Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kemerdekaan semu

Kemerdekaan semu

Kemerdekaan merupakan hak segala bangsa yang harus disikapi dengan kemajuan serta diringi dengan kesejahteraan bangsa indonesia. Dalam Pembukaan UUD 1945 telah menjelaskan bagaimana kemerdekaan itu memiliki peran untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sudah 71 tahun Indonesia merdeka secara de jure pasca dibacakannya Proklamasi oleh founding fathers Republik Indonesia Soekarno dan Moh. Hatta. Kemerdekaan yang bukan lagi seumur jagung yang dirasakan oleh Republik ini, nampaknya belum mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia. jumlah angka kemiskinan di Indonesia mencapai 28,01 juta jiwa atau sekitar 10,86 % (BPS) angka tersebut masih tinggi untuk negara yang sudah merdeka 71 tahun. Selain kemiskinan, pendidikan yang tidak merata, serta kualitas pendidikan dan tingkat korupsi masih marak di tengah-tengah masyarakat serta menjadi asupan infrormasi setiap harinya dan terus terulang hingga saat ini.

Keprihatinan juga muncul ketika selesainya momentum demokrasi melalui pemilu merubah konstelasi politik sehingga kebijakan atau cita-cita yang diharapkan selalu berubah dengan penguasa yang terpilih. Kebijakan itulah yang membuat cita-cita kemerdekaan sulit dicapai, dengan prinsip try-error seolah tak bosan diterapkan kepada Rakyat Indonesia. akhir-akhir ini pun menjadi prihatin setalah mendengar adanya pemangkasan untuk dana Pendidikan di APBN, padahal pendidikan merupakan corong kemajuan bangsa.

Wasiat Agustus merupakan inisiasi dari anak-anak muda Banten yang memiliki semangat perubahan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Karena, proklamasi yang berbuah negara dengan hukum yang dianggap utuh, nyatanya hanya dipakai sebagai simbol formalitas untuk bersiasat agar dapat memupuk jabatan. Juga sebagai ladang subur untuk kesejahteraan pribadinya bukan kesejahteraan rakyat sebagai konstituen.

Kegiatan ini adalah momen penting bagi siapapun untuk bisa berpendapat, berekspresi dan menuangkan ide-ide visioner untuk tanah air ini. Tentu tujuannya agar kaum muda memiliki kesadaran kolektif dalam membangun Indonesia.

Sebagai wadah penyadaran, Wasiat agustus menghadirkan pembacaan monolog Bong Bale Bong, yang merupakan kritik terhadap Indonesia saat ini. Juga orasi kebangsaan dengan judul Menghidupkan Kembali Indonesia, pentas musik kebangsaan serta pertunjukan seni lokal. Disamping itu, ada juga malam ekspresi yang memberikan ruang kepada siapapun untuk berpendapat dan menuangkan kegelisahannya untuk tanah air yang kita cintai ini.

Diakhir, kita akan bersama-sama membacakan Manifesto Anak Bangsa, sebagai komitmen kita mempertahankan Indonesia. Wasiat Agustus akan memberikan sebuah pencerahan bagi Rakyat yang merindukan kejayaan. Hadiri dan ikutilah Wasiat Agustus, 20 agustus 2016 pukul 15.30 s/d selesai. Di Kandaka Graha Budaya Banten.

Kemerdekaan bukan persoalan siapa yang berkuasa, tapi seberapa besar penguasa menyejahterakan Rakyatnya. Sekali Merdeka, tetap Merdeka, dan ia membutuhkan perjuangan. |Jojon Suhendar|Hussein Fallahudin|

back to top