Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jokowi diminta bawa pulang Jenazah Sitor Situmorang

foto: tempo.co foto: tempo.co

Kopi| Beberapa sastrawan Indonesia, seperti Saut Situmorang, berharap Jokowi membawa pulang jenazah Penyair Sitor Situmorang dan menguburkanya seperti dalam pesannya sebelum meninggal. 

"Sitor Situmorang berpesan agar dikuburkan di kampung halamannya Harianboho di pinggir Danau Toba, di sebelah makam ibunya." Kata Saut Situmorang

Sebelumnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, mengumumkan bela sungkawanya dan menyebut Sitor Situmorang sebagai Soekarnois sejati.

Sitor Situmorang merupakan penyair yang tumbuh bersama angkatan'45 dan memiliki banyak jasa bagi bangsa dan negara. Ia pernah dipenjara oleh rezim Soeharto sebagai tahanan politik di tahun 1967-1974 karena loyalitasnya terhadap Soekarno. Ia pun disebut-sebut oleh A Teeuw sebagai penyair terkemuka setelah Chairil Awar.

Menurut Sosiolog Novri Susan yang juga seorang penulis puisi, pemerintah wajib memberikan perhatian penuh pada Sitor Situmorang yang memiliki jasa bagi berkembangnya kebudayaan Indonesia.

"Lepas bahwa Sitor adalah orang dekat Soekarno, Jokowi sebagai presiden pantas memberikan apresiasi pada beliau. Sitor Situmorang adalah orang-orang terdahulu yang memberikan landasan spirit kebudayaan bagi bangsa Indoensia. Kita semua berhutang pada orang-orang terdahulu." Demikian Novri Susan mengatakan. 

Berikut puisi wasiat Sitor Situmorang, Tatahan Pesan Bunda

Bila nanti ajalku tiba

Kubur abuku di tanah Toba

Di tanah danau perkasa

Terbujur di samping Bunda

 

Bila ajalku nanti tiba

Bongkah batu alam letakkan

Pengganti nisan di pusara

Tanpa ukiran tanpa hiasan

 

Kecuali pesan mahasuci

Restu Ibunda ditatah di batu

Si Anak Hilang telah kembali!

Kujemput di pangkuanku!

E Hermawan

back to top