Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

ISI akan gelar 24 Jam Menabuh gamelan awal September

ISI akan gelar 24 Jam Menabuh gamelan awal September

Bantul-KoPi| Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta akan menggelar pertunjukkan musik karawitan '24 Jam Menabuh' awal bulan depan, 5-6 September 2017.Gelaran ini sebelumnya pernah digelar pertama kali pada Desember 2012 namun vakum selama 5 tahun sejak saat . Pada tahun ini,FSP ISI mengusung tema utama ' Sounds Of Universe 'selama dua hari gelaran.

Pemilihan tema ini merupakan bentuk peringatan momentum 40 tahun musik karawitan Indonesia diakui oleh masyarakat dunia. Pada 05 September 1977 ,suara musik karawitan Indonesia Gending Puswawarna berhasil tertangkap dan terekam oleh satelit Voyager NASA diluar angkasa ,. Dan sejak saat itulah ,Musik karawitan Indonesia mulai semakin diakui eksistensinya di dunia.

"Tema ini memperingati dilaunchingnya karya anak bangsa ke luar angkasa dan seolah kita memperingati bunyi alam semesta, "ujar Dekan FSP,Prof. Yudi Ariyani saat Konfrensi Pers di Ruang Sidang Dekanat FSP,Rabu (30/8).

Seperti gelaran sebelumnya,24 Jam Menabuh tetap tak merubah esensinya dimana para pemain harus memainkan musik karawitan selama 24 Jam Nonstop dari tanggal 5 Pukul 8 Malam dan berakhir tanggal 6 pada jam yang sama pula.

Meski demikian,Kepanitiaan 24 Jam Menabuh menjelaskan gelaran tahun ini Grup karawitan diikuti sebanyak 29 Kelompok Karawitan berbagai kalangan baik itu dari grup karawitan terbaik dari DIY, Klaten , hingga kaIangan ibu-Ibu, Mahasiswa,hingga anak-anak.

Ketua panitia,Drs. Siswadi mengatakan kelompok yang bermain nanti bebas memainkan bermacam-macam jenis musik karawitan dari klasik ,modern,komposisi,hingga musik hadrah. Menurutnya musik karawitan ini merupakan salah satu jenis musik bebas dan yang mampu memayungi berbagai displin seni.

"Karena dari dulu musik karawitan ini dapat memayungi berbagai disiplin ilmu semua jenis musik, para sesepuh dulu juga mengatakan bahwa hadroh itu karawitan namun dalam agama islam,"lanjutnya.

Dari Fakultas Seni Pertunjukkan ISI,Dekan FSP,Prof. Yudi Ariyani menuturkan bahwa gelaran ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bermain Gamelan dan juga meningkatkan keilmuan Karawitan mereka.

Sementara kontribusi dari pihaknya kepada masyarakat adalah ia ingin masyarakat dapat menikmati sajian eksistensi karawitan DIY dan Jateng lewat pertunjukkan FSP kampus ISI.

Lebih lanjut ia berencana untuk menggelar 24 Jam Menabuh ini menjadi acara tahunan dari FSP ISI Jurusan Karawitan.

"Kegiatan pertama lalu kita memang masuk ke MURI namun kita vakum 5 tahun ,sehingga kami merencanakan agar gelaran ini menjadi agenda tahunan dari FSP,"ujar Ariyani.

Sementara itu,Dosen Jurusan Karawitan FSP,Dr Raharjo mengimbuhkan acara ini sebagai letupan kecil yang menunjukkan bahwa eksistensi musik karawitan akan selalu ada meskin saat ini dikatakan menurun dibandingkan saat tahun 1970 atau 1980an.

Dr Raharjo juga menambahkan, bercermin pada pengakuan dunia tahun 1977,Ia merasa bangga ilmu yang ia ajarkan kepada mahasiswanya merupakan jenis musik yang sudah sejajar dengan jenis musik maestro buatan Komposer dunia terdahulu seperti Bach, Mozart,dan Beethoven.

Berkaitan dengan gelaran nanti,24 Jam Menabuh akan dibuka langsung oleh Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono ke X di Concert Hall ISI YK pukul 8 Malam tanggal 05 September nanti. Gelaran pertunjukkan akan digelar didua tempat di Kampus ISI sesuai hitungan per 12 jam.Dari pukul 8 malam hingga 8 pagi pertunjukkan akan digelar di Concert Hall ISI dan dari Pukul 8 Pagi hingga 8 Malam pertunjukkan digelar di Pendapa Jurusan Karawitan FSP ISI.| Sydiq Syaiful Ardli

 

back to top