Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Hompimpah: permainan yang penuh makna

Hompimpah: permainan yang penuh makna

Suci Wulandari


Banyak permainan tradisional yang dimiliki Indonesia namun sekarang ini mulai tergerus karena banyaknya permainan di media elektronik.

salah satu permainan tradisional di Indonesia adalah hompimpa, permainan ini dilakukan untuk menentukan siapa yang menang dan kalah dengan menggunakan telapak tangan. Pemenang dari permainan ini adalah pemain yang memperlihatkan telapak tangan yang berbeda dari pemain lainnya.

Permainan tradisional ini dilakukan minimal oleh tiga peserta, ada yang menggunakan telapak tangan dan ada yang menggunakan punggung tangan, saat melakukan permainan hongpimpa secara bersamaan para pemain mengucapkan kata hompimpa alaiyum gambreng.


Tanpa kita sadari kata hompimpa alaiyum gambreng dalam permainan anak – anak ini kental akan makna, kata hompimpa alaiyum gambreng berasal dari bahasa sansekerta yang berarti “dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain”.


Banyak nilai – nilai keteladanan hidup yang dapat kita temui dalam permainan tradisional di Indonesia, oleh sebab itu kita harus terus melestarikannya agar tidak tergerus oleh zaman dan dapat kita wariskan kepada generasi berikutnya.

 

back to top