Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kemegahan Majapahit yang harus ditelusuri

foto: commons.wikimedia.org foto: commons.wikimedia.org

Mojokerto-KoPi| Siapa tidak mengetahui kerajaan Majapahit yang sempat menjadi negara terbesar di Asia? Wilayah kekuasaan Majapahit melingkupi seluruh pulau Nusantara, Malaysia, Kamboja dan Filipina. Betapa megah dan jaya negara klasik yang pemerintahannya berpusat di Trowulan, Jawa Timur tersebut. Kemegahan tersebut masih berdiri melalui situs-situs peninggalannya.

Mari kita mulai perjalanan ini dari pintu gerbang Majapahit yang masih berdiri, yaitu Candi Bajang Ratu. Pintu gerbang tersebut berdiri sekitar abad ke-14 yang bertujuan sebagai pintu gerbang suci bagi Raja Jayanegara yang telah wafat.

sumber foto: travelmatekamu.com

Ketika Jayanegara mendapatkan tahta kerajaan, usianya masih sangat muda. Nama Bajang Ratu terkait dengan usia Jayanegara yang bermakna raja muda atau bangsawan muda. Pada cerita rakyat istilah Bajang Ratu juga bermakna raja cacat. Sebab Jayanegara sempat terjatuh di gapura Bajang Ratu dan mengalami cacat pada bagian tubuhnya.

Candi Bajang Ratu terbuat dari batu bata merah dan berlantai batu andesit. Gapura ini merupakan tipe paduraksa atau gapura yang memiliki atap. Pada masa itu model gapura ini merupakan bangunan sangat megah dan menunjukkan kekayaan kerajaan.

foto: www.inspiritinc.com

Kunjungan wisatawan asing makin meningkat jumlahnya. Mereka tertarik pada kebesaran kerajaan Majapahit yang aura kemegahannya masih sangat besar. Namun apakah kemegahan Majapahit telah menjadi inspirasi bagi Indonesia sekarang? Para generasi muda sebaiknya berkunjung ke situs, sebagai cara menyerap energi peradaban.

Cara mencapai gerbang Candi Bajang Ratu cukup mudah. Para wisatawan bisa menggunakan kendaraan bermotor hanya 200 meter dari jalan raya Mojokerto-Jombang.*

 

KoPi

back to top