Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

”EAT” Environment-Art-Technology

”EAT” Environment-Art-Technology

(Surabaya, 15 Juni 2017) Pengaruh pertumbuhan dan perkembangan tehnologi, demikian pula persaingan tak henti antar bidang usaha secara tidak langsung akan juga mempengaruhi kondisi lingkungan disekitar manusia. House of Sampoerna (HoS) menggandeng Universitas Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW) menunjukkan kepeduliaannya melalui pameran Patung & Instalasi dengan mengusung tema “EAT (Environment-Art-Technology)” yang diselenggarakan pada tanggal 16 Juni – 08 Juli 2017 di Galeri HoS.

Pameran yang diikuti oleh 11 peserta pameran yang terdiri dari mahasiswa dan alumni STKW diharapkan akan menjadi sindiran maupun ketukan hati akan kondisi yang dialami oleh para pengguna maupun pemanfaat teknologi dan sumberdaya alam. Terdapat 30 karya seni patung dan instalasi yang penuh dengan sentuhan kreatifitas dan pesan, hasil dari ide liar dan bebas dari generasi muda masa kini.

Asmi misalnya, mahasiswa STKW ini menampilkan karya dalam bentuk kayu & kawat dengan judul “PRASASTI” yang menjadi sindiran akan maraknya kegiatan yang terkait dengan lingkungan namun hanya bersifat formalitas belaka. Begitu juga nampak pada “SESAK” karya Wahid, yang menggunakan teknik Trimatra (teknik penyusunan benda dengan memunculkan unsur 3 dimensi yang dimiliki pula oleh karya patung).

“SESAK” menggambarkan kesuburan pepohonan, kesegaran air alaminya, serta kesegaran udara alam hanyalah sebuah mitos, karena pada kenyataannya saat kita bernafas hidung kita menyadarkan akan buruknya kualitas udara yang terhirup, tenggorakan kita pun dapat merasakan betapa sesak sudah alam Ibu Pertiwi.

“Penyelenggaraan pameran EAT ini diharapkan bisa memberi kesadaran akan pengaruh positif dan negatif dari teknologi, dan dapat ditanggapi secara bijak oleh seluruh masyarakat dan perusahaan yang memanfaatkan teknologi dan berbagai sumber daya yang ada”, ujar “Bogel” Asmuliawan Koordinator pameran.
----------------------------------------------
Sejak berdiri pada tanggal 9 Oktober 2003, House of Sampoerna (HoS), sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dan kepedulian PT HM Sampoerna Tbk. kepada masyarakat, terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan seni, budaya, sejarah dan pariwisata melalui berbagai agenda kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai edukatif dan sosial, bekerja sama dengan lebih dari 211 UMKM, masyarakat sekitar, berbagai komunitas, institusi dan pemerintahan. HoS saat ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Nusantara dan Internasional, dan dikunjungi oleh 205.490 wisatawan di 2016 yang datang lebih dari 155 negara, serta berhasil meraih berbagai penghargaan, salah satunya adalah ‘Top 10 Museum di Indonesia’ dari TripAdvisor sejak 2013 - 2016.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Rani Anggraini
Manager Museum & Marketing
House of Sampoerna
Taman Sampoerna 6, Surabaya 60163
Tel. (031) 353-9000 ext. 24103
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
www.houseofsampoerna.museum

back to top