Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Penciuman tidak peka lagi, pertanda akan cepat mati

Penciuman tidak peka lagi, pertanda akan cepat mati

KoPi, Ada kabar yang mengkhawatirkan, para peneliti menemukan bahwa hilangnya kepekaan indra penciuman bisa menjadi peringatan bahwa seseorang akan