Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Rekor Emisi Karbon Dioksida 2013

Rekor Emisi Karbon Dioksida 2013

KoPi, Emisi karbon dioksida menjadi masalah serius lagi pada tahun 2013 ini, karena sudah mencapai jumlah yang sangat mengerikan yaitu hampir 40 milyar ton, berdasarkan beberapa laporan dari para peneliti yang memperhatikan emisi yang sedang terjadi di bumi.

Peningkatan efek emisi yang diperkirakan akan naik 2.1 persen ketika pada tahun 2012 sebenarnya tidak mengherankan lagi, Roisin Moriarty, seorang peneliti dari University of East Angli’s Tyndall Center for Climate Research, memberikan informasi kepada NBC melalui sebuah email. Faktanya, “tahun ini peningkatan emisi itu lebih rendah dari pada yang kami prediksikan pada tahun kemarin.”

Penurunan angka ini dikarenakan hampir seluruh pertumbuhan ekonomi di China menurun, kata Moriarty. Pada tahun 2012 dan 2013 ditemukan angka penurunan yang lebih rendah dari pada 10 tahun sebelumnya, yang rata-rata angka peningkatan emisi mencapai 2.7 persen. Tapi, penurunan jumlah emisi tidak harus dibanggakan, Moriarty menambahkan.

“Emisi kita masih berada di tingkat 61 persen di atas rata-rata yang pernah terjadi pada tahun 1990. Emisi kita mutlak masih terus meningkat,” dia berkomentar. Walaupun pertumbuhan ekonomi di China telah menurun, tapi negara berkembang lainnya seperti India “dengan pertumbuhan ekonominya yang pesat akan meningkatkan emisi juga, kecuali kita secara bersama-sama mencari jalan keluar bagaimana cara mengurangi peningkatan karbon dioksida dan mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar minyal,” dia menambahkan lagi.

Laporan tersebut dirilis bersamaan dengan ketika PBB di Warsaw, Polandia, pada minggu ke-2 bernegosiasi mengenai cara mengurangi emisi rumah kaca sampai tahun 2020.

“Pertemuan PBB di Warsaw minggu ini harus bisa memecahkan masalah ini”, Corinne le Quere. Seorang peneliti dari Tyndall Center for Climate, berkomentar ketika laporan emisi pada tahun 2013 tersebut dirilis.

Berdasarkan laporan tersebut, kontributor terbesar pada emisi bahan bakar minyak pada tahun 2012 adalah China (27 persen), Amerika Serikat (14 Persen), Uni-Eropa (10 persen) dan India (6 persen).

 

(Fahrurrazi)

Sumber: NBCnews

 

back to top