Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Siput penyembuh luka

Siput penyembuh luka

KoPi| Obat hasil percobaan yang terbuat dari bisa siput telah menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan dalam mengobati luka yang kaku dan memunculkan harapan akan terciptanya obat non-adiktif.

Obat yang belum dicoba dipergunakan pada manusia ini dinilai 100 kali lebih manjur dari pada morphin atau gabapetin, yang akhir-akhir ini dianggap sebagai obat standar tertinggi untuk pengobatan luka saraf yang kronis.

Kandungan aktif, conotoxin, didapat dari siput pemakan daging yang biasanya hidup di kawasan barat Samudera Hindia dan Samudra Pasifik.

Protein kecil yang didapat dari bisa siput ini membentuk dasar dari lima senyawa eksperimental, papar pemimpin peneliti, David Craik, dari Universitas Queensland, Australia.

Penelitian awal menggunakan salah satu senyawa baru tersebut pada tikus laboratorium menunjukkan “hasil yang signifikan dalam mengurangi rasa sakit”. Pernyataan ini dilansir sesaat sebelum presentasi Craik dalam pertemuan American Chemical Society di Dallas, Texas.

Bisa hewan adalah racun yang dapat menghentikan saluran tertentu dalam sistem saraf, dan memiliki cara kerja yang berbeda dari penghilang rasa sakit opioid seperti morphin dan hydrocodone, yang menimbulkan resiko kecanduan dan kematian karena overdosis.

“Kami belum mengetahui efek samping yang ditimbulkan, karena obat ini belum dicoba dipergunakan ke tubuh manusia. Tetapi menurut kami obat ini aman,” ujar Craik, seraya menambahkan bahwa percobaan pada manusia setidaknya membutuhkan waktu dua tahun. |new.com.au|Ana PS|

back to top