Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Twitter sekarang dapat melacak aplikasi yang diinstal

Twitter sekarang dapat melacak aplikasi yang diinstal Getty Images

KoPi| Twitter sekarang dapat melacak aplikasi apa saja yang diinstal oleh para pengguna twitter di perangkat mobile mereka, sehingga dapat dengan mudah melacak konten yang digunakan oleh pengguna dan mengiklankan produk.

Twitter Inc. Mengatakan bahwa pengguna akan menerima pemberitahuan jika pengaturan diaktifkan dan dapat menonaktifkan kembali dengan menggunakan pengaturan ponsel mereka. Pada iPhone, pengaturan ini disebut “limit ad tracking”. Pada ponsel Android disebut “opt out of interest-based ads”.

Inovasi ini hanya dapat melihat aplikasi apa saja yang diinstal oleh pengguna, bukan data yang ada di dalamnya. Inovasi ini tidak akan menampilkan daftar para pengguna yang telah menonaktifkan penargetan iklan di ponsel mereka sebelumnya.

Pembaruan ini telah menimbulkan banyak protes di Twitter.

Selain iklan, Twitter mengatakan bahwa mengetahui aplikasi apa saja yang telah diinstal dapat meningkatkan saran pada akun apa saja yang dapat diikuti dan menambahkan konten yang relevan untuk timeline mereka, yang tentu saja bukan iklan.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Pew Research Center baru-baru ini menemukan bahwa orang kadang memiliki pandangan yang saling bertentangan mengenai privasi. Berdasarkan jajak pendapat ini, sekitar 80% dari pengguna situs jejaring sosial mengkhawatirkan adanya pihak ketiga, seperti pengiklanan dan mengakses data yang saling mereka tukarkan di situs. Sedangkan sebagian yang lain, kebanyakan dari mereka bersedia untuk diekspos informasi tentang diri mereka yang ditukar dengan menggunakan layanan tersebut secara gratis dan bebas. |news.com.au|Deby Rahmayanti|

back to top