Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

2 Penyair di generasi yang berbeda

2 Penyair di generasi yang berbeda

Yogyakarta, Kopi- konser pembacaan puisi kembali dilaksanakan, kali ini puisi-puisi karya Saut Situmorang dan Ahmad kekal hambali. Acara yang bertema Gembala Tidur Perahu Mabuk diambil dari judul buku penulis, acara ini diadakan oleh Indie Book Corner yang bertempat di Foodpark UGM, hari Kamis (9/10).

Acara ini sekaligus bentuk launching buku yang berjudul gembala tidur karya ahmad kekal hambali dan perahu mabuk karya Saut situmorang , kedua buku tersebut merupakan kumpulan puisi pribadi.

Saut situmorang mengaku menulis puisisejak tahun 1987, namun baru dibukukan sekarang.

“saya dalam menulis puisi tidak terlalu produktif, setahun bisa 1 kali”

Sedangkan, kekal sendiri mengungkapkan hal yang sama, yakni puisinya merupakan kumpulan dari puisi pribadinya sejak 4 tahun silam. Buku gembala tidur ini sebagai bentuk kritik pada perpolitikan, “gembala itu merupakan simbol dari pemimpin atau pengayom, gembala tidur berarti pemimpin yang tertidur atau menutup mata dengan permasalahan bangsa”. Ujar mantan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
Acara ini mempertemukan 2 generasi yang berbeda, antara saut dengan kekal, Sehingga peserta yang datang pun beragam.

Reporter: Haerul Mustakim

back to top