Menu
Teroris mencoba mengebom Masjidil Haram

Teroris mencoba mengebom Masjidil H…

Makkah-KoPi| Aksi teroris...

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif  SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Segera daftarkan kompetisi usaha kr…

Jogja–KoPi| Ratusan peser...

Mosul segera akan dibebaskan dari cengkeraman ISIS

Mosul segera akan dibebaskan dari c…

Baghdad-KoPi| Pembebasan ...

Instagram desainer muslimah Jogja kena hack

Instagram desainer muslimah Jogja k…

Yogyakarta-KoPi | Akun me...

Basarnas minta masayarakat cepat hubungi lewat Call Center 115 bila ada masalah

Basarnas minta masayarakat cepat hu…

Bantul-KoPi|Plt Kepala Ba...

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI MILITER

KASAD SAFARI RAMADAHAN DI AKADEMI M…

Akmil – Kepala Staf Angka...

Basarnas siagakan anggotanya mengawal liburan Idul Fitri1438

Basarnas siagakan anggotanya mengaw…

Bantul-KoPi|Badan SAR Nas...

PLN janjikan tak ada pemadaman listrik selama lebaran di Jateng dan DIY

PLN janjikan tak ada pemadaman list…

Jogja-KoPI|PLN Jawa Tenga...

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsidi istrik

Inilah 5 alasan PLN mencabut subsid…

Jogja-KoPi| Audi Damal, M...

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 UMY

Wakil Rektor UMP jadi Doktor ke-40 …

Bantul-KoPi| Wakil Rektor...

Prev Next

Bakaba Indonesia Gelora Seni Rupa

Bakaba Indonesia Gelora Seni Rupa

Pameran Sakato Art Community (SAC) Bakaba #6 bertema ‘Indonesia’ yang digelar di Jogja Gallery JL. Pekapalan. Alun-Alun Utara No.7, Yogyakarta. aRT08 Keloran Event #2 temanya ‘Kapan Hari Seni Rupa Nasional? Siapa Pahlawan Seni Rupa Nasional?’ digelar di Rt. 08, Keloran, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Di Rumah tua yang biasa menjadi studio seniman Khairul Agustian, tempat ini mengingatkan kepada Persatuan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI), yang kreatif dan berkepribadian Indonesia.

Tema Indonesia yang di pakai Bakaba sepertinya menyikapi peristiwa hangat tentang negeri ini. Hangatnya Indonesia seperti menguak berbagai persoalan yang dimunculkan dan ditenggelamkan sehingga membentuk persoalan-persoalan baru. Berbagai macam wacana serta polemik Politik, sosial, ekonomi, agama dan berujung pada kedaulatan NKRI dibungkus dalam bahasa rupa yang tersembunyi.

Handiwirman di pameran Bakaba, karyanya sangat mencolok, sepertinya menumpas kekuatan artistik karya yang ada disekelilingnya. Seolah daya pikir tentang ke-Indonesiaan dan citranya itu terangkum dalam karya tersebut. Mungkin cukup satu karya itu saja untuk pameran tunggal, akan lebih baik dari pada disandingkan dengan peserta lainnya.

Sementara aRT08 Keloran menyikapi gelora seniman seni rupa yang terus bergeser ke daerah Selatan Yogyakarta yaitu Kabupaten Bantul. Sumbunya dari Kampus Gampingan no 1 Yogyakarta, dulunya Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) kini Institut Seni Indonesia cahayanya semakin terang benderang dan semarak di Bantul.

Dengan berbagai persoalannya, namun ujungnya menuju seni rupa Yogyakarta tetap jaya dan berkesejahteraan seniman, berjuanglah terus tanpa henti.

Bergesernya ke selatan karena Kampus ISI Yogyakarta di Bantul, Galeri, Art space, rumah seni, kelompok seni rupa, studio-studio perupa kebanyakan di Bantul, sampai kompleks pemakaman seniman juga di Bantul.

Tempat-tempat yang perlu dicatat diantaranya Sangkring Art Space, Sakato Art Community, Museum Tanah Liat, Pelataran Joko Pekik, Bagong Kusudiadjo, Nalarrupa, Pink Art Project, Sarang, Studio 211, Kersan Art Studio, Perahu Art Conection dan aRT08 Keloran.

Kalau pada Bulan Mei ini menjadi Hari Raya Yogyakarta maka ada hari puncak hari raya tersebut dan mengenai siapa Pahlawan seni rupa Nasional ini adalah wacana yang butuh urun rembug, silang pendapat masyarakat seni rupa. Biasanya seni rupa itu dari gagasan spontan dapat terwujud, seperti mewujudkan yang tidak mungkin oleh awam, seniman mampu mengerjakannya dengan caranya sendiri, kadang-kadang.

Pameran Bakaba #6 disemarakan 80 perupa orang Minang (Sumatera Barat), kecuali Iabadiou Piko orang Palembang terlibat pameran ini dan ikut anggota Sakato. Sementara aRT08 Event Keloran diikuti 10 perupa, Khairul Agustian, Riki Antoni, M. Alfairuz Boi , Khairul El Kamal, Jhoni Waldi, Suhanda Z, Yurnalis Best; tujuh perupa asal Minang itu masuk seleksi dalam pameran Bakaba #6, kecuali Dadang Imawan (Palembang), Wahyu Gunawan (Yogyakarta), dan Jajang R Kawentar (Tasikmalaya).

Menurut saya M. Alfairuz Boi, Riki Antoni dan Khairul Agustian, tiga perupa yang ikut Pameran di Bakaba dan di aRT08 Keloran itu potensial baik konsep dan visualnya. Memasuki tema Indonesia yang dirundung tarik menarik, dorong mendorong kursi kekuasaan, abai akan efek persoalan berikutnya yang bermunculan.

Kemudian melemahkan sumpah, tanah air, dan bangsa. Apakah masih perlu kepastian ‘Kapan Hari Seni Rupa Nasional? Siapa Pahlawan Seni Rupa Nasional?’ seperti tema yang diusung aRT08 Keloran tersebut? | Oleh Jajang Kawentar

back to top