Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Fashion on The Street Prawirotaman Yogyakarta

Fashion on The Street Prawirotaman Yogyakarta

Jogja-KoPi| Untuk ke 4 kalinya House of LMAR di bawah naungan Lia Mustofa mengadakan hajatan spektakuler Fashion On Street ( FOS) Prawirotaman. Perhelatan kali ini dipusatkan di depan Hotel Pandanaran, Yogyakarta pada hari Sabtu (20/08). Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana karpet merah parade peragaan busana digelar di sepanjang jalan Prawirotaman.

FOS kali ini menampilkan beberapa atraksi menarik selain peragaan busana hasil kreasi desaigner binaan House of LMAR. Pada pembukaan acara tampil tari edan-edanan oleh Bala Mahardika dan permainan musik oleh DJ Randy Eka, FDJ Emilia.

Peragaan busana kali ini menampilkan hasil karya desaigner-desaigner muda binaan House oh LMAR, seperti Tofa Anglo dengan tema Vigilant dan digitarian, Ayu Ghia Sugandhi dengan tema vigiliant, Lany Amborowati dengan baju muslimnya , Briliant Hidayah, serta hasil karya desaigner terkenal Indonesia Leny Agustin dengan tema Artisianal City.

Lia Mustofa mengatakan House of LMAR mempunyai progam Corporate Sosial Responbility (CSR) bagi desainer dan kreator muda di second lne, KLAMB. Klamb memberikan pendampingan Cuma Cuma selama 1 tahun dari hulu ke hilir, sampai berupaya mereka lahir dan mengerti dunia kreatif, bisnis dan berkepribadian untuk belajar menghargai cara bekerja sama, mempelajari budaya di sekelilingnya, serta mencintai produk produk Yogyakarta dan Indonesia secara umum.

Saat ini Klamb sudah sampai di angkatan ke 6, dan pada FOS kali ini akan memperagakan hasil desaign terbaik mereka. Seperti Lany yang dengan berani tampil dengan busana muslim yang casual tapi tidak keluar dari ketentuan syari'ah Islam.

Pendampingan desaigner-desaigner muda Klamb juga banyak dibantu oleh desaigner terkemuka seperti Dina Mediani, Amin HW, Dandi T Hidayat, Arie Sudewo, dan kali ini Leny Agustin.

Lia Mustofa sendiri juga menampilkan hasil karyanya dengan tema Merajut Batik. Dia mengatakan batik merupakan budaya lama bangsa Indonesia. Rajut merupakan pekerjaan tangan yang membutuhkan proses yang mengasyikkan dan penuh ketelitian.

"Perpaduan batik dan rajut justru membangun sebuah inovasi baru kekinian, serta menambah percaya diri karena style dan trending menjadi inspiratif untuk gaya anak muda sekarang. Saya mengambil motif batik parang dan stripe, dengan hasil akhir casual, ready to wear and edgy and pontail,"tukasnya. *

back to top