Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Perempuan ini ingin jadi ibu pertama di Mars

Perempuan ini ingin jadi ibu pertama di Mars
KoPi| Ambisi manusia untuk menjadikan planet Mars sebagai planet untuk tempat tinggal manusia masih belum tercapai. Namun perempuan ini sudah berambisi lebih jauh daripada itu. Maggie Liu, seorang perempuan asal Inggris ingin menjadi wanita pertama yang melahirkan anak di Mars.
 

Maggie Lieu tidak gila atau sedang main-main. Ia adalah seorang kandidat Ph.D. untuk bidang ilmu astrofisika dari Birmingham University. Ia juga menjadi salah satu kandidat kuat wanita yang akan dikirimkan ke Mars melalui proyek Mars One.

Mars One adalah proyek ambisius untuk menjadikan Mars sebagai planet yang layak huni bagi manusia. Proyek dengan dana miliaran dollar ini diharapkan mampu mewujudkan koloni manusia pertama di Mars pada tahun 2025.

Sebanyak 200.000 orang mendaftar untuk program Mars One, dan saat ini telah ada 600 orang yang lolos seleksi sebagai kandidat kuat. Lieu merupakan salah satunya, dan ia akan mengikuti seleksi tahap akhir untuk menentukan 40 orang kandidat final.

“Untuk memulai koloni, kita perlu anak-anak di Mars. Itu akan sangat menantang, tidak pernah ada riset mengenai bagaimana manusia melahirkan dalam kondisi lingkungan yang bergravitasi rendah,” ujarnya pada tabloid Mirror.

Menjadi ibu di Mars lebih daripada sekedar tantangan. Apalagi di sana tidak akan ada yang namanya babysitter. Para koloni harus menghadapi temperatur ekstrem hingga -62 derajat Celcius pada malam hari, tingkat radiasi yang mematikan, dan bahaya lain seperti kelaparan, dehidrasi, serta sesak nafas.

“Saya rasa kondisi sehari-hari dan hubungan antar orangtua dengan anak-anak mereka tidak akan terlalu berbeda, baik di Bumi maupun di Mars nanti,” kata Lieu optimis.

Lieu mengatakan kelompok koloni Mars harus membuat sendiri segala sesuatu, mulai dari obat-obatan, agrikultur, dan alat-alat elektronik. Meski demikian, ia percaya terraforming di Mars sangat memungkinkan, biarpun butuh waktu ribuan tahun. Terraforming adalah istilah untuk membuat lingkungan suatu planet menjadi layak huni untuk manusia bumi.

“Segala sesuatu yang kita butuhkan di bumi akan kami buat sendiri di sana. Kami perlu membuat makanan sendiri, perlu membuat oksigen sendiri. Kami merasa tanah Mars sedalam 5 meter mampu melindungi kami dari radiasi sinar matahari,” ujarnya.

Jika Lieu berencana ingin menjadi ibu pertama di Mars, tantangan baginya adalah menemukan ayah yang tepat untuk bayinya nanti. Karena hanya ada 40 orang yang akan dikirim ke Mars, pilihannya akan sangat terbatas. 

Misi Mars One ini adalah tiket perjalanan satu arah ke Mars, kemungkinan besar orang-orang yang dikirim tidak akan kembali lagi. Jika segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana, pesawat tanpa awak akan diluncurkan ke Mars pada tahun 2018. Pada tahun 2020 dan 2022 akan diluncurkan rover dan kargo untuk pendukung kehidupan. Kemudian pada tahun 2024, empat orang akan dikirimkan ke Mars, dan empat orang lagi menyusul setiap 2 tahun. | The Mirror, Huffington Post, Mars-One Project

back to top