Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Karawitan Orkestra di Concert Hall TBY

Karawitan Orkestra di Concert Hall TBY

Siaran Pers

Yogya-KoPi-Sebagai salah satu upaya pelestarian dan pengembangan seni karawitan, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan melangsungkan Gelar Karawitan Orkestra pada  Jumat (9/5) mulai pukul 19.30 bertempat di Concert Hall TBY.

Pagelaran ini diikuti oleh 5 kelompok dari 5 kabupaten/kota di Yogyakarta. Kemudian, yang menjadi keunikan dari pegelaran ini, setiap kelompok dipimpin oleh 5 komposer muda asal Yogyakarta. Untuk kelompok Aji Saka dipimpin oleh Roni A Wahyudi dari Wonosari, Bergada Menoreh dipimpin Mujiyanto dari Kulon Progo dan Gumalanging Tekad dipimpin Fajar Cothiet asal Sleman. Selengkapnya Tirta Kencana dipimpin Saryanto dari Bantul dan Carajawen dipimpin Anon Suneka dari Kota Yogyakarta.

Menurut Pardiman Djojonegoro, selaku direktur produksi acara ini, saat ini masih banyak masyarakat di Yogyakarta yang sudah bisa menabuh alat kesenian karawitan dengan terampil baik dari tingkat pendidikan SMP, SMA, mahasiswa hingga orang tua. Namun, mereka msasih tidak mengetahui makna dan belum bisa menjiwai karakter dari alat yang ditabuh tersebut. Selain terampil, sejatinya penabuh kesenian karawitan harus bisa memaknai dan mengenal karakter dari alat tersebut. Hal itu dilakukan, agar mereka bisa memainkannya dengan sepenuh hati, sehingga alunan musik karawitan lebih hidup.

Pardiman menambahkan, pagelaran diikuti oleh 150 orang terdiri dari pelajar tingkat TK hingga SMA untuk menabuh dan beberapa mahasiswa
bertugas sebagai pendukung tim. Melibatkan pelajar khususnya tingkat SD dan SMP, karena pagelaran sebagai ajang pengenalan kesenian
tradisional yang mana sebagai budaya asli Indonesia.

"Saat ini Negara Indonesia banyak dimasuki budaya-budaya asing. Maka dari itu, ajang ini kita jadikan sebagai alat pelestarian budaya, agar
tidak hilang. Kemudian, pagelaran karawitan ini tidak bersifat kompetisi, tetapi saling menunjukan seberapa besar penjiwaan masing-masing tim dalam memainkan alat-alat tersebut,"papar Kepala Taman Budaya Yogyakarta Diah Tutuko Suryandaru.

"TBY melalui acara pagelaran ini berharap bisa dijadikan ajang pembelajaran dan pelestarian seni tradisional karawitan di Yogyakarta, bagi generasi muda Indonesia khususnya di Yogyakarta. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis," tandas Diah Tutuko. (*)

back to top