Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Jogja-KoPi| Bayu Prihantoro Filemon, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) merupakan produser film pendek ‘Ruah’.

Film pendek ‘Ruah’ yang disutradarai oleh Makbul Mubarak berhasil memboyong Piala Citra untuk kategori Film Pendek Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2017, yang diselenggarakan secara meriah di Grand Kawanua International City, Manado, Sulawesi Utara (11/11).

Penghargaan ini merupakan penghargaan pertama bagi Bayu sebagai produser. Dalam perjalanan karirnya setelah lulus, ia sudah mengerjakan beberapa film pendek bersama Limaenam Films.

Selain itu penghargaan ini dinilai spesial, karena film pendek yang berasal dari Jogja ini merupakan film yang diproduksi oleh Dinas Kebudayaan DIY, melalui Kegiatan Pendanaan Produksi Film Pendek tahun 2016 dan menyabet penghargaan tertinggi untuk insan perfilman Indonesia.

Dalam perjalanannya berada di dunia perfilman, Bayu merasa pembelajaran dalam dunia perkuliahan di UAJY bermanfaat. Ia menilai pencapaiannya saat ini dikarenakan faktor kultur akademik dan non akademik di UAJY sangat kuat.

Kampus FISIP yang penuh dengan dinamika baik dalam bidang keilmuan maupun kegiatan kemahasiswaan. Meskipun pada awalnya ia sempat ragu akan jurusan yang diambil, ia selalu mencoba untuk aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

“Saya sempat ragu bahwa program studi Ilmu Komunikasi yang saya ambil waktu kuliah dulu bisa menjadi bekal ketika nantinya saya akan bekerja sebagai filmmaker. Jurusan ini jelas langsung saya bandingkan dengan jurusan Film di kampus lain, yang mengajarkan film secara langsung. Tapi seiring perjalanan karir, saya semakin yakin bahwa justru hal-hal inilah yang kemudian membentuk perspektif saya tentang filmmaking, yang mungkin tidak didapatkan oleh filmmaker lain lulusan sekolah film”, cerita Bayu.

Bayu yang masih aktif dalam rumah produksi Limaenam Films mengingatkan, “Film menjadi semakin kaya karena film adalah bidang multi-disiplin, lintas ilmu, bukan kerja produksi film semata. Sebagai filmmaker, kita justru harus lebih banyak mempelajari hal-hal lain di luar film, agar film semakin memilki peran penting untuk peradaban”.

Film pendek ‘Ruah’ juga akan berkompetisi di Singapore International Film Festival (SGIFF) 2017, yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 November-3 Desember 2017. SGIFF adalah festival film terbesar di Asia Tenggara. Festival film ini sangat strategis untuk memperkenalkan karya, gagasan maupun program tertentu kepada khalayak internasional.

back to top