Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Plastik dari udang, kurangi polusi

Plastik dari udang, kurangi polusi

Amerika-Kopi, Dalam usaha pencarian bahan yang dapat diproduksi secara besar-besaran untuk jangka waktu yang lama, para peneliti di Harvard’s Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering menemukan bahan yang tak terduga. Bahan itu adalah udang.

Tim peneliti ini menciptakan bioplastik yang terbuat dari chitosan (serat alami yang berasal dari cangkang udang/rajungan), sejenis chitin. Chitosan merupakan bahan organik dengan jumlah terbesar nomor dua di Bumi. Sumber terbesarnya adalah dari kulit udang yang sudah dibuang. Penjelasan ini disampaikan oleh Javier Fernandez,Ph.D. kepada Foxnews.com saat ia berbicara tentang proyek laboratoriumnya.

“Kami berkonsentrasi pada chitin, ini adalah salah satu komponen yang terdapat dalam cangkang udang,” ujar Fernandez. “Sebenarnya, chitin tak hanya bisa didapat dari cangkang udang, chitin adalah polymer yang sangat melimpah di Bumi, jadi ini bisa ditemukan dimana saja.”

Kebanyakan chitin hanya dibuang begitu saja atau digunakan untuk bahan penyubur dan kosmetik. Chitin dianggap sebagai molekul yang amat kuat, imbuh Fernandez.

Laboratorium kini tengah mengembangkan cara untuk mengolah bahan ini sehingga kedepannya chitin dapat digunakan untuk menciptakan benda 3D yang besar. Sejauh ini, laboratorium sudah membuat benda-benda kecil seperti cangkir dan wadah penyimpan telur.

Fernandez menyatakan bahwa mereka berharap untuk dapat segera membuat benda dalam skala besar. “Sekarang, kami sedang menggarap proyek skala besar untuk sebuah lab, namun, usaha kami ini masih terlalu kecil untuk skala industri. Pada dasarnya, kami sedang berusaha untuk mengeksplorasi keterbatasan tekhnologi,” pungkasnya.

(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com


back to top