Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Bakaba Indonesia Gelora Seni Rupa

Bakaba Indonesia Gelora Seni Rupa

Pameran Sakato Art Community (SAC) Bakaba #6 bertema ‘Indonesia’ yang digelar di Jogja Gallery JL. Pekapalan. Alun-Alun Utara No.7, Yogyakarta. aRT08 Keloran Event #2 temanya ‘Kapan Hari Seni Rupa Nasional? Siapa Pahlawan Seni Rupa Nasional?’ digelar di Rt. 08, Keloran, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Di Rumah tua yang biasa menjadi studio seniman Khairul Agustian, tempat ini mengingatkan kepada Persatuan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI), yang kreatif dan berkepribadian Indonesia.

Tema Indonesia yang di pakai Bakaba sepertinya menyikapi peristiwa hangat tentang negeri ini. Hangatnya Indonesia seperti menguak berbagai persoalan yang dimunculkan dan ditenggelamkan sehingga membentuk persoalan-persoalan baru. Berbagai macam wacana serta polemik Politik, sosial, ekonomi, agama dan berujung pada kedaulatan NKRI dibungkus dalam bahasa rupa yang tersembunyi.

Handiwirman di pameran Bakaba, karyanya sangat mencolok, sepertinya menumpas kekuatan artistik karya yang ada disekelilingnya. Seolah daya pikir tentang ke-Indonesiaan dan citranya itu terangkum dalam karya tersebut. Mungkin cukup satu karya itu saja untuk pameran tunggal, akan lebih baik dari pada disandingkan dengan peserta lainnya.

Sementara aRT08 Keloran menyikapi gelora seniman seni rupa yang terus bergeser ke daerah Selatan Yogyakarta yaitu Kabupaten Bantul. Sumbunya dari Kampus Gampingan no 1 Yogyakarta, dulunya Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) kini Institut Seni Indonesia cahayanya semakin terang benderang dan semarak di Bantul.

Dengan berbagai persoalannya, namun ujungnya menuju seni rupa Yogyakarta tetap jaya dan berkesejahteraan seniman, berjuanglah terus tanpa henti.

Bergesernya ke selatan karena Kampus ISI Yogyakarta di Bantul, Galeri, Art space, rumah seni, kelompok seni rupa, studio-studio perupa kebanyakan di Bantul, sampai kompleks pemakaman seniman juga di Bantul.

Tempat-tempat yang perlu dicatat diantaranya Sangkring Art Space, Sakato Art Community, Museum Tanah Liat, Pelataran Joko Pekik, Bagong Kusudiadjo, Nalarrupa, Pink Art Project, Sarang, Studio 211, Kersan Art Studio, Perahu Art Conection dan aRT08 Keloran.

Kalau pada Bulan Mei ini menjadi Hari Raya Yogyakarta maka ada hari puncak hari raya tersebut dan mengenai siapa Pahlawan seni rupa Nasional ini adalah wacana yang butuh urun rembug, silang pendapat masyarakat seni rupa. Biasanya seni rupa itu dari gagasan spontan dapat terwujud, seperti mewujudkan yang tidak mungkin oleh awam, seniman mampu mengerjakannya dengan caranya sendiri, kadang-kadang.

Pameran Bakaba #6 disemarakan 80 perupa orang Minang (Sumatera Barat), kecuali Iabadiou Piko orang Palembang terlibat pameran ini dan ikut anggota Sakato. Sementara aRT08 Event Keloran diikuti 10 perupa, Khairul Agustian, Riki Antoni, M. Alfairuz Boi , Khairul El Kamal, Jhoni Waldi, Suhanda Z, Yurnalis Best; tujuh perupa asal Minang itu masuk seleksi dalam pameran Bakaba #6, kecuali Dadang Imawan (Palembang), Wahyu Gunawan (Yogyakarta), dan Jajang R Kawentar (Tasikmalaya).

Menurut saya M. Alfairuz Boi, Riki Antoni dan Khairul Agustian, tiga perupa yang ikut Pameran di Bakaba dan di aRT08 Keloran itu potensial baik konsep dan visualnya. Memasuki tema Indonesia yang dirundung tarik menarik, dorong mendorong kursi kekuasaan, abai akan efek persoalan berikutnya yang bermunculan.

Kemudian melemahkan sumpah, tanah air, dan bangsa. Apakah masih perlu kepastian ‘Kapan Hari Seni Rupa Nasional? Siapa Pahlawan Seni Rupa Nasional?’ seperti tema yang diusung aRT08 Keloran tersebut? | Oleh Jajang Kawentar

back to top