Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Open Aplikasi Artjog11 dibuka awal November 2017

Open Aplikasi Artjog11 dibuka awal November 2017

Bantul-KoPi| ArtJog tahun ke 11 yang akan berangsung di Jogja Nasional Museum (JNM), 4 Mei 2018 sudah dipersiapkan sejak November 2017 ini. ArtJog membuka aplikasi par seniman di awal November ini.

 

Bambang Toko Kurator Art og mengatakan kepanitiaan ArtJog saat ini sudah menyiapkan berbagai hal baik dari konsep atau tema gelaran, persiapan pembukaan pendaftaran seniman hingga commision artist yang akan membuat penampakan di Gedung JNM tahun depan.

"Baik tema ataupun persiapan fasat (penampakan) yang akan merefleksikan tema ke tempat gelaran,kami selalu menyiapkannya sejak setahun sebelum gelaran, dan ini memang selalu kita lakukan di setiap gelaran ArtJog," katanya saat memberikan Sosialisasi ArtJog di Gedung Pendapa Sarang,Tirtonirmolo, Bantul,Kamis (2/11).

Tak hanya persiapan tema dan konsep yang dini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya ArtJog pun juga akan memulai pembukaan pendaftaran dan penjaringan untuk seniman yang ingin memamerkan karyanya di dinding Gedung JNM tahun depan. ArtJog ke 11 ini direncanakan akan digelar selama satu bulan dari tanggal 4 Mei hingga 4 Juni 2018.

Penjaringan yang dilakukan ArtJog tetap menggunakan metode lama. Pertama metode pendaftaran Aplikasi Terbuka dan kedua metode Jalur Undangan.

Rencana nya ArtJog akan membuka pendaftaran open aplikasi di awal November setelah sosialisasi digelar di hadapan seniman dan publik. Jalur Open Aplikasi rencananya juga akan ditutup pada bulan Maret tahun depan.

Kurator Bambang Toko menyatakn waktu persiapan Art Jog saat ini terbilang cukup mepet. Pasalnya ,kepanitiaan terpaksa menekan kepada semua seniman untuk dapat membuat karya mereka sesuai tema utama ArtJog 11, Enlightenment dalam waktu kurang lebih lima bulan.

"Memang agak mepet, tapi mau tidak mau harus dilakukan seniman dalam jangka waktu tertentu untuk menyiapkan karya mereka. Kenapa ini terkesan mepet, karena kami juga sebelumnya harus mengendapkan ide-idenya sebelum memutuskan tema apa yang akan digunakan di gelaran,"tuturnya.

Bambang mengimbuhkan bahwa hal yang paling mendesak dalam gelaran Art Jog adalah persiapan Fasat oleh Commision Artist. Namun demikian pihaknya sudah menemukan salah satu artis bernama Mulyana yang akan menjadi commision artist dan akan menerjemahkan tema Enlightenment ke gedung JNM tahun depan. Sementara untuk kurator ArtJog11 adalah Bambang Toko dan Ignatius Nilu.

Selama 11 tahun perjalanan Art Jog, sudah banyak menghadirkan tema variatif dan berhasil menarik minat perhatian ribuan apresian seni setiap tahunnya. Pameran yang dulunya bernama Jogja art Fair perlahan pun mengikuti perubahan zaman menjadi nama Art Jog dan menghadirkan berbagai tema besar seperti Maritime Culture (2013), Infinity Influx (2015),hingga gelaran tahun ini (2017) yang membawakan tema Changing Perspective.

Tema tahun depan sendiri akan membawa tema Besar Enlightenment dengan sub temanya Toward Diverse Future.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top