Menu
Gus Ipul Apresiasi Program Kepemilikan Rumah Bagi Driver Gojek

Gus Ipul Apresiasi Program Kepemili…

Surabaya-KoPi| Wakil Gu...

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama selamatkan Golkar

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama …

Sleman-KoPi| Wakil Dewa...

Siswa di Bantul diduga terjangkit Difetri

Siswa di Bantul diduga terjangkit D…

Sleman-KoPi| Satu siswa...

Peneliti mendeteksi tanah merekah di Yogyakarta

Peneliti mendeteksi tanah merekah d…

Jogja-KoPi|Dua akademisi ...

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunakan Tradisi Intelektual Pada Budaya Kerja

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunaka…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, Gus Ipul Baca “Duhai Kanjeng Nabi”

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, G…

Surabaya-KoPi| Mewujudk...

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima masukan masyarakat sebagai pribadi

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima…

Jogja-KoPi|Wakil Wali Kot...

Pemuda peduli Pemilu

Pemuda peduli Pemilu

Jogja-KoPi| Partsipasi ...

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia belum terkelola baik

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia…

Sleman-KoPi|Kepala Bada...

UMKM Foords Plaza Geldboom

UMKM Foords Plaza Geldboom

Surabaya -KoPi| Artis p...

Prev Next

Literasi Wajah Bangsa: Membangun bangsa melalui literasi

Literasi Wajah Bangsa: Membangun bangsa melalui literasi

SURABAYA - Suatu bangsa dikatakan maju jika masyarakatnya memiliki kemampuan literasi yang baik, yang tidak sekedar kemampuan melek huruf atau aksara, atau kemampuan membaca dan menulis, namun juga kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual.

Sejak mencanangkan diri sebagai kota literasi pada tahun 2014, beragam upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemampuan berliterasi dengan membangun lebih dari 1400 titik taman baca berupa perpustakaan umum, Taman Baca Masyarakat (TBM) hingga kepelosok kota, serta taman baca keliling. Pemerintah juga memastikan proses berjalannya program literasi terus diterapkan di tiap-tiap sekolah.

Dalam upaya mendukung pemerintah dalam meningkatkan ketertarikan akan karya literatur baik tulis maupun visual yang merata di masyarakat, House of Sampoerna (HoS) menggelar berbagai kegiatan yang bertemakan “Literasi Wajah Bangsa”.

Pameran “Menutur Kisah di Balik Untaian Kata” di Museum


Sejarah perkembangan aksara dan alat tulis di Indonesia ditampilkan melalui lebih dari 15 koleksi seperti aksara Pallawa yang diambil dari buku karya Kern, H terbitan tahun 1917 dengan judul Verspreide Geschriften Deel VII dan replika lontar dari karya sastra Sutasoma dari masa kerajaan Majapahit dalam bentuk aksara Bali beserta ilustrasi gambarnya.

Terdapat pula koleksi pena bulu angsa dan tempat tinta dari kuningan abad 19 yang menandakan awal masuknya tinta di Indonesia, sabak dan grip yang pernah digunakan untuk menunjang aktifitas pendidikan di Nusantara yang kemudian berkembang menggunakan buku tulis, pensil dan pena. Selain itu ada juga mesin ketik yang digunakan di Indonesia pada era tahun 1930 – 1980 dan mesin stensil tahun 1960-1970.

Pameran diselenggarakan mulai tanggal 8 Agustus – 10 September 2017 di Museum HoS, bekerjasama dengan Bentara Budaya Yogyakarta dan Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular.

