Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Plastik dari udang, kurangi polusi

Plastik dari udang, kurangi polusi

Amerika-Kopi, Dalam usaha pencarian bahan yang dapat diproduksi secara besar-besaran untuk jangka waktu yang lama, para peneliti di Harvard’s Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering menemukan bahan yang tak terduga. Bahan itu adalah udang.

Tim peneliti ini menciptakan bioplastik yang terbuat dari chitosan (serat alami yang berasal dari cangkang udang/rajungan), sejenis chitin. Chitosan merupakan bahan organik dengan jumlah terbesar nomor dua di Bumi. Sumber terbesarnya adalah dari kulit udang yang sudah dibuang. Penjelasan ini disampaikan oleh Javier Fernandez,Ph.D. kepada Foxnews.com saat ia berbicara tentang proyek laboratoriumnya.

“Kami berkonsentrasi pada chitin, ini adalah salah satu komponen yang terdapat dalam cangkang udang,” ujar Fernandez. “Sebenarnya, chitin tak hanya bisa didapat dari cangkang udang, chitin adalah polymer yang sangat melimpah di Bumi, jadi ini bisa ditemukan dimana saja.”

Kebanyakan chitin hanya dibuang begitu saja atau digunakan untuk bahan penyubur dan kosmetik. Chitin dianggap sebagai molekul yang amat kuat, imbuh Fernandez.

Laboratorium kini tengah mengembangkan cara untuk mengolah bahan ini sehingga kedepannya chitin dapat digunakan untuk menciptakan benda 3D yang besar. Sejauh ini, laboratorium sudah membuat benda-benda kecil seperti cangkir dan wadah penyimpan telur.

Fernandez menyatakan bahwa mereka berharap untuk dapat segera membuat benda dalam skala besar. “Sekarang, kami sedang menggarap proyek skala besar untuk sebuah lab, namun, usaha kami ini masih terlalu kecil untuk skala industri. Pada dasarnya, kami sedang berusaha untuk mengeksplorasi keterbatasan tekhnologi,” pungkasnya.

(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com


back to top