Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Siput penyembuh luka

Siput penyembuh luka

KoPi| Obat hasil percobaan yang terbuat dari bisa siput telah menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan dalam mengobati luka yang kaku dan memunculkan harapan akan terciptanya obat non-adiktif.

Obat yang belum dicoba dipergunakan pada manusia ini dinilai 100 kali lebih manjur dari pada morphin atau gabapetin, yang akhir-akhir ini dianggap sebagai obat standar tertinggi untuk pengobatan luka saraf yang kronis.

Kandungan aktif, conotoxin, didapat dari siput pemakan daging yang biasanya hidup di kawasan barat Samudera Hindia dan Samudra Pasifik.

Protein kecil yang didapat dari bisa siput ini membentuk dasar dari lima senyawa eksperimental, papar pemimpin peneliti, David Craik, dari Universitas Queensland, Australia.

Penelitian awal menggunakan salah satu senyawa baru tersebut pada tikus laboratorium menunjukkan “hasil yang signifikan dalam mengurangi rasa sakit”. Pernyataan ini dilansir sesaat sebelum presentasi Craik dalam pertemuan American Chemical Society di Dallas, Texas.

Bisa hewan adalah racun yang dapat menghentikan saluran tertentu dalam sistem saraf, dan memiliki cara kerja yang berbeda dari penghilang rasa sakit opioid seperti morphin dan hydrocodone, yang menimbulkan resiko kecanduan dan kematian karena overdosis.

“Kami belum mengetahui efek samping yang ditimbulkan, karena obat ini belum dicoba dipergunakan ke tubuh manusia. Tetapi menurut kami obat ini aman,” ujar Craik, seraya menambahkan bahwa percobaan pada manusia setidaknya membutuhkan waktu dua tahun. |new.com.au|Ana PS|

back to top