Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Plastik dari udang, kurangi polusi

Plastik dari udang, kurangi polusi

Amerika-Kopi, Dalam usaha pencarian bahan yang dapat diproduksi secara besar-besaran untuk jangka waktu yang lama, para peneliti di Harvard’s Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering menemukan bahan yang tak terduga. Bahan itu adalah udang.

Tim peneliti ini menciptakan bioplastik yang terbuat dari chitosan (serat alami yang berasal dari cangkang udang/rajungan), sejenis chitin. Chitosan merupakan bahan organik dengan jumlah terbesar nomor dua di Bumi. Sumber terbesarnya adalah dari kulit udang yang sudah dibuang. Penjelasan ini disampaikan oleh Javier Fernandez,Ph.D. kepada Foxnews.com saat ia berbicara tentang proyek laboratoriumnya.

“Kami berkonsentrasi pada chitin, ini adalah salah satu komponen yang terdapat dalam cangkang udang,” ujar Fernandez. “Sebenarnya, chitin tak hanya bisa didapat dari cangkang udang, chitin adalah polymer yang sangat melimpah di Bumi, jadi ini bisa ditemukan dimana saja.”

Kebanyakan chitin hanya dibuang begitu saja atau digunakan untuk bahan penyubur dan kosmetik. Chitin dianggap sebagai molekul yang amat kuat, imbuh Fernandez.

Laboratorium kini tengah mengembangkan cara untuk mengolah bahan ini sehingga kedepannya chitin dapat digunakan untuk menciptakan benda 3D yang besar. Sejauh ini, laboratorium sudah membuat benda-benda kecil seperti cangkir dan wadah penyimpan telur.

Fernandez menyatakan bahwa mereka berharap untuk dapat segera membuat benda dalam skala besar. “Sekarang, kami sedang menggarap proyek skala besar untuk sebuah lab, namun, usaha kami ini masih terlalu kecil untuk skala industri. Pada dasarnya, kami sedang berusaha untuk mengeksplorasi keterbatasan tekhnologi,” pungkasnya.

(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com


back to top