Jawa untuk pertama kalinya hadir di Taman Budaya Yogyakarta, jenis kesenian yang satu ini biasa dilakukan oleh abdi ndalem raja-raja, didalamnya menampilkan cerita-cerita yang bersumber dari cerita babad, sejarah dan epos Ramayana. Setiap adegan ceritanya, para pemain yang berperan sebagai tokoh harus berdialog dengan ditembangkan (dinyanyikan).  Nyanyian yang biasa digunakan adalah berjenis tembang jawa yakni jenis sekar ageng, sekar tengahan, dan sekar macapat.

Seni Opera Jawa dilakukan dari tanggal 30 september hingga 01 oktober 2014, dan dimeriahkan oleh 4 sangkar seni ternama, mereka berasal dari Yogyakarta dan Surakarta, yakni Langen Praja Pura Pakualaman, Yayasan Siswa Among Beksa, Yayasan Pamulangan Beksa Sasmonta Mardewa, dan Paguyuban ASOKA-Surakarta. Selain itu, Opera Jawa juga dimeriahkan oleh Acapela Mataraman yang dipimpin oleh sdr Pardiman.

Diah Tutuko Suryandaru selaku penanggung jawab Taman Budaya Yodyakarta dalam sambutannya mengabarkan bahwa Opera Jawa baru pertama kali pentas di Concert Hall TBY.

Sementara itu, Romo Pujaningrat seorang tokoh budayawan dan sejarawan Yogyakarta memberikan apresiaisi yang tinggi dan berharap manfaat dari acara ini.

“Acara ini sangat bermanfaat sebagai ajang pembinaan sangkar seni yang ada dan mempromosikan kepada masyarakat, bahwa kita punya kesenian Opera Jawa.” Tutur Romo Pudja Ningrat

Kisah yang diceritakan pada acara Opera jawa sangat inspiratif, menjunjung kearifan local, dan menegaskan bahwa sifat buruk dapat dikalahkan oleh sifat baik. Seperti cerita Langendriyan Damarwulan Jumeneng Nata yang dibawakan oleh Yayasan Siswa Among Beksa dan Langen Kusuma Banjaransari yang dibawakan oleh Langen Praja Pura Pakualaman Yogyakarta.

Reporter: Haerul Mustakim

back to top