Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Berhasil menyulap pabrik tua, pertunjukan Sardono sukses digelar

Berhasil menyulap pabrik tua, pertunjukan Sardono sukses digelar

Karanganyar-KoPi│Pertunjukan perdana Sardono’s Retrospective berlangsung sukses digelar di eks pabrik gula Colomadu, Karanganyar pada Jumat 20 November 2015.

Pertunjukan Sang Maestro ini berhasil menyulap ‘keangkeran’ pabrik gula menjadi kemeriahan pertunjukan seni berkelas dunia.Pertunjukan Sardono’s Retrospective berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 20-22 November nanti.

Dalam pertunjukannya Sardono menampilkan Expanded Cinema, Papua Kontemporer, Komputerize music, lukisan, teater tubuh, fashion, lighting, puisi dan pasar malam.

Dari semua sub pertunjukan yang ditampilan bermuara pada tema partikel bebas tanpa memilki judul di setiap pertunjukannya. Partikel bebas bentuk dari ekspresi bebas para penari hasil abstraksi dari kehidupan masyarakat secara umum.

“Partikel bebas, mereka benar-benar berekspresi secara bebas, relasi hubungan dengan ruang, saya tidak menyuruh (untuk gerakan tertentu), total. Jadi masyarakat melihat dan menafsirkan dengan latar blekang budaya masing-masing, masyarakat kan luas, persepsi masyarakat tentang seni kan beragam,” papar Sardono.

Sardono menambahkan pertunjukann ini telah digarap selama 1,5 tahun. Untuk pertama kali Sardono mementaskannya di pabrik gula Colomadu, Karanganyar. Selanjutnya akan dipentaskan dalam rangkaian kegiatan menuju Singapore International Festival Of Art (SIFA) 2016.

Untuk pemilihan lokasi eks pabrik gula Colomadu bagi Sardono merupakan representasi dari dinamisnya kedekatan masyarakat dengan teknologi. “Bentuk ekspresi anak muda sekarang tentang teknologi. Pabrik gula ini, peninggalan utamanya mesin pabrik yang memberikan icon teknologi. Sangat cocok memberikan ruang masyarakat saat ini dimana teknologi menjadi rujukan sehari-hari,” jelas Sardono seusai pertunjukan.

Sementara Dirjen Dinas Kebudayaan, Prof. Kacung Marijan mengapresiasi baik terhadap pertunjukan karya Sardono.
“(Pertunjukan) Ini bagus, bebas dengan mempresentasikan kehendak manusia, pertunjukan bagus menampilkan spot-spot yang tidak dapat ditampilkan oleh panggung lainnya,” kata Prof. Kacung. │Winda Efanur FS│Frenda Yentin│

back to top