Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Kemerdekaan semu

Kemerdekaan semu

Kemerdekaan merupakan hak segala bangsa yang harus disikapi dengan kemajuan serta diringi dengan kesejahteraan bangsa indonesia. Dalam Pembukaan UUD 1945 telah menjelaskan bagaimana kemerdekaan itu memiliki peran untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sudah 71 tahun Indonesia merdeka secara de jure pasca dibacakannya Proklamasi oleh founding fathers Republik Indonesia Soekarno dan Moh. Hatta. Kemerdekaan yang bukan lagi seumur jagung yang dirasakan oleh Republik ini, nampaknya belum mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia. jumlah angka kemiskinan di Indonesia mencapai 28,01 juta jiwa atau sekitar 10,86 % (BPS) angka tersebut masih tinggi untuk negara yang sudah merdeka 71 tahun. Selain kemiskinan, pendidikan yang tidak merata, serta kualitas pendidikan dan tingkat korupsi masih marak di tengah-tengah masyarakat serta menjadi asupan infrormasi setiap harinya dan terus terulang hingga saat ini.

Keprihatinan juga muncul ketika selesainya momentum demokrasi melalui pemilu merubah konstelasi politik sehingga kebijakan atau cita-cita yang diharapkan selalu berubah dengan penguasa yang terpilih. Kebijakan itulah yang membuat cita-cita kemerdekaan sulit dicapai, dengan prinsip try-error seolah tak bosan diterapkan kepada Rakyat Indonesia. akhir-akhir ini pun menjadi prihatin setalah mendengar adanya pemangkasan untuk dana Pendidikan di APBN, padahal pendidikan merupakan corong kemajuan bangsa.

Wasiat Agustus merupakan inisiasi dari anak-anak muda Banten yang memiliki semangat perubahan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Karena, proklamasi yang berbuah negara dengan hukum yang dianggap utuh, nyatanya hanya dipakai sebagai simbol formalitas untuk bersiasat agar dapat memupuk jabatan. Juga sebagai ladang subur untuk kesejahteraan pribadinya bukan kesejahteraan rakyat sebagai konstituen.

Kegiatan ini adalah momen penting bagi siapapun untuk bisa berpendapat, berekspresi dan menuangkan ide-ide visioner untuk tanah air ini. Tentu tujuannya agar kaum muda memiliki kesadaran kolektif dalam membangun Indonesia.

Sebagai wadah penyadaran, Wasiat agustus menghadirkan pembacaan monolog Bong Bale Bong, yang merupakan kritik terhadap Indonesia saat ini. Juga orasi kebangsaan dengan judul Menghidupkan Kembali Indonesia, pentas musik kebangsaan serta pertunjukan seni lokal. Disamping itu, ada juga malam ekspresi yang memberikan ruang kepada siapapun untuk berpendapat dan menuangkan kegelisahannya untuk tanah air yang kita cintai ini.

Diakhir, kita akan bersama-sama membacakan Manifesto Anak Bangsa, sebagai komitmen kita mempertahankan Indonesia. Wasiat Agustus akan memberikan sebuah pencerahan bagi Rakyat yang merindukan kejayaan. Hadiri dan ikutilah Wasiat Agustus, 20 agustus 2016 pukul 15.30 s/d selesai. Di Kandaka Graha Budaya Banten.

Kemerdekaan bukan persoalan siapa yang berkuasa, tapi seberapa besar penguasa menyejahterakan Rakyatnya. Sekali Merdeka, tetap Merdeka, dan ia membutuhkan perjuangan. |Jojon Suhendar|Hussein Fallahudin|

back to top