Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Perempuan usia 13 tahun, yang akan ke Mars pertama kali

Perempuan usia 13 tahun, yang akan ke Mars pertama kali

KoPi, Alyssa Carson, seorang anak perempuan yang berusia 13 tahun dari Louisiana, menjadi salah satu orang yang dicari oleh NASA.

Dia adalah orang yang pertama kali hadir ke camp luar angkasa, dia sudah latihan menjadi seorang astronaut selama 9 tahun, dan dia dipilih untuk menjadi orang pertama yang akan ke Mars pertama kali yang direncanakan pada tahun 2033.

Dalam sebuah video pendek, Carson (13), menjelaskan bahwa dia ingin ke Mars karena “belum ada seorang pun yang ke sana.”

Carson yang berbicara dengan bahasa Spanyol, Prancis, dan China sering men-twit perjalanannya saat ke Nasa dan beberapa camp luar angkasa, dan twit-nya adalah untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak lain untuk mencapai cita-cita mereka.

“Saya tidak ingin ada rintangan yang menghalangi perjalanan saya ke Mars,” ujarnya. “Kegagalan bukanlah sebuah pilihan,” tambahnya.

Nasa menjaga dia dengan serius. “Dia adalah seseorang yang suatu saat akan menjadi astronaut dan pergi ke Mars,” Paul Foreman dari NASA mengatakan kepada BBC.

“Dia melakukan sesuatu yang benar, dia melakukan latihan yang benar, melangkah dengan benar untuk menjadi astronaut yang sebenarnya.

Bret, ayahnya Carsin telah mendiskusikan misi tersebut dengan anaknya secara jelas dan juga memperbincangkan bahwa kemungkinan dia jika pergi ke Mars, dia tidak akan kembali lagi ke Bumi.


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top