Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Gelar Karya Maestro: “Orde Tabung” Heru dipentaskan Gandrik

Dok: odishalahuddin.wordpress.com Dok: odishalahuddin.wordpress.com

Jogja-KoPi| Lakon “Orde Tabung” karya Heru Kesawa Murti akan dipentaskan Teater Gandrik dalam bentuk dramatic reading di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), 26 Agustus 2016 pukul 20.00 WIB.

Dalam acara “Gelar Karya Maestro” ke delapan yang dihelat TBY ini, juga diputar video yang menampikan fragmen-fragmen permainan Heru Kesawa Murti baik di dalam pementasan Teater Gandrik maupun serial Mbangun Desa, produksi TVRI Jogja di mana Heru berperan sebagai Pak Bina.

Selain itu juga digelar forum dialog “Membaca Lakon-lakon Drama karya Heru Kesawa Murti” oleh budayawan dan kritikus sastra Prof Dr Faruk Tripoli dari FIB UGM. Kedua acara ini diselenggarakan pukul 10.00-15.00 WIB di TBY.

Heru Kesawa Murti lahir di Yogyakarta 9 Agustus 1957 dan meninggal dunia di Bantul DIY, 1 Agustus 2011. Selain dikenal sebagai aktor teater dan film, Heru juga penulis naskah yang produktif. Ia telah menciptakan 21 lakon panggung, 10 judul serial TV dan tujuh skenario TV.

Beberapa naskah drama karya Heru yang popular di antaranya “Orde Tabung”, “Dhemit” dan “Sinden”. Adapun drama serial TV karyanya yang dikenal luas publik antara lain “Mbangun Desa”. Melalui tayangan “Mbangun Desa” nama Heru semakin popular.

“Karya Heru Kesawa Murti memiliki kualitas yang menginspirasi masyarakat. Heru juga memiliki dedikasi dan kontribusi nilai yang besar bagi perkembangan dunia teater di DIY maupun di Indonesia. Sepantasnya Pemerintah Daerah DIY, melalui TBY, memberikan apresiasi kepada beliau melalui Gelar Karya Maestro,” ujar Kepala TBY Drs Diah Tetuko Suryandaru.

Dalam dramatic reading “Orde Tabung” tampil aktor-aktor Teater Gandrik, di antaranya Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, Susilo Nugroho, Jujuk Prabowo, Sepnu Heryanto dan beberapa pemain lainnya.

“Kami menggarap “Orde Tabung” dengan cara khas Gandrik, tetap dengan spirit teater rakyat, di antaranya dalang jemblung yang mengeskplorasi bunyi mulut,” ujar Djaduk Ferianto. ***

back to top