Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Secara ilmiah: kehidupan setelah kematian benar adanya

Secara ilmiah: kehidupan setelah kematian benar adanya

Inggris-KoPi, Ada bukti yang ilmiah yang mengatakan bahwa kehidupan masih berlanjut setelah kematian, menurut penelitian medis terbesar yang fokus pada topic tersebut.

Sebuah tim berpusat di Inggris yang sudah 4 tahun melakukan penelitian, dengan meneliti pasien yang punya penyakit jantung, hampir 40 persen pasien yang sembuh lagi menceritakan beberapa macam “kesadaran” di luar sadar setelah mereka dinyatakan mati.

Para ahli yakin bahwa otak berhenti selama 20-30 menit ketika jantungnya berhenti – dan itu tidak mungkin untuk “sadar” sama sekali ketika itu terjadi.

Tapi, para peneliti dalam penelitian barunya mendengarkan bukti yang memaksa bahwa pasien mengalami kejadian hingga 3 menit setelah otaknya berhenti – dan bisa mengingat kembali apa yang sedang terjadi ketika mereka sadar kembali.

Dr Sam Parnia, seorang asisten professor di State University of New York dan anggota penelitian di University of Southampton mengatakan bahwa pasien yang menceritakan kejadian saat mati suri hanyalah halusinasi saja.

Namun, seorang pria, telah memberika cerita yang sangat dapat dipercaya tentang apa yang sedang terjadi saat dokter dan perawat yang mencoba menyelamatkan dia untuk hidup kembali dan mengatakan bahwa dia merasa sedang melihat semuanya yang dilakukan dokter dan perawat di pojok kamar.

Menjelaskan kepada Telegraph tentang bukti yang diberikan oleh peneliti yang berusia 57 tahun, Dr Parnia mengatakan: “Kami tahu bahwa otak tidak berfungsi ketika jantung berhenti. Tapi dalam kasus, kesadaran di luar sadar masih berlangsung hingga 3 menit.”

“Pria tadi menggambarkan semuanya yang terjadi di kamarnya… Dia bisa sangat dipercaya dan semuanya yang dikatakan benar terjadi.”

Penelitian Dr Parnia telah meneliti sebanyak 2060 pasien dari rumah sakit di Inggris, Amerika Serikat dan Austria yang diterbitkan dalam jurnal Resuscitation.


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top