Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Fakta ilmiah menyebutkan bahwa Benua Atlantis berada di Indonesia

Fakta ilmiah menyebutkan bahwa Benua Atlantis berada di Indonesia

Indonesia people! Your country is so rich. Indonesia doesn’t need the world, but the world need Indonesia. Everything can be found here in  Indonesia, you don’t need the world - unknown

Seorang filsuf terkenal Yunani, Plato, menulis sebuah buku dialog berjudul Timaeus dan Critias. Didalam buku itu Plato menceritakan tentang sebuah pulau yang bernama Atlantis.

Pada masa itu, Atlantis ramai dibicarakan karena menjadi gambaran negara yang amat sempurna bagaikan surga. Namun, kebanyakan orang menganggap Atlantis hanyalah dongeng karangan Plato belaka guna mendukung pemikiran politiknya dalam bukunya tersebut.

Seiring waktu dan semakin berkembangnya zaman, para ilmuwan dan tokoh-tokoh yang penasaran dengan kebenaran tulisan Plato mulai mencari dimana keberdaan Atlantis sebenarnya. Contohnya seperti Christoper Colombus penemu Benua Amerika, awalnya Colombus memimpin armadanya untuk bisa menemukan daratan surga dunia ini—Atlantis—yang mereka sebut dengan nama ‘India’. Namun, Colombus dan armadanya salah arah sehingga mereka mendarat di satu daratan yan sangat besar, yang  memanjang dari utara hingga ke selatan, yang sekarang kita kenal sebagai Amerika.  Colombus tetap mengira daratan yang ia temukan adalah India maka dari itu suku asli Amerika disebut Indian,  padahal ini semua berawal dari kesalahan Colombus.

Lalu contoh lain adalah, diktator kejam yang berasal dari Jerman, Adolf Hitler. Adolf Hitler sangat yakin jikalau ia adalah keturunan  Ras Aria,  ras yang paling unggul di zaman dahulu kala, ras yang sudah memiliki teknologi yang maju, ras yang memiliki kecerdasan diatas batas manusia sekarang, ras yang berasal dari Atlantis. Semasa hidupnya, Adolf Hitler sangat memimpikan hidup dan menetap di Atlantis dimasa tuanya, akhirnya dia mengutus Emil Helfferich, seorang saudagar Jerman yang berada di tanah Jawa, dia juga yang memandu tim ekspedisi khusus Nazi Jerman di Jawa guna menelusuri legenda Atlantis dimana Nazi lewat para tokoh Okultisnya seperti Madame Blavatsky yang telah lama meyakini bahwa Nusantara—sekarang adalah Indonesia—adalah Atlantis.

Saat ini pun, para ilmuwan masih saja penasaran dengan keberadaan Atlantis dan masih giat melakukan penelitian. Seperti Prof. Arysio Nunes dos Santos atau lebih dikenal sebagai Prof. Arysio Santos seorang Fisikawan Nuklir dengan gelar Ph D. Prof.Santos  juga bekerja sebagai ahli geologi dan klimatologi. Ia telah melakukan penelitian selama 30 tahun  tentang Atlantis sampai akhirnya Prof.Santos menulis sebuah buku yang berjudul  ATLANTIS, The Lost Continent Finally Found.

Di dalam bukunya Prof. Santos menujnukkan bukti-bukti meyakinkan mengenai Atlantis sesuai dengan catatan yang ditulis oleh Plato didalam buku  Timaeus dan Critias. Sebelumnya para ilmuwan-ilmuwan lain juga meng-klaim menemukan Atlantis namun bukan di Indonesia, tempat-tempat yang pernah dianggap sebagai Atlantis antara lain, Kepulauan  Kreta (Thera), Inca di Peru, Maya di Mexico, Kepulauan di Samudera Atlantik, Antartika, Skandinavia, dsb. Namun, diantara sekian banyak tempat, tidak ada yang memenuhi syarat sebagai Atlantis yang hilang, Kalaupun ada hanya dibawah 60% dari apa yang dituliskan oleh Plato. Satu-satunya tempat yang memenuhi syarat Atlantis yang ditulis Plato ada Nusantara atau Indonesia.

Ciri-ciri Atlantis keseluruhan ada 32, seperti lokasi Atlantis itu sendiri, adanya system irigasi air atau kanal air, hidupnya 3Gajah raksasa atau Mammoth—gajah purba—memiliki luas berukuran benua, mempunyai 2 cuaca atau iklim tropis, adanya pohon kelapa dan nanas, adanya wewangian dan dupa, populasinya banyak, kuda-kuda dan kereta kuda, kehadiran manusia dalam satu masa, kontruksi peradaban Megalithikum.

Adanya gempa bumi dan gempa vulkanik, benua yang turun permukaannya, terdapat laut yang tidak dapat dilayari, diantara dua pilar Hercules-- frasa yang digunakan pada pintu masuk Selat Gibraltar--, diluar benua terluar, di antara sejumlah pulau, lokasinya bagaikan surga, adanya bukti-bukti pernah ada kejadian besar, adanya pemujaan di piramida—merujuk pada situs Gunung Padang, Cianjur.

Adanya tanaman di luar laut, perdagangan antar samudera atau antar benua, tanahnya kaya akan kandungan logam, teknologi maju, adanya terasering atau sistem pertanian dan perairan di lereng gunung yang bertingkat-tingkat, berada di titik geometri suci, adanya cincin atau deretan gunung-gunung besar, penanggalan yang sesuai, dua kali panen dalam satu tahun, adanya aneka peralatan logam, adanya golongan darah O, dapat membaca dan menulis.

Dari ciri-ciri yang Plato tuliskan di atas, Prof. Santos sangat yakin bahwa Indonesia merupakan Atlantis yang hilang. Atlantis hilang atau hancur dikarenakan bencana alam yang luar biasa yang menjadi akhir zaman es, Bencana ini membuat 70% makhluk hidup  punah khususnya mamalia.

baca juga:

Borobudur, karya Nabi Sulaiman di Jawa

Terpopuler

back to top