Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Plastik dari udang, kurangi polusi

Plastik dari udang, kurangi polusi

Amerika-Kopi, Dalam usaha pencarian bahan yang dapat diproduksi secara besar-besaran untuk jangka waktu yang lama, para peneliti di Harvard’s Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering menemukan bahan yang tak terduga. Bahan itu adalah udang.

Tim peneliti ini menciptakan bioplastik yang terbuat dari chitosan (serat alami yang berasal dari cangkang udang/rajungan), sejenis chitin. Chitosan merupakan bahan organik dengan jumlah terbesar nomor dua di Bumi. Sumber terbesarnya adalah dari kulit udang yang sudah dibuang. Penjelasan ini disampaikan oleh Javier Fernandez,Ph.D. kepada Foxnews.com saat ia berbicara tentang proyek laboratoriumnya.

“Kami berkonsentrasi pada chitin, ini adalah salah satu komponen yang terdapat dalam cangkang udang,” ujar Fernandez. “Sebenarnya, chitin tak hanya bisa didapat dari cangkang udang, chitin adalah polymer yang sangat melimpah di Bumi, jadi ini bisa ditemukan dimana saja.”

Kebanyakan chitin hanya dibuang begitu saja atau digunakan untuk bahan penyubur dan kosmetik. Chitin dianggap sebagai molekul yang amat kuat, imbuh Fernandez.

Laboratorium kini tengah mengembangkan cara untuk mengolah bahan ini sehingga kedepannya chitin dapat digunakan untuk menciptakan benda 3D yang besar. Sejauh ini, laboratorium sudah membuat benda-benda kecil seperti cangkir dan wadah penyimpan telur.

Fernandez menyatakan bahwa mereka berharap untuk dapat segera membuat benda dalam skala besar. “Sekarang, kami sedang menggarap proyek skala besar untuk sebuah lab, namun, usaha kami ini masih terlalu kecil untuk skala industri. Pada dasarnya, kami sedang berusaha untuk mengeksplorasi keterbatasan tekhnologi,” pungkasnya.

(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com


back to top