Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Lomba marawis di Taman Ismail marzuki

Lomba marawis di Taman Ismail marzuki

Jakarta-KoPi| Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bidang Sumber Daya Kebudayaan kembali menyelenggarakan Lomba Nasyid, Marawis, dan Qasidah Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015 pada tanggal 1-3 September 2015 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Peserta Lomba adalah Juara I, II, dan III pada pelaksanaan Lomba yang diselenggarakan oleh 6 Dinas Kebudayaan di Provinsi DKI Jakarta.

Tehnical meeting berlangsung Senin (31/8) di Taman Ismai Marzuki Jakarta Pusat. Meeting antara Juri, penyelenggara dan peserta ini bermaksud untuk mendapatkan kesepahaman.

“Nantinya diharapkan akan menghasilkan penyelenggaraan lomba sesuai dengan yang diharapkan bersama,” terang Asiantoro, Kabid. Sumber Daya Kebudayaan disela kegiatan “technical meeting” (27/08) di Gedung Serbaguna Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Jl. Kuningan Barat No. 2, Jakarta Selatan.

Lomba tahun ini menghadirkan lomba Kaligrafi Islami dengan dewan juri dari lintas profesi seperti kalangan asosiasi, praktisi, akademisi, awak media, dan artis. Hal ini diharapkan akan menghasilkan nilai yang berkualitas, karena seni budaya tradisi Islami berjalan mengikuti perkembangan zaman.

Asiantoro mengharap keragaman dewan juri ini bisa menghasilkan nilai netral sesuai realita dan juara tersaring.
"Dengan demikian, keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua,” ungkapnya

Turut hadir Rus Suharto, Kasi. Cagar Budaya, Sejarah dan Permuseuman, beserta jajarannya, Djafar, Ikatan Musik Marawis Indonesia, Yahya, Lembaga Seni Qasidah Indonesia, Ramdan, Asosiasi Nasyid Indonesia, Dewan Juri, perwakilan 6 Suku Dinas Kebudayaan di Provinsi DKI Jakarta, serta para peserta lomba.

Djafar, Ketua Ikatan Musik Marawis Indonesia, salah satu Dewan Juri mengatakan penilaian juri sama dengan di wilayah kota masing-masing.

Bedanya jumlah juri di wilayah kota 3 orang dan di provinsi 5 orang. Masing-masing juri punya penilaian, seperti dalam marawis misalnya nilai perkusi berjumlah (-50) dan (+80), vocal, harmonisasi, penghayatan sama dengan nilai perkusi, dan yang beda nilai penampilan (-50) dan (+70).

“Peserta dinilai di mulai dari assalaamu’alaikum diakhiri sampai wa’alaikumsalam dengan durasi 10 menit satu lagu sesuai lagu yang dipilih,” imbuhnya.|Aziz|

back to top