Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kemegahan Majapahit yang harus ditelusuri

foto: commons.wikimedia.org foto: commons.wikimedia.org

Mojokerto-KoPi| Siapa tidak mengetahui kerajaan Majapahit yang sempat menjadi negara terbesar di Asia? Wilayah kekuasaan Majapahit melingkupi seluruh pulau Nusantara, Malaysia, Kamboja dan Filipina. Betapa megah dan jaya negara klasik yang pemerintahannya berpusat di Trowulan, Jawa Timur tersebut. Kemegahan tersebut masih berdiri melalui situs-situs peninggalannya.

Mari kita mulai perjalanan ini dari pintu gerbang Majapahit yang masih berdiri, yaitu Candi Bajang Ratu. Pintu gerbang tersebut berdiri sekitar abad ke-14 yang bertujuan sebagai pintu gerbang suci bagi Raja Jayanegara yang telah wafat.

sumber foto: travelmatekamu.com

Ketika Jayanegara mendapatkan tahta kerajaan, usianya masih sangat muda. Nama Bajang Ratu terkait dengan usia Jayanegara yang bermakna raja muda atau bangsawan muda. Pada cerita rakyat istilah Bajang Ratu juga bermakna raja cacat. Sebab Jayanegara sempat terjatuh di gapura Bajang Ratu dan mengalami cacat pada bagian tubuhnya.

Candi Bajang Ratu terbuat dari batu bata merah dan berlantai batu andesit. Gapura ini merupakan tipe paduraksa atau gapura yang memiliki atap. Pada masa itu model gapura ini merupakan bangunan sangat megah dan menunjukkan kekayaan kerajaan.

foto: www.inspiritinc.com

Kunjungan wisatawan asing makin meningkat jumlahnya. Mereka tertarik pada kebesaran kerajaan Majapahit yang aura kemegahannya masih sangat besar. Namun apakah kemegahan Majapahit telah menjadi inspirasi bagi Indonesia sekarang? Para generasi muda sebaiknya berkunjung ke situs, sebagai cara menyerap energi peradaban.

Cara mencapai gerbang Candi Bajang Ratu cukup mudah. Para wisatawan bisa menggunakan kendaraan bermotor hanya 200 meter dari jalan raya Mojokerto-Jombang.*

 

KoPi

back to top