Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Nasib museum Indonesia: kekurangan kurator dan kreativitas

Kunjungan mahasiswa ke Tugu Pahlawan Kunjungan mahasiswa ke Tugu Pahlawan
Surabaya – KoPi | Selama ini masyarakat masih menganggap museum sebagai gudang penyimpanan barang-barang kuno, sehingga tidak tertarik mengunjungi museum. Karena itu konsep mengenai museum harus diubah. Museum jangan sekedar sebagai penyimpanan benda kuno, tetapi sebagai tempat untuk menghidupkan masa lalu.
 

“Dengan demikian, orang datang ke museum itu tidak melihat onggokan benda kuno, tetapi melihat masa lalu,” tegas Purnawan Basundoro, pakar sejarah perkembangan kota Surabaya.

Bagaimana caranya? Pengelola museum harus kreatif dan mampu menghidupkan museum sesuai dengan konteks jaman. Misalnya dengan konsep live museum, pengelola bisa menghidupkan masa lalu dengan perangkat audio visual. 

“Saya pernah ke Jepang dan melihat sebuah istana yang dialihfungsikan jadi museum. Tapi bukan sekedar museum, di situ layaknya sebuah diorama raksasa. Ada aktivitas pemeran orang di masa lalu, suara, dan visual, yang seakan-akan membawa pengunjung ke suasana masa lalu,” kata Purnawan.

Masalah pengelolaan museum di Indonesia adalah kurangnya kurator yang paham mengenai koleksi museum. Selama ini banyak museum di Indonesia yang masih belum memiliki urator, sehingga benda-benda sejarah seperti hanya ditaruh di museum. Kurator museum tidak bisa sembarang orang, tapi harus orang yang paham mengenai konteks historis benda yang terkait dengan museum itu. 

Selama ini masih belum ada data pasti mengenai berapa jumlah kurator museum yang dimiliki Indonesia. Pada Simposium Sejarah Nasional tahun 2011 lalu, disampaikan keluhan mengenai kurangnya sumber daya museum, terutama kurator. Dari 281 museum yang ada di Indonesia, tak sampai 10% yang memiliki kurator yang sesuai dengan keahliannya. Beberapa museum di Indonesia terpaksa mendatangkan tenaga ahli dari luar untuk memilih dan memilah koleksinya.

 

back to top