Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Kru Kapal Titanic dikenal diskriminatif

Kru Kapal Titanic dikenal diskriminatif

KoPi| Titanic, kapal paling mewah pada masanya tenggelam lebih dari 100 tahun lalu. Namun masih banyak cerita di balik tragedi tenggelamnya kapal tersebut. 

Salah satu penumpang dari kapal tersebut bernama Lady Lucile Duff-Gordon melayangkan surat yang berisi rasa kecewanya pada berita yang menuliskan bahwa para orang kaya menyuap kru sekoci untuk tidak menaikkan penumpang lain yang selamat. Sampai-sampai tabloid tersebut menjuluki sekoci para orang kaya dengan Money Boat (Sekoci Uang).

Surat yg sudah tua itu ditulis tangan dan akan dilelang oleh RR Auction of Boston. Saat itu diketahui lady Lucile naik Titanic bersama suaminya.

Desas-desus juga menyebutkan bahwa suami Lady Lucile menyuap kru kapal dan memintanya segera mendayung jauh dari Titanic yang tengah tenggelam. Sekoci  yang digunakan Lady Lucile Duff-Gordon dan suaminya hanya berisi 12 orang. Padahal sekoci itu dapat menampung 40 orang. 

Lady Lucile Duff-Gordon adalah pemilik bisnis fashion wanita yang terkenal sukses pada masanya. Sebagian adegan dalam film Titanic yang memperlihatkan perbedaan status sosial antara si miskin dan si kaya memang benar adanya. Jika memang benar kru kapal disuap, tentunya sangat disayangkan. Karena tugas sebagai kru kapal adalah melakukan penyelamatan tanpa memandang status sosial. |dailymail.co.uk||MNC|

 

back to top