Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Karawitan Orkestra di Concert Hall TBY

Karawitan Orkestra di Concert Hall TBY

Siaran Pers

Yogya-KoPi-Sebagai salah satu upaya pelestarian dan pengembangan seni karawitan, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan melangsungkan Gelar Karawitan Orkestra pada  Jumat (9/5) mulai pukul 19.30 bertempat di Concert Hall TBY.

Pagelaran ini diikuti oleh 5 kelompok dari 5 kabupaten/kota di Yogyakarta. Kemudian, yang menjadi keunikan dari pegelaran ini, setiap kelompok dipimpin oleh 5 komposer muda asal Yogyakarta. Untuk kelompok Aji Saka dipimpin oleh Roni A Wahyudi dari Wonosari, Bergada Menoreh dipimpin Mujiyanto dari Kulon Progo dan Gumalanging Tekad dipimpin Fajar Cothiet asal Sleman. Selengkapnya Tirta Kencana dipimpin Saryanto dari Bantul dan Carajawen dipimpin Anon Suneka dari Kota Yogyakarta.

Menurut Pardiman Djojonegoro, selaku direktur produksi acara ini, saat ini masih banyak masyarakat di Yogyakarta yang sudah bisa menabuh alat kesenian karawitan dengan terampil baik dari tingkat pendidikan SMP, SMA, mahasiswa hingga orang tua. Namun, mereka msasih tidak mengetahui makna dan belum bisa menjiwai karakter dari alat yang ditabuh tersebut. Selain terampil, sejatinya penabuh kesenian karawitan harus bisa memaknai dan mengenal karakter dari alat tersebut. Hal itu dilakukan, agar mereka bisa memainkannya dengan sepenuh hati, sehingga alunan musik karawitan lebih hidup.

Pardiman menambahkan, pagelaran diikuti oleh 150 orang terdiri dari pelajar tingkat TK hingga SMA untuk menabuh dan beberapa mahasiswa
bertugas sebagai pendukung tim. Melibatkan pelajar khususnya tingkat SD dan SMP, karena pagelaran sebagai ajang pengenalan kesenian
tradisional yang mana sebagai budaya asli Indonesia.

"Saat ini Negara Indonesia banyak dimasuki budaya-budaya asing. Maka dari itu, ajang ini kita jadikan sebagai alat pelestarian budaya, agar
tidak hilang. Kemudian, pagelaran karawitan ini tidak bersifat kompetisi, tetapi saling menunjukan seberapa besar penjiwaan masing-masing tim dalam memainkan alat-alat tersebut,"papar Kepala Taman Budaya Yogyakarta Diah Tutuko Suryandaru.

"TBY melalui acara pagelaran ini berharap bisa dijadikan ajang pembelajaran dan pelestarian seni tradisional karawitan di Yogyakarta, bagi generasi muda Indonesia khususnya di Yogyakarta. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis," tandas Diah Tutuko. (*)

back to top