Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Perempuan usia 13 tahun, yang akan ke Mars pertama kali

Perempuan usia 13 tahun, yang akan ke Mars pertama kali

KoPi, Alyssa Carson, seorang anak perempuan yang berusia 13 tahun dari Louisiana, menjadi salah satu orang yang dicari oleh NASA.

Dia adalah orang yang pertama kali hadir ke camp luar angkasa, dia sudah latihan menjadi seorang astronaut selama 9 tahun, dan dia dipilih untuk menjadi orang pertama yang akan ke Mars pertama kali yang direncanakan pada tahun 2033.

Dalam sebuah video pendek, Carson (13), menjelaskan bahwa dia ingin ke Mars karena “belum ada seorang pun yang ke sana.”

Carson yang berbicara dengan bahasa Spanyol, Prancis, dan China sering men-twit perjalanannya saat ke Nasa dan beberapa camp luar angkasa, dan twit-nya adalah untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak lain untuk mencapai cita-cita mereka.

“Saya tidak ingin ada rintangan yang menghalangi perjalanan saya ke Mars,” ujarnya. “Kegagalan bukanlah sebuah pilihan,” tambahnya.

Nasa menjaga dia dengan serius. “Dia adalah seseorang yang suatu saat akan menjadi astronaut dan pergi ke Mars,” Paul Foreman dari NASA mengatakan kepada BBC.

“Dia melakukan sesuatu yang benar, dia melakukan latihan yang benar, melangkah dengan benar untuk menjadi astronaut yang sebenarnya.

Bret, ayahnya Carsin telah mendiskusikan misi tersebut dengan anaknya secara jelas dan juga memperbincangkan bahwa kemungkinan dia jika pergi ke Mars, dia tidak akan kembali lagi ke Bumi.


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top