Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Gay dan Banci di TV tidak baik bagi anak-anak, Kata Juan Pablo

Gay dan Banci di TV tidak baik bagi anak-anak, Kata Juan Pablo

KoPi-Amerika Serikat, Para gay dan banci seharusnya jangan diberikan ruang dalam dunia pertelevisian khususnya dalam acara “The Bachelor” karena itu “sangat berat untuk ditonton,” menurut bintang tamu terakhir di acara ABC.

Menurut New York Post, Juan Pablo Galavis, 32, menyatakan bahwa dia menghormati orang-orang yang homoseksual – tapi dia mengatakan menempatkan mereka dalam acara televisi bisa menjadi contoh yang tidak baik bagi anak-anak.

“Mereka adalah orang yang tidak wajar menurut akal. Bagi saya, kemunculan mereka di acara tersebut sangat tidak enak di tonton dan berat,” dia mengatakan dalam sebuah interview.

Produser acara tersebut kemudian mengatakan bahwa pernyataan dia “sembarangan, tidak punya pikiran dan tidak punya perasaan.” Bintang sepak bola dari Venezuela tersebut kemudian minta maaf di Facebook – menyatakan bahwa dia tidak bermaksud menggunakan kata “pervert” yang berarti tidak wajar.”

“Semua orang tahu jika Bahasa Inggris adalah bahasa kedua saya,” dia menuliskan. “Yang saya maksud dalam perkataan saya ialah bahwa para gay lebih penuh kasih sayang dan hebat… ini bisa menjadi sangat cabul.”


Sumber: News.com.au

back to top