Menu
Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun Menderita

Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun…

Kupang-KoPi| Rakyat kor...

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan Mahasiswa HI UMY ke Tiongkok

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan…

Bantul-KoPi| Nur Indah ...

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Sehat

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Seh…

Jogja-KoPi| Depresu bis...

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa Untuk Anak Desa Gamplong

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa…

Jogja-KoPi| Unit Kegiat...

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banyak Investasi India di Jatim

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banya…

New Delhi-KoPi| Gubernu...

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kota Magelang

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kot…

Magelang-KoPi| Menyambu...

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi Dilema

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi…

Bantul-KoPi| Kemerdekaa...

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA KOMPENSASI BUKAN CSR

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA …

Kupang-KoPi| Gubernur N...

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gelar Workshop dan Pelatihan Make Up

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gela…

Jogja-KoPi| Mempunyai w...

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasan Bisnis Pada Calon Startup UGM

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasa…

Jogja-KoPi| Mantan CEO ...

Prev Next

Inilah bukti Pelaut Muslim penemu Amerika, bukan Columbus

Inilah bukti Pelaut Muslim penemu Amerika, bukan Columbus

Narragansett-KoPi| Selama berabad-abad Christopher Columbus diyakini sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di Amerika. Padahal sebelumnya menurut penelitian, jauh sebelum masa Columbus ada bangsa Viking (Skandinavia) yang telah mendarat dan melakukan penjarahan.

Bukan Viking saja yang mendahului Columbus mendarat ke tanah Amerika karena tersesat, Tim Peneliti dari Universitas Rhode Island menemukan bukti Pelaut Muslimlah yang pertama mendarat dan menetap di pantai Amerika. Tim peneliti ini menemukan bukti berupa potongan Al-qur-an dari abab ke 9. 

 

Mereka juga menemukan makam massal Pelaut Muslim abad ke-9.

 

Penemuan ini benar-benar mengejutkan para peneliti. Profesor Evan Yuriesco sebagai orang yang bertanggung jawab atas tim peneliti juga mengakuinya.

Empat kerangka yang telah ditemukan dalam keadaan yang sudah lapuk termakan usia membuat tes DNA tidak mungkin di lakukan. Mereka hanya bisa membuktikan pembusukan dini gigi kerangka yang menjelaskan penyebab kematian karena pola makan yang buruk atau penyakit yang tidak diketahui.

Sejumlah temuan lain juga ditemukan, seperti kain, koin, dan dua pedang lengkung. Namun artefak yang tersisa berada dalam keadaan buruk dan hampir tidak bisa dikenali karena karat telah menghancurkannya. Menurut peneliti, kemungkinan mereka mebusuk karena usia dan kelembaban yang ekstrim.

Yang paling mengejutkan dua pot tanah liat ditemukan dalam keadaan yang cukup baik, salah satunya berisi manuskrip berharga dan yang lainnya tercampur rempah-rempah kering yang tak dikenal saat diidentifikasi. Temuan-temuan ini bisa membawa bukti lebih lanjut tentang asal-usul penghuni Amerika sebelum Colombus datang.

Manuskrip Al Quran abad ke-9

al quran

Sarjana Islam abad pertengahan Karim Ibnu Fallah dari Universitas Massachussets telah menetapkan bahwa usia manuskrip berasal dari abad ke-9 berdasarkan huruf Kufi dari naskah. "Kufi adalah bentuk kaligrafi tertua dari berbagai skrip Arab dan terdiri dari bentuk modifikasi script Nabatea tua" ia menjelaskan.

"Kufi dikembangkan sekitar akhir abad ke-7 di Kufah dan Irak yang menjadi asal-usul pengambilan nama “Kufi”. Penemuan skrip Kufi di masa pra-Columbus sangat menarik dan jelas itu ada sebelum Colombus datang ke Amerika" tambah Karim Ibnu Fallah, tampak bersemangat.

Richard Francaviglia dari Universitas Willamette yang menjadi penulis buku paling laris terjual " Far Beyond the Western Sea of the Arabs…” menafsir ulang Klaim tentang Muslim Pra-Columbus di Amerika dan ia mengakui penemuan tak terduga tersebut.

"Premis Islam pra-Columbus di Dunia Baru ini menarik karena sangat masuk akal. Prestasi navigasi Muslim juga terkenal sangat canggih saat itu. Rekor menegaskan bahwa mereka cepat mengeksplorasi dan menjajah sebagian besar dari Dunia Lama pada abad ke-9 dan 10." Katanya

"Columbus sendiri jelas berhutang budi kepada keterampilan pelaut Muslim. Hanya ada sedikit keraguan bahwa umat Islam memiliki keahlian teknologi sebagai penjelajah lautan yang mencapai Dunia Baru, Amerika", tambah Francaviglia.|Irfan Ridlowi|worlddailylife

 

back to top