Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Nasib museum Indonesia: kekurangan kurator dan kreativitas

Kunjungan mahasiswa ke Tugu Pahlawan Kunjungan mahasiswa ke Tugu Pahlawan
Surabaya – KoPi | Selama ini masyarakat masih menganggap museum sebagai gudang penyimpanan barang-barang kuno, sehingga tidak tertarik mengunjungi museum. Karena itu konsep mengenai museum harus diubah. Museum jangan sekedar sebagai penyimpanan benda kuno, tetapi sebagai tempat untuk menghidupkan masa lalu.
 

“Dengan demikian, orang datang ke museum itu tidak melihat onggokan benda kuno, tetapi melihat masa lalu,” tegas Purnawan Basundoro, pakar sejarah perkembangan kota Surabaya.

Bagaimana caranya? Pengelola museum harus kreatif dan mampu menghidupkan museum sesuai dengan konteks jaman. Misalnya dengan konsep live museum, pengelola bisa menghidupkan masa lalu dengan perangkat audio visual. 

“Saya pernah ke Jepang dan melihat sebuah istana yang dialihfungsikan jadi museum. Tapi bukan sekedar museum, di situ layaknya sebuah diorama raksasa. Ada aktivitas pemeran orang di masa lalu, suara, dan visual, yang seakan-akan membawa pengunjung ke suasana masa lalu,” kata Purnawan.

Masalah pengelolaan museum di Indonesia adalah kurangnya kurator yang paham mengenai koleksi museum. Selama ini banyak museum di Indonesia yang masih belum memiliki urator, sehingga benda-benda sejarah seperti hanya ditaruh di museum. Kurator museum tidak bisa sembarang orang, tapi harus orang yang paham mengenai konteks historis benda yang terkait dengan museum itu. 

Selama ini masih belum ada data pasti mengenai berapa jumlah kurator museum yang dimiliki Indonesia. Pada Simposium Sejarah Nasional tahun 2011 lalu, disampaikan keluhan mengenai kurangnya sumber daya museum, terutama kurator. Dari 281 museum yang ada di Indonesia, tak sampai 10% yang memiliki kurator yang sesuai dengan keahliannya. Beberapa museum di Indonesia terpaksa mendatangkan tenaga ahli dari luar untuk memilih dan memilah koleksinya.

 

back to top