Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Berhasil menyulap pabrik tua, pertunjukan Sardono sukses digelar

Berhasil menyulap pabrik tua, pertunjukan Sardono sukses digelar

Karanganyar-KoPi│Pertunjukan perdana Sardono’s Retrospective berlangsung sukses digelar di eks pabrik gula Colomadu, Karanganyar pada Jumat 20 November 2015.

Pertunjukan Sang Maestro ini berhasil menyulap ‘keangkeran’ pabrik gula menjadi kemeriahan pertunjukan seni berkelas dunia.Pertunjukan Sardono’s Retrospective berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 20-22 November nanti.

Dalam pertunjukannya Sardono menampilkan Expanded Cinema, Papua Kontemporer, Komputerize music, lukisan, teater tubuh, fashion, lighting, puisi dan pasar malam.

Dari semua sub pertunjukan yang ditampilan bermuara pada tema partikel bebas tanpa memilki judul di setiap pertunjukannya. Partikel bebas bentuk dari ekspresi bebas para penari hasil abstraksi dari kehidupan masyarakat secara umum.

“Partikel bebas, mereka benar-benar berekspresi secara bebas, relasi hubungan dengan ruang, saya tidak menyuruh (untuk gerakan tertentu), total. Jadi masyarakat melihat dan menafsirkan dengan latar blekang budaya masing-masing, masyarakat kan luas, persepsi masyarakat tentang seni kan beragam,” papar Sardono.

Sardono menambahkan pertunjukann ini telah digarap selama 1,5 tahun. Untuk pertama kali Sardono mementaskannya di pabrik gula Colomadu, Karanganyar. Selanjutnya akan dipentaskan dalam rangkaian kegiatan menuju Singapore International Festival Of Art (SIFA) 2016.

Untuk pemilihan lokasi eks pabrik gula Colomadu bagi Sardono merupakan representasi dari dinamisnya kedekatan masyarakat dengan teknologi. “Bentuk ekspresi anak muda sekarang tentang teknologi. Pabrik gula ini, peninggalan utamanya mesin pabrik yang memberikan icon teknologi. Sangat cocok memberikan ruang masyarakat saat ini dimana teknologi menjadi rujukan sehari-hari,” jelas Sardono seusai pertunjukan.

Sementara Dirjen Dinas Kebudayaan, Prof. Kacung Marijan mengapresiasi baik terhadap pertunjukan karya Sardono.
“(Pertunjukan) Ini bagus, bebas dengan mempresentasikan kehendak manusia, pertunjukan bagus menampilkan spot-spot yang tidak dapat ditampilkan oleh panggung lainnya,” kata Prof. Kacung. │Winda Efanur FS│Frenda Yentin│

back to top