Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Rekor Emisi Karbon Dioksida 2013

Rekor Emisi Karbon Dioksida 2013

KoPi, Emisi karbon dioksida menjadi masalah serius lagi pada tahun 2013 ini, karena sudah mencapai jumlah yang sangat mengerikan yaitu hampir 40 milyar ton, berdasarkan beberapa laporan dari para peneliti yang memperhatikan emisi yang sedang terjadi di bumi.

Peningkatan efek emisi yang diperkirakan akan naik 2.1 persen ketika pada tahun 2012 sebenarnya tidak mengherankan lagi, Roisin Moriarty, seorang peneliti dari University of East Angli’s Tyndall Center for Climate Research, memberikan informasi kepada NBC melalui sebuah email. Faktanya, “tahun ini peningkatan emisi itu lebih rendah dari pada yang kami prediksikan pada tahun kemarin.”

Penurunan angka ini dikarenakan hampir seluruh pertumbuhan ekonomi di China menurun, kata Moriarty. Pada tahun 2012 dan 2013 ditemukan angka penurunan yang lebih rendah dari pada 10 tahun sebelumnya, yang rata-rata angka peningkatan emisi mencapai 2.7 persen. Tapi, penurunan jumlah emisi tidak harus dibanggakan, Moriarty menambahkan.

“Emisi kita masih berada di tingkat 61 persen di atas rata-rata yang pernah terjadi pada tahun 1990. Emisi kita mutlak masih terus meningkat,” dia berkomentar. Walaupun pertumbuhan ekonomi di China telah menurun, tapi negara berkembang lainnya seperti India “dengan pertumbuhan ekonominya yang pesat akan meningkatkan emisi juga, kecuali kita secara bersama-sama mencari jalan keluar bagaimana cara mengurangi peningkatan karbon dioksida dan mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar minyal,” dia menambahkan lagi.

Laporan tersebut dirilis bersamaan dengan ketika PBB di Warsaw, Polandia, pada minggu ke-2 bernegosiasi mengenai cara mengurangi emisi rumah kaca sampai tahun 2020.

“Pertemuan PBB di Warsaw minggu ini harus bisa memecahkan masalah ini”, Corinne le Quere. Seorang peneliti dari Tyndall Center for Climate, berkomentar ketika laporan emisi pada tahun 2013 tersebut dirilis.

Berdasarkan laporan tersebut, kontributor terbesar pada emisi bahan bakar minyak pada tahun 2012 adalah China (27 persen), Amerika Serikat (14 Persen), Uni-Eropa (10 persen) dan India (6 persen).

 

(Fahrurrazi)

Sumber: NBCnews

 

back to top