Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Tidak bisa hidup tanpa kopi? Gen Anda yang harus disalahkan

Tidak bisa hidup tanpa kopi? Gen Anda yang harus disalahkan

KoPi, Gen kemungkinan yang membuat orang berbeda dan terbagi dua, yakni orang yang tidak bisa hidup tanpa kopi dan orang yang tidak menum kopi, menurut sebuah penelitian baru.

Para peneliti sudah lama tahu bahwa DNA mempengaruhi seberapa banyak kopi yang anda konsumsi, tapi penelitian baru hanya menunjuk 6 varian gen baru yang berkaitan dengan kebiasaan minum kopi.

4 dari varian tersebut melibatkan gen yang berkaitan dengan kafein, entah bagaimana tubuh akan menguraikannya atau bagaimana kafein memberikan pengaruh bagi tubuh, para peneliti mengatakan dalam makalahnya.

Dua gen lainnya adalah yang paling menarik, karena mereka tidak jelas ada sangkut pautnya dengan kopi atau kafein melainkan kepada gula darah dan kolesterol.

Para peneliti yakin penemuan ini bisa membantu mengapa jumlah kopi atau kafein yang dikonsumsi oleh orang mempunyai dampak yang berbeda bagi masing-masing orang, dan bisa menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya dalam meneliti hubungan kopi dan kesehatan.

Agar penemuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry, para peneliti dari Harvard School of Public Health, Brigham dan Women’s Hospital menganalisa 20,000 orang peminum kopi dari keturunan Eropa, Afrika dan Amerika.

Setiap partisipan melaporkan seberapa banyak mereka minum kopi dan peneliti melakukan scanning terhadap DNA mereka.

Daniel Chasaman, asosiasi professor di Bringham dan Women’s Hospital dan merupakan peneliti senior dari penelitian tersebut mengatakan, “seperti penelitian gen sebelumnya mengenai konsumsi rokok dan alcohol, penelitian ini menyajikan sebuah contoh bagaiamana gen bisa mempengaruhi beberapa tipe kebiasaan perilaku.”


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top