Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Tidak bisa hidup tanpa kopi? Gen Anda yang harus disalahkan

Tidak bisa hidup tanpa kopi? Gen Anda yang harus disalahkan

KoPi, Gen kemungkinan yang membuat orang berbeda dan terbagi dua, yakni orang yang tidak bisa hidup tanpa kopi dan orang yang tidak menum kopi, menurut sebuah penelitian baru.

Para peneliti sudah lama tahu bahwa DNA mempengaruhi seberapa banyak kopi yang anda konsumsi, tapi penelitian baru hanya menunjuk 6 varian gen baru yang berkaitan dengan kebiasaan minum kopi.

4 dari varian tersebut melibatkan gen yang berkaitan dengan kafein, entah bagaimana tubuh akan menguraikannya atau bagaimana kafein memberikan pengaruh bagi tubuh, para peneliti mengatakan dalam makalahnya.

Dua gen lainnya adalah yang paling menarik, karena mereka tidak jelas ada sangkut pautnya dengan kopi atau kafein melainkan kepada gula darah dan kolesterol.

Para peneliti yakin penemuan ini bisa membantu mengapa jumlah kopi atau kafein yang dikonsumsi oleh orang mempunyai dampak yang berbeda bagi masing-masing orang, dan bisa menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya dalam meneliti hubungan kopi dan kesehatan.

Agar penemuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry, para peneliti dari Harvard School of Public Health, Brigham dan Women’s Hospital menganalisa 20,000 orang peminum kopi dari keturunan Eropa, Afrika dan Amerika.

Setiap partisipan melaporkan seberapa banyak mereka minum kopi dan peneliti melakukan scanning terhadap DNA mereka.

Daniel Chasaman, asosiasi professor di Bringham dan Women’s Hospital dan merupakan peneliti senior dari penelitian tersebut mengatakan, “seperti penelitian gen sebelumnya mengenai konsumsi rokok dan alcohol, penelitian ini menyajikan sebuah contoh bagaiamana gen bisa mempengaruhi beberapa tipe kebiasaan perilaku.”


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top