Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

2 Penyair di generasi yang berbeda

2 Penyair di generasi yang berbeda

Yogyakarta, Kopi- konser pembacaan puisi kembali dilaksanakan, kali ini puisi-puisi karya Saut Situmorang dan Ahmad kekal hambali. Acara yang bertema Gembala Tidur Perahu Mabuk diambil dari judul buku penulis, acara ini diadakan oleh Indie Book Corner yang bertempat di Foodpark UGM, hari Kamis (9/10).

Acara ini sekaligus bentuk launching buku yang berjudul gembala tidur karya ahmad kekal hambali dan perahu mabuk karya Saut situmorang , kedua buku tersebut merupakan kumpulan puisi pribadi.

Saut situmorang mengaku menulis puisisejak tahun 1987, namun baru dibukukan sekarang.

“saya dalam menulis puisi tidak terlalu produktif, setahun bisa 1 kali”

Sedangkan, kekal sendiri mengungkapkan hal yang sama, yakni puisinya merupakan kumpulan dari puisi pribadinya sejak 4 tahun silam. Buku gembala tidur ini sebagai bentuk kritik pada perpolitikan, “gembala itu merupakan simbol dari pemimpin atau pengayom, gembala tidur berarti pemimpin yang tertidur atau menutup mata dengan permasalahan bangsa”. Ujar mantan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
Acara ini mempertemukan 2 generasi yang berbeda, antara saut dengan kekal, Sehingga peserta yang datang pun beragam.

Reporter: Haerul Mustakim

back to top