Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Tidak bisa hidup tanpa kopi? Gen Anda yang harus disalahkan

Tidak bisa hidup tanpa kopi? Gen Anda yang harus disalahkan

KoPi, Gen kemungkinan yang membuat orang berbeda dan terbagi dua, yakni orang yang tidak bisa hidup tanpa kopi dan orang yang tidak menum kopi, menurut sebuah penelitian baru.

Para peneliti sudah lama tahu bahwa DNA mempengaruhi seberapa banyak kopi yang anda konsumsi, tapi penelitian baru hanya menunjuk 6 varian gen baru yang berkaitan dengan kebiasaan minum kopi.

4 dari varian tersebut melibatkan gen yang berkaitan dengan kafein, entah bagaimana tubuh akan menguraikannya atau bagaimana kafein memberikan pengaruh bagi tubuh, para peneliti mengatakan dalam makalahnya.

Dua gen lainnya adalah yang paling menarik, karena mereka tidak jelas ada sangkut pautnya dengan kopi atau kafein melainkan kepada gula darah dan kolesterol.

Para peneliti yakin penemuan ini bisa membantu mengapa jumlah kopi atau kafein yang dikonsumsi oleh orang mempunyai dampak yang berbeda bagi masing-masing orang, dan bisa menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya dalam meneliti hubungan kopi dan kesehatan.

Agar penemuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry, para peneliti dari Harvard School of Public Health, Brigham dan Women’s Hospital menganalisa 20,000 orang peminum kopi dari keturunan Eropa, Afrika dan Amerika.

Setiap partisipan melaporkan seberapa banyak mereka minum kopi dan peneliti melakukan scanning terhadap DNA mereka.

Daniel Chasaman, asosiasi professor di Bringham dan Women’s Hospital dan merupakan peneliti senior dari penelitian tersebut mengatakan, “seperti penelitian gen sebelumnya mengenai konsumsi rokok dan alcohol, penelitian ini menyajikan sebuah contoh bagaiamana gen bisa mempengaruhi beberapa tipe kebiasaan perilaku.”


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top