Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Festival Gamelan Yogyakarta ke 22 akan digelar

Festival Gamelan Yogyakarta ke 22 akan digelar
Sleman-KoPi| Gelaran tahunan akbar Yogyakarta Gamelan Festival (YGF)kembali hadir di Yogyakarta di tahun 2017. Komunitas Gayam 16 menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pusat Kebudayaan Koesnandi Hardjasoemantri (PKKH) akan menggelar event ini selama 3 hari berturut dari tanggal 21-23 Juli 2017 di Gedung PKKH dan dibuka besok.
 
Pada Gelaran ke 22 ini,YGF akan diikuti sejumlah pemain dan pecinta gamelan nasional maupun internasional. Pemain gamelan internasional ini berasal dari Perancis dan Australia. 
 
Selama 3 hari pengunjung akan disuguhi dengan musik gamelan dari pukul 8 malam hingga larut malam dan Workshop Gamelan dari pukul 2 siang hingga 4 sore di PKKH UGM. Pembukaan pertama akan dibuka besok pukul 7 malam dengan opening ceremony dan penampilan "Gamelan signal ceremony".
 
Berkaitan gelaran ke 22 YGF,ketua Program Director YGF ,Ari Wulu mengatakan pihaknya tidak menyiapkan tema khusus pada gelaran tahun ini. Ia mengungkapkan gelaran tahun ini YGF merupakan bentuk apresiasi pada perkembangan dan pengakuan gamelan yang merambah hingga ke 32 negara.
 
"YGF tahun ini merupakan bentuk apresiasi kami pada gamelan yang semakin meluas walaupun saat ini banyak sekali gesekan perubahan pada Gamelan,kami tidak menyiapkan tema hanya apresiasi saja,"ujarnya saat jumpa pers di PKKH UGM,Kamis (20/7)
 
Ari mengatakan perubahan Gamelan dari Alat Pakem klasik hingga ke modern berbentuk aplikasi ,menunjukkan bahwa perlahan gamelan sebagai budaya mulai diterima dikalangan internasional. 
 
"Kita harus menerima fakta bahwa gamelan akan terus berubah, Gamelan itu hadir bukan selalu fisik namun juga spirit dan psikisnya,"katanya.
 
Sementara itu ,kepala PKKH UGM ,Prof Faruq mengkhawatirkan pada perkembangan zaman yang mulai mengurangi kebiasaan proses mencipta dan berkarya. Gamelan ini dinilainya sebagai bagian dari solusi atas masalah dan kekhawatirannya. 
 
Oleh karena itu ,dirinya pun sangat mengapresiasi pementasan Gamelan YGF ini, Ia mengatakan gamelan sendiri hadir sebagai bagian dari proses menciptakan karya. 
 
"Gamelan seperti memberi sedikit  harapan bahwa kita bisa menciptakan dan kita juga dapat menyumbangkan, seharusnya acara seperti ini mendapat dukungan dari banyak pihak,"ujar Faruq.
 
Selama gelaran dibuka ,publik sendiri tidak akan dipungut biaya atas tiket alias gratis.| Syidiq Syaiful Ardli
back to top