Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Kru Kapal Titanic dikenal diskriminatif

Kru Kapal Titanic dikenal diskriminatif

KoPi| Titanic, kapal paling mewah pada masanya tenggelam lebih dari 100 tahun lalu. Namun masih banyak cerita di balik tragedi tenggelamnya kapal tersebut. 

Salah satu penumpang dari kapal tersebut bernama Lady Lucile Duff-Gordon melayangkan surat yang berisi rasa kecewanya pada berita yang menuliskan bahwa para orang kaya menyuap kru sekoci untuk tidak menaikkan penumpang lain yang selamat. Sampai-sampai tabloid tersebut menjuluki sekoci para orang kaya dengan Money Boat (Sekoci Uang).

Surat yg sudah tua itu ditulis tangan dan akan dilelang oleh RR Auction of Boston. Saat itu diketahui lady Lucile naik Titanic bersama suaminya.

Desas-desus juga menyebutkan bahwa suami Lady Lucile menyuap kru kapal dan memintanya segera mendayung jauh dari Titanic yang tengah tenggelam. Sekoci  yang digunakan Lady Lucile Duff-Gordon dan suaminya hanya berisi 12 orang. Padahal sekoci itu dapat menampung 40 orang. 

Lady Lucile Duff-Gordon adalah pemilik bisnis fashion wanita yang terkenal sukses pada masanya. Sebagian adegan dalam film Titanic yang memperlihatkan perbedaan status sosial antara si miskin dan si kaya memang benar adanya. Jika memang benar kru kapal disuap, tentunya sangat disayangkan. Karena tugas sebagai kru kapal adalah melakukan penyelamatan tanpa memandang status sosial. |dailymail.co.uk||MNC|

 

back to top