Pameran Fotografi & Puisi: “Satu” di Galeri

Literasi dalam tulis dan visual akan tersaji bagai ‘Satu dalam dua, namun tetap bermakna Satu’. Demikianlah sepuluh profesional yaitu B.G Fabiola Natasha, Didik Siswantono, Haryo Suryo Kusumo, Heti Palestina Yunani, Leo Arief Budiman, Mamuk Ismuntoro, Peter Wang, Sol Amrida, Vika Wisnu, Wina Bojonegoro menerjemahkan sebuah karya foto kedalam puisi, ataupun puisi dalam karya visual yang secara unik diangkat dalam beragam media seperti kursi kanvas, lampion, boneka mannequin dan lain sebagainya, dalam pameran fotografi & puisi yang bertajuk “SATU” mulai tanggal 11 Agustus - 02 September 2017.

Kebebasan pengungkapan sebuah karya literasi dalam media yang tidak umum adalah untuk mengajak masyarakat agar turut menyuarakan pendapat mereka atas karya yang ada, maupun atas karya visual yang disajikan melalui media interaksi yang disiapkan.

Surabaya Heritage Track (SHT) – Surabaya Berliterasi

Surabaya Berliterasi mengajak tracker mengenal pertumbuhan literasi kota Surabaya melalui kisah perkembangan pendidikan di kota Surabaya sejak masa kolonial hingga paska kemerdekaan. Sejarah berdirinya perpustakaan akan pula dipekenalkan dengan berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Surabaya dan Perpustakaan Umum Taman Ekspresi.

Jadwal Tur : Jumat s.d. Minggu, 11 Agustus – 10 September 2017
Waktu : 09:00 – 10:30 WIB

Destinasi
· Perpustakaan Umum Kota Surabaya
Hingga tahun 1938 tercatat ada 608 volksbibliotheek (perpustakaan rakyat) di seluruh Jawa Timur. Volksbibliotheek adalah perpustakaan pada volkschool (sekolah rakyat) yang koleksinya dipasok oleh Volkslectuur (Balai Pustaka). Perpustakaan ini berada di bawah Departement van Onderwijs en Eredienst (Departemen Pendidikan dan Agama).

Perpustakaan Umum Kota Surabaya saat ini dibangun bersebelahan dengan kompleks Simpangsche Sociteit atau yang biasa dikenal dengan sebutan Balai Pemuda, Perpustakaan Umum Kota Surabaya dibangun atas inisiasi Walikota Surabaya untuk memfasilitasi warga dengan perpustakaan yang terletak di lokasi strategis tengah kota. Tidak hanya menyediakan beragam koleksi buku yang dapat pula dipinjam, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan fasilitas komputer untuk anak, menyelenggarakan beragam program seperti membaca cerita, bedah buku dsb.


· Perpustakaan Taman Ekspresi
Keseriusan pemerintah kota dalam mendorong masyarakat Surabaya berliterasi dapat dilihat dari fasilitas Taman Baca Masyarakat yang juga disediakan di taman-taman kota salah satunya adalah di Taman Ekspresi. Taman yang diresmikan sejak 7 Mei 2011 sebagai sarana rekreasi dan pendidikan keluarga yang terjangkau ini tidak hanya dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti sambungan internet gratis, taman bermain anak dan toilet umum, salah satu sudut Taman Ekspresi juga dilengkapi dengan pepustakaan umum dengan koleksi yang mencapai lebih dari 1000 buku.

– selesai –

Sejak berdiri di tahun 2003, House of Sampoerna (HoS), sebagai salah satu bentuk kepedulian PT HM Sampoerna Tbk. akan keberlanjutan seni dan budaya Indonesia, terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan seni, budaya, sejarah dan pariwisata melalui berbagai agenda kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai edukatif dan sosial bekerja sama dengan berbagai komunitas dan pemerintahan. Usaha keras HoS mendapat apresiasi dari Indonesia dan internasional dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan asing yang mencapai 205.490 orang di 2016, dan diraihnya berbagai penghargaan, salah satunya adalah ‘Top 10 Museum di Indonesia’ dari TripAdvisor sejak 2013 - 2016.

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Rani Anggraini
Manager Museum & Marketing
Taman Sampoerna 6
Surabaya 60163
Tel.: 031 – 353 9000
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
www.houseofsampoerna.museum

back to top