Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Lomba marawis di Taman Ismail marzuki

Lomba marawis di Taman Ismail marzuki

Jakarta-KoPi| Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bidang Sumber Daya Kebudayaan kembali menyelenggarakan Lomba Nasyid, Marawis, dan Qasidah Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015 pada tanggal 1-3 September 2015 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Peserta Lomba adalah Juara I, II, dan III pada pelaksanaan Lomba yang diselenggarakan oleh 6 Dinas Kebudayaan di Provinsi DKI Jakarta.

Tehnical meeting berlangsung Senin (31/8) di Taman Ismai Marzuki Jakarta Pusat. Meeting antara Juri, penyelenggara dan peserta ini bermaksud untuk mendapatkan kesepahaman.

“Nantinya diharapkan akan menghasilkan penyelenggaraan lomba sesuai dengan yang diharapkan bersama,” terang Asiantoro, Kabid. Sumber Daya Kebudayaan disela kegiatan “technical meeting” (27/08) di Gedung Serbaguna Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Jl. Kuningan Barat No. 2, Jakarta Selatan.

Lomba tahun ini menghadirkan lomba Kaligrafi Islami dengan dewan juri dari lintas profesi seperti kalangan asosiasi, praktisi, akademisi, awak media, dan artis. Hal ini diharapkan akan menghasilkan nilai yang berkualitas, karena seni budaya tradisi Islami berjalan mengikuti perkembangan zaman.

Asiantoro mengharap keragaman dewan juri ini bisa menghasilkan nilai netral sesuai realita dan juara tersaring.
"Dengan demikian, keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua,” ungkapnya

Turut hadir Rus Suharto, Kasi. Cagar Budaya, Sejarah dan Permuseuman, beserta jajarannya, Djafar, Ikatan Musik Marawis Indonesia, Yahya, Lembaga Seni Qasidah Indonesia, Ramdan, Asosiasi Nasyid Indonesia, Dewan Juri, perwakilan 6 Suku Dinas Kebudayaan di Provinsi DKI Jakarta, serta para peserta lomba.

Djafar, Ketua Ikatan Musik Marawis Indonesia, salah satu Dewan Juri mengatakan penilaian juri sama dengan di wilayah kota masing-masing.

Bedanya jumlah juri di wilayah kota 3 orang dan di provinsi 5 orang. Masing-masing juri punya penilaian, seperti dalam marawis misalnya nilai perkusi berjumlah (-50) dan (+80), vocal, harmonisasi, penghayatan sama dengan nilai perkusi, dan yang beda nilai penampilan (-50) dan (+70).

“Peserta dinilai di mulai dari assalaamu’alaikum diakhiri sampai wa’alaikumsalam dengan durasi 10 menit satu lagu sesuai lagu yang dipilih,” imbuhnya.|Aziz|

back to top