Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

2 Penyair di generasi yang berbeda

2 Penyair di generasi yang berbeda

Yogyakarta, Kopi- konser pembacaan puisi kembali dilaksanakan, kali ini puisi-puisi karya Saut Situmorang dan Ahmad kekal hambali. Acara yang bertema Gembala Tidur Perahu Mabuk diambil dari judul buku penulis, acara ini diadakan oleh Indie Book Corner yang bertempat di Foodpark UGM, hari Kamis (9/10).

Acara ini sekaligus bentuk launching buku yang berjudul gembala tidur karya ahmad kekal hambali dan perahu mabuk karya Saut situmorang , kedua buku tersebut merupakan kumpulan puisi pribadi.

Saut situmorang mengaku menulis puisisejak tahun 1987, namun baru dibukukan sekarang.

“saya dalam menulis puisi tidak terlalu produktif, setahun bisa 1 kali”

Sedangkan, kekal sendiri mengungkapkan hal yang sama, yakni puisinya merupakan kumpulan dari puisi pribadinya sejak 4 tahun silam. Buku gembala tidur ini sebagai bentuk kritik pada perpolitikan, “gembala itu merupakan simbol dari pemimpin atau pengayom, gembala tidur berarti pemimpin yang tertidur atau menutup mata dengan permasalahan bangsa”. Ujar mantan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
Acara ini mempertemukan 2 generasi yang berbeda, antara saut dengan kekal, Sehingga peserta yang datang pun beragam.

Reporter: Haerul Mustakim

back to top