Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Luna Maya mendapat perhatian sosiolog

Foto: Facebook offical Luna Maya Foto: Facebook offical Luna Maya
KoPi. Luna Maya artis dan presenter yang sempat mengalami kasus tidak mengenakkan tahun 2010 lalu, mendapat perhatian seorang sosiolog pakar branding dari Universitas Airlangga, Novri Susan.

Melalui websitenya www.novrisusan.com Novri menulis tiga seri artikel yang oleh para fans Luna Maya disebut sebagai inspiratif dan menggugah semangat dalam kehidupan.

Seri pertama berjudul Pijar menghati, Luna Maya (1) yang menggambarkan proses Luna Maya lahir kembali. Kutipan menarik dari artikel itu seperti: Luna Maya, pernah tergores oleh pisau sejarah yang tajam. Ia tersungkur, kehilangan daya dan hampir padam. Perjalanan hidup sebagai artis jelita di negeri surga ini tiba-tiba sangat kelam. Mungkin waktu itu, dunia adalah tempat tersuram baginya.

Ulasan kedua berjudul Pijar menghati, Luna Maya (2) yang menggambarkan masa kelahiran kembali. Artikel tersebut melihat Luna sebagai sosok yang mampu bertahan dan terus tumbuh: Luna Maya seperti permainan cahaya yang gesit, lincah, dan tiada diam. Dia, mungkin, ingin melampaui masa lalu sesegera. Hidupnya adalah kini dan mendatang.

Selain itu secara implisit dan halus Luna Maya mendapat kritik pada paragraf terakhir yang bermakna agar menjaga keseimbangan antara menikmati hidup dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Artikel ketiga dari Novri Susan dalam websitenya tentang Luna Maya berjudul Luna Maya: Artemis yang tak terhenti. Pada artikel ketiga tampaknya Luna mendapat sorotan cukup dalam. Luna disebut mewarisi ruh Dewi Artemis yang dalam mitologi Yunani adalah dewi rembulan dan kesuburan yang bersemangat. Namun, juga dalam kesunyian. 

Tulisan tentang Luna Maya banjir oleh komen dari para fans. Salah satu komen fans dengan akun @tusri_adnyan berkomentar "tulisan yang menginspirasi...kk luna perempuan hebatt...yg kayak gini perlu dishare!!!"

Novri dihubungi KoPi menyatakan bahwa tujuan dari seri artikel tentang Luna Maya bukanlah sekedar memuji namun mencari hikmah baik.

"Saya menulis itu agar kita menyadari bahwa setiap luka, kegagalan, dan fase gelap hidup hanyalah satu bagian dari kehidupan itu sendiri. Kita harus selalu melangkah dan tumbuh dengan karya-karya" jelasnya.

Seperti dalam artikel ke tiga, Novri menuliskan: Saya, Anda dan siapapun harus selalu kuat, percaya diri dan yakin bahwa setiap luka bisa disembuhkan. Setiap perjalanan memiliki masa depannya.*

 

Reporter: Amanullah GW.

 

 

back to top