Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Arkeolog temukan "Manusia Kerdil" spesies baru

Arkeolog temukan "Manusia Kerdil" spesies baru

Irlandia-KoPi| Sebuah tim arkeolog berafiliasi dengan Universitas Dublin, telah menemukan tiga kerangka manusia kerdil (spesies humanoid) yang ukurannya sangat kecil di daerah hutan Timur Irlandia. Spesimen berukuran antara 47 dan 61 cm adalah spesies humanoid baru yang bisa hidup selama berabad-abad.

Tulang yang mungkin sebagian digali oleh curah hujan baru-baru ini, ditemukan oleh tiga anak-anak setempat yang sedang bermain di daerah tersebut. Mereka segera menghubungi polisi, mereka berpendapat telah menemukan sisa-sisa anak-anak yang dibunuh. Pemeriksa medis cepat memahami bahwa ini bukan anak kecil yang dibunuh melainkan situs arkeologi yang tidak biasa. Tim medis akhirnya menghubungi pihak Universitas Dublin untuk meminta bantuan. Tim arkeolog yang dipimpin Profesor Edward James McInnes pergi untuk menganalisis temuan.

Mayat dua perempuan dan satu laki-laki ditemukan dengan sejumlah artefak kecil yang nampaknya dulu menjadi pemukiman kecil dekat tepi sungai Boyne. Tim arkeolog mengatakan mereka masukke dalam spesies Homo Minusculus yang berarti 'Manusia kerdil'.

Berbagai Alat batu kecil dan senjata yang juga ditemukan di dekat mayat, termasuk kapak, dua pisau, titik tombak, bahkan dua jarum jahit miniatur. Barang-barang ini menunjukkan bahwa Homo Minisculus telah mencapai tingkat teknologi yang sebanding dengan manusia pemburu-pengumpul dari periode Paleolitik, karena tidak ada tembikar atau logam yang ditemukan di situs tersebut.

 

Banyak tulang dari berbagai hewan kecil termasuk tupai, kelinci, dan landak yang ditemukan di dekat pemukiman kecil zaman pertengahan itu. Diperkirakan mereka sudah mengenal perburuan dan cara memasak. Penemuan luar biasa ini menunjukkan banyak cerita dan kisah-kisah dari Abad Pertengahan yang dianggap fantastis oleh sejarawan berdasarkan pada fakta-fakta nyata. Homo Minusculus menginpirasi cerita-cerita tentang leprechaun, elf, dan brownies yang umumnya adalah cerita rakyat Eropa.

Profesor McInnes dan timnya percaya bahwa Homo Minusculus hilang dari peredaran bumi karena perusakan habitat oleh manusia modern. Masih belum jelas saat ini jika Homo Minusculus berevolusi dari Homo Erectus, Homo Sapiens Idaltu atau bahkan dari Homo Sapiens Sapiens. Namun kesamaan morfologi dengan manusia modern menunjukkan bahwa itu berkembang sebagai subspesies terpisah menjelang akhir silsilah manusia.

Penjelasan untuk ukuran kecil juga tetap menjadi misteri, tetapi Profesor McInnes yakin itu bisa terkait dengan kelangkaan sumber daya selama periode glasial terbaru pada tahun-tahun terakhir zaman Pleistosen atau sekitar 110.000 sampai 12.000 tahun yang lalu.

Setelah penemuan Homo Floresiensis (yang tingginya sekitar 1,1 m) pada tahun 2003 di pulau Flores, Indonesia, subspesies manusia yang diyakini telah punah sekitar 30.000 tahun yang lalu. Selanjutnya penemukan spesies baru ini telah membuktikan bahwa banyak subspesies Hominin (Homo Minusculus) memang hidup berdampingan dengan manusia modern selama ribuan tahun.|Irfan Ridlowi|worldnewsdailyreport.com|

 

back to top