Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Perempuan usia 13 tahun, yang akan ke Mars pertama kali

Perempuan usia 13 tahun, yang akan ke Mars pertama kali

KoPi, Alyssa Carson, seorang anak perempuan yang berusia 13 tahun dari Louisiana, menjadi salah satu orang yang dicari oleh NASA.

Dia adalah orang yang pertama kali hadir ke camp luar angkasa, dia sudah latihan menjadi seorang astronaut selama 9 tahun, dan dia dipilih untuk menjadi orang pertama yang akan ke Mars pertama kali yang direncanakan pada tahun 2033.

Dalam sebuah video pendek, Carson (13), menjelaskan bahwa dia ingin ke Mars karena “belum ada seorang pun yang ke sana.”

Carson yang berbicara dengan bahasa Spanyol, Prancis, dan China sering men-twit perjalanannya saat ke Nasa dan beberapa camp luar angkasa, dan twit-nya adalah untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak lain untuk mencapai cita-cita mereka.

“Saya tidak ingin ada rintangan yang menghalangi perjalanan saya ke Mars,” ujarnya. “Kegagalan bukanlah sebuah pilihan,” tambahnya.

Nasa menjaga dia dengan serius. “Dia adalah seseorang yang suatu saat akan menjadi astronaut dan pergi ke Mars,” Paul Foreman dari NASA mengatakan kepada BBC.

“Dia melakukan sesuatu yang benar, dia melakukan latihan yang benar, melangkah dengan benar untuk menjadi astronaut yang sebenarnya.

Bret, ayahnya Carsin telah mendiskusikan misi tersebut dengan anaknya secara jelas dan juga memperbincangkan bahwa kemungkinan dia jika pergi ke Mars, dia tidak akan kembali lagi ke Bumi.


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top