Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

GAJAH GALLERY SINGAPORE MEMPERSEMBAHKAN PAMERAN TUNGGAL SEMSAR SIAHAAN: ART, LIBERATION

GAJAH GALLERY SINGAPORE MEMPERSEMBAHKAN PAMERAN TUNGGAL    SEMSAR SIAHAAN: ART, LIBERATION

Tanjong Pagar Distripark, Singapore –KoPi| Gajah Gallery mempersembahkan pameran tunggal dari seniman ternama Indonesia, Semsar Siahaan (1952-2005). Tokoh dan figur penting dalam kancah seni rupa Indonesia, ia berpengaruh penting karena sifatnya yang tangguh dan pemberani dalam menyorot tema dan isu-isu sosial politik – tidak hanya melalui karya seni nya namun juga melalui kariernya sebagai aktivis sosial. Bertajuk Semsar Siahaan : Art, Liberation , pameran ini akan berlangsung di Gajah Gallery Singapore dari tanggal 2 -29 November 2017.

 

Melalui karya-karyanya yang terkemuka dalam perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia dan fase perlawanan terhadap rezim orde baru, Semsar menggambarkan seni sebagai unsur penting dalam proses kemanusiaan menuju kebebasan, dan oleh karena itu karya Semsar berpengaruh dalam masyarakat. Sebagaimana ia terus menggunakan seni nya sebagai alat untuk menentang kondisi keadilan sosial yang terpuruk, ia juga dikenal sebagai wakil dari pergerakan mahasiswa di tahun 1980an, dan sebagai aktifis hak buruh pada dekade setelahnya.

gajah 1

Ia meninggalkan tanah air (1998) karena khawatir akan keselamatan hidupnya, dan kembali pada tahun 2004. Semsar juga pernah berkeliling Indonesia dan Australia dengan pameran karya seni rupa nya; ia pernah tinggal di Kanada, menciptakan dan memamerkan kreasi-kreasi seni nya di Victoria. Karya seni lukisnya bahkan pernah ikut serta dalam pameran-pameran penting di beberapa museum di Jepang dan Singapura; serta telah di koleksi oleh institusi publik maupun private.

gajah3

Kesenian Semsar selalu bertujuan untuk mengabadikan kemanusiaan dan memancarkan realita hidup. Semsar Siahaan. Art, Liberation memamerkan karya yang diciptakan pada rentang waktu dari 1980an hingga 2004, dan mengikutsertakan sebuah karya yang sering disebut namun jarang dipamerakan ‘Olympia: Identity with Mother and Child’ dan karya ‘G-8 Pizza’ yang spektakuler; karya monumental terakhirnya yang diciptakan mendekati akhir hidupnya.

Tema-tema humanis dan universal selalu terpancar melalui karya-karyanya. Seperti karakter dirinya yang berani, karya-karyanya menonjol dan tidak pernah lelah dalam mengekspresikan kritik terhadap ketidakadilan.

ARTIST PROFILE

 

Semsar Siahaan (1952-2005) adalah seorang seniman yang berpengaruh dalam gerakan progresif menentang rezim orde baru di Indonesia. Sebagai aktivis hak asasi manusia, Semsar berjuang dengan penuh keberanian ketika Indonesia melalui masa perubahan politik yang menantang, sebuah fase yang mencerminkan produktivitasnya sebagai seniman.

 

Ia menuntut ilmu di jurusan patung Institut Teknologi Bandung – namun dikeluarkan karena perbuatan radikal dimana ia membakar karya seni dosennya, Sunaryo yang berjudul 'Citra Irian Dalam Torso' di kampus. Semsar membela perbuatannya ini, atas nama dukungan terhadap seni rupa tradisional Indonesia, yang menurutnya sangat tereksploitasi oleh sekelompk seniman akademik. Komentar sosialnya yang tajam melalui karya seninya merupakan bagian penting dalam pergerakan anti-diktatorship dan pro-kemanusiaan di tahun 1990an.
Karya-karya Semsar telah dipamerkan secara luas di beberapa institusi di Jepang, Singapura, dan Indonesia – sebelum kepindahannya ke Kanada pada 1998. Pikirannya mengenai sejarah dan pergerakan politik menjadi dasar kariernya sebagai seniman, namun inspirasinya dalam berkarya selalu datang dari pengalaman pribadi. Seorang yang selalu berada di luar sistem institusi, bahkan institusi seni, ia belum mendapatkan tempatnya yang layak di barisan seniman-seniman penting Indonesia.

 

Pameran yang akan datang di Singapore:
Mooi Minang (SG) 4 Desember 2017 – 7 Januari 2018

Facebook: www.facebook.com/gajahgallery/
Instagram: @gajahgallery
Twitter: www.twitter.com/gajahgallery

back to top