Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Corak istimewa seni batik lukis semarakkan dunia batik Indonesia

Corak istimewa seni batik lukis semarakkan dunia batik Indonesia
Surabaya – KoPi | Semangat melestarikan batik masih mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Setelah mendapatkan pengakuan dari PBB sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda, batik semakin populer di masyarakat. Jenis batik baru pun semakin bermunculan.
 

Salah satunya adalah batik lukis. Jenis batik baru dengan corak warna yang lebih berani dan penuh imajinasi ini ini lebih diakui sebagai bentuk seni. Sayangnya sebagai jenis batik baru, batik lukis masih belum sepopuler batik lain seperti batik cap dan batik tulis.

Tak ingin popularitas batik lukis di bawah bayang-bayang batik lain, tiga seniman batik lukis Jawa Timur menggelar pameran batik lukis untuk memperkenalkan batik lukis pada masyarakat (28/4). Pameran yang digelar di Galeri House of Sampoerna tersebut mengangkat tema ‘Liris’.

Batik lukis dibuat dengan menggoreskan canting dan kuas sebagai alat untuk melukis di atas kain putih, tanpa melalui sketsa awal. Karenanya, tampilan batik lukis lebih eksrepsif dan berwarna dibanding batik tradisional.

Berbagai ekspresi ditampilkan para seniman batik. Batik tulis, seperti diakui para seniman, lebih mampu mengekspresikan jiwa seni mereka, terbukti dari variasi berbagai karya yang mereka tampilkan. Para seniman batik lukis tersebut mengangkat tema fauna, lansekap, kehidupan masyarakat, bahkan cerita legenda.

Seniman batik Gunawan menyebutkan batik lukis lebih cocok disebut sebagai fine art. Berbeda dengan batik tulis atau batik cap yang digunakan untuk kepentingan fashion, batik lukis lebih mirip dengan lukisan, sehingga keindahannya lebih bisa dinikmati jika dipajang.

“Kalau batik tulis itu sebutannya applied art, seni yang bisa dipakai dan dikenakan. Tapi batik lukis itu beda, sebagai fine art, seperti sebuah lukisan. Otomatis presitge dan harga jualnya lebih terangkat dan jauh lebih tinggi,” jelas Sigun, panggilan Gunawan.

Selain itu, keindahan dan keunikan batik lukis membuat batik jenis ini lebih susah ditiru. Sigun mengaku tak khawatir ada kain motif batik asal China yang masuk ke Indonesia karena tidak bisa mengalahkan batik asli Indonesia, terutama batik lukis.

“House of Sampoerna sejak 2008 sudah setia mengadakan pameran batik. Itu merupakan komitmen kami untuk menjaga warisan budaya nenek moyang,” ujar Rani Anggraini, Manager Museum dan Marketing House of Sampoerna.

“Batik itu adalah karya seni, karena itu ada bagusnya kita mengapresiasinya. Kami berharap melalui pameran ini kami bisa menambah wawasan masyarakat akan keragaman batik. Batik bukan hanya sebagai sandang, tetapi juga karya seni,” lanjutnya.

 

Dalam pameran tersebut dipamerkan 40 batik lukis karya tiga sanggar seniman batik Jawa Timur, yaitu Sigun Batik, Prima Klampis, dan Nusa Amin. Selain pameran, pembukaan pameran juga diisi acara pengucapan ikrar pembentukan Komunitas Batik Lukis Jawa Timur.

back to top