Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Opera Jawa pentas pertama kali di TBY

Opera Jawa pentas pertama kali di TBY
Opera Jawa kesenian langka yang lahir dalam lingkungan Kraton Mataram, untuk pertama kali berpentas selama dua hari di Taman Budaya Yogyakarta.

Yogyakarta-KoPi - Seni Opera Jawa untuk pertama kalinya hadir di Taman Budaya Yogyakarta, jenis kesenian yang satu ini biasa dilakukan oleh abdi ndalem raja-raja, didalamnya menampilkan cerita-cerita yang bersumber dari cerita babad, sejarah dan epos Ramayana. Setiap adegan ceritanya, para pemain yang berperan sebagai tokoh harus berdialog dengan ditembangkan (dinyanyikan).  Nyanyian yang biasa digunakan adalah berjenis tembang jawa yakni jenis sekar ageng, sekar tengahan, dan sekar macapat.

Seni Opera Jawa dilakukan dari tanggal 30 september hingga 01 oktober 2014, dan dimeriahkan oleh 4 sangkar seni ternama, mereka berasal dari Yogyakarta dan Surakarta, yakni Langen Praja Pura Pakualaman, Yayasan Siswa Among Beksa, Yayasan Pamulangan Beksa Sasmonta Mardewa, dan Paguyuban ASOKA-Surakarta. Selain itu, Opera Jawa juga dimeriahkan oleh Acapela Mataraman yang dipimpin oleh sdr Pardiman.

Diah Tutuko Suryandaru selaku penanggung jawab Taman Budaya Yodyakarta dalam sambutannya mengabarkan bahwa Opera Jawa baru pertama kali pentas di Concert Hall TBY.

Sementara itu, Romo Pujaningrat seorang tokoh budayawan dan sejarawan Yogyakarta memberikan apresiaisi yang tinggi dan berharap manfaat dari acara ini.

“Acara ini sangat bermanfaat sebagai ajang pembinaan sangkar seni yang ada dan mempromosikan kepada masyarakat, bahwa kita punya kesenian Opera Jawa.” Tutur Romo Pudja Ningrat

Kisah yang diceritakan pada acara Opera jawa sangat inspiratif, menjunjung kearifan local, dan menegaskan bahwa sifat buruk dapat dikalahkan oleh sifat baik. Seperti cerita Langendriyan Damarwulan Jumeneng Nata yang dibawakan oleh Yayasan Siswa Among Beksa dan Langen Kusuma Banjaransari yang dibawakan oleh Langen Praja Pura Pakualaman Yogyakarta.

Reporter: Haerul Mustakim

back to top