Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Perempuan usia 13 tahun, yang akan ke Mars pertama kali

Perempuan usia 13 tahun, yang akan ke Mars pertama kali

KoPi, Alyssa Carson, seorang anak perempuan yang berusia 13 tahun dari Louisiana, menjadi salah satu orang yang dicari oleh NASA.

Dia adalah orang yang pertama kali hadir ke camp luar angkasa, dia sudah latihan menjadi seorang astronaut selama 9 tahun, dan dia dipilih untuk menjadi orang pertama yang akan ke Mars pertama kali yang direncanakan pada tahun 2033.

Dalam sebuah video pendek, Carson (13), menjelaskan bahwa dia ingin ke Mars karena “belum ada seorang pun yang ke sana.”

Carson yang berbicara dengan bahasa Spanyol, Prancis, dan China sering men-twit perjalanannya saat ke Nasa dan beberapa camp luar angkasa, dan twit-nya adalah untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak lain untuk mencapai cita-cita mereka.

“Saya tidak ingin ada rintangan yang menghalangi perjalanan saya ke Mars,” ujarnya. “Kegagalan bukanlah sebuah pilihan,” tambahnya.

Nasa menjaga dia dengan serius. “Dia adalah seseorang yang suatu saat akan menjadi astronaut dan pergi ke Mars,” Paul Foreman dari NASA mengatakan kepada BBC.

“Dia melakukan sesuatu yang benar, dia melakukan latihan yang benar, melangkah dengan benar untuk menjadi astronaut yang sebenarnya.

Bret, ayahnya Carsin telah mendiskusikan misi tersebut dengan anaknya secara jelas dan juga memperbincangkan bahwa kemungkinan dia jika pergi ke Mars, dia tidak akan kembali lagi ke Bumi.


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top