Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Jokowi diminta bawa pulang Jenazah Sitor Situmorang

foto: tempo.co foto: tempo.co

Kopi| Beberapa sastrawan Indonesia, seperti Saut Situmorang, berharap Jokowi membawa pulang jenazah Penyair Sitor Situmorang dan menguburkanya seperti dalam pesannya sebelum meninggal. 

"Sitor Situmorang berpesan agar dikuburkan di kampung halamannya Harianboho di pinggir Danau Toba, di sebelah makam ibunya." Kata Saut Situmorang

Sebelumnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, mengumumkan bela sungkawanya dan menyebut Sitor Situmorang sebagai Soekarnois sejati.

Sitor Situmorang merupakan penyair yang tumbuh bersama angkatan'45 dan memiliki banyak jasa bagi bangsa dan negara. Ia pernah dipenjara oleh rezim Soeharto sebagai tahanan politik di tahun 1967-1974 karena loyalitasnya terhadap Soekarno. Ia pun disebut-sebut oleh A Teeuw sebagai penyair terkemuka setelah Chairil Awar.

Menurut Sosiolog Novri Susan yang juga seorang penulis puisi, pemerintah wajib memberikan perhatian penuh pada Sitor Situmorang yang memiliki jasa bagi berkembangnya kebudayaan Indonesia.

"Lepas bahwa Sitor adalah orang dekat Soekarno, Jokowi sebagai presiden pantas memberikan apresiasi pada beliau. Sitor Situmorang adalah orang-orang terdahulu yang memberikan landasan spirit kebudayaan bagi bangsa Indoensia. Kita semua berhutang pada orang-orang terdahulu." Demikian Novri Susan mengatakan. 

Berikut puisi wasiat Sitor Situmorang, Tatahan Pesan Bunda

Bila nanti ajalku tiba

Kubur abuku di tanah Toba

Di tanah danau perkasa

Terbujur di samping Bunda

 

Bila ajalku nanti tiba

Bongkah batu alam letakkan

Pengganti nisan di pusara

Tanpa ukiran tanpa hiasan

 

Kecuali pesan mahasuci

Restu Ibunda ditatah di batu

Si Anak Hilang telah kembali!

Kujemput di pangkuanku!

E Hermawan

back to top