Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kru Kapal Titanic dikenal diskriminatif

Kru Kapal Titanic dikenal diskriminatif

KoPi| Titanic, kapal paling mewah pada masanya tenggelam lebih dari 100 tahun lalu. Namun masih banyak cerita di balik tragedi tenggelamnya kapal tersebut. 

Salah satu penumpang dari kapal tersebut bernama Lady Lucile Duff-Gordon melayangkan surat yang berisi rasa kecewanya pada berita yang menuliskan bahwa para orang kaya menyuap kru sekoci untuk tidak menaikkan penumpang lain yang selamat. Sampai-sampai tabloid tersebut menjuluki sekoci para orang kaya dengan Money Boat (Sekoci Uang).

Surat yg sudah tua itu ditulis tangan dan akan dilelang oleh RR Auction of Boston. Saat itu diketahui lady Lucile naik Titanic bersama suaminya.

Desas-desus juga menyebutkan bahwa suami Lady Lucile menyuap kru kapal dan memintanya segera mendayung jauh dari Titanic yang tengah tenggelam. Sekoci  yang digunakan Lady Lucile Duff-Gordon dan suaminya hanya berisi 12 orang. Padahal sekoci itu dapat menampung 40 orang. 

Lady Lucile Duff-Gordon adalah pemilik bisnis fashion wanita yang terkenal sukses pada masanya. Sebagian adegan dalam film Titanic yang memperlihatkan perbedaan status sosial antara si miskin dan si kaya memang benar adanya. Jika memang benar kru kapal disuap, tentunya sangat disayangkan. Karena tugas sebagai kru kapal adalah melakukan penyelamatan tanpa memandang status sosial. |dailymail.co.uk||MNC|

 

back to top