Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

Open Aplikasi Artjog11 dibuka awal November 2017

Open Aplikasi Artjog11 dibuka awal November 2017

Bantul-KoPi| ArtJog tahun ke 11 yang akan berangsung di Jogja Nasional Museum (JNM), 4 Mei 2018 sudah dipersiapkan sejak November 2017 ini. ArtJog membuka aplikasi par seniman di awal November ini.

 

Bambang Toko Kurator Art og mengatakan kepanitiaan ArtJog saat ini sudah menyiapkan berbagai hal baik dari konsep atau tema gelaran, persiapan pembukaan pendaftaran seniman hingga commision artist yang akan membuat penampakan di Gedung JNM tahun depan.

"Baik tema ataupun persiapan fasat (penampakan) yang akan merefleksikan tema ke tempat gelaran,kami selalu menyiapkannya sejak setahun sebelum gelaran, dan ini memang selalu kita lakukan di setiap gelaran ArtJog," katanya saat memberikan Sosialisasi ArtJog di Gedung Pendapa Sarang,Tirtonirmolo, Bantul,Kamis (2/11).

Tak hanya persiapan tema dan konsep yang dini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya ArtJog pun juga akan memulai pembukaan pendaftaran dan penjaringan untuk seniman yang ingin memamerkan karyanya di dinding Gedung JNM tahun depan. ArtJog ke 11 ini direncanakan akan digelar selama satu bulan dari tanggal 4 Mei hingga 4 Juni 2018.

Penjaringan yang dilakukan ArtJog tetap menggunakan metode lama. Pertama metode pendaftaran Aplikasi Terbuka dan kedua metode Jalur Undangan.

Rencana nya ArtJog akan membuka pendaftaran open aplikasi di awal November setelah sosialisasi digelar di hadapan seniman dan publik. Jalur Open Aplikasi rencananya juga akan ditutup pada bulan Maret tahun depan.

Kurator Bambang Toko menyatakn waktu persiapan Art Jog saat ini terbilang cukup mepet. Pasalnya ,kepanitiaan terpaksa menekan kepada semua seniman untuk dapat membuat karya mereka sesuai tema utama ArtJog 11, Enlightenment dalam waktu kurang lebih lima bulan.

"Memang agak mepet, tapi mau tidak mau harus dilakukan seniman dalam jangka waktu tertentu untuk menyiapkan karya mereka. Kenapa ini terkesan mepet, karena kami juga sebelumnya harus mengendapkan ide-idenya sebelum memutuskan tema apa yang akan digunakan di gelaran,"tuturnya.

Bambang mengimbuhkan bahwa hal yang paling mendesak dalam gelaran Art Jog adalah persiapan Fasat oleh Commision Artist. Namun demikian pihaknya sudah menemukan salah satu artis bernama Mulyana yang akan menjadi commision artist dan akan menerjemahkan tema Enlightenment ke gedung JNM tahun depan. Sementara untuk kurator ArtJog11 adalah Bambang Toko dan Ignatius Nilu.

Selama 11 tahun perjalanan Art Jog, sudah banyak menghadirkan tema variatif dan berhasil menarik minat perhatian ribuan apresian seni setiap tahunnya. Pameran yang dulunya bernama Jogja art Fair perlahan pun mengikuti perubahan zaman menjadi nama Art Jog dan menghadirkan berbagai tema besar seperti Maritime Culture (2013), Infinity Influx (2015),hingga gelaran tahun ini (2017) yang membawakan tema Changing Perspective.

Tema tahun depan sendiri akan membawa tema Besar Enlightenment dengan sub temanya Toward Diverse Future.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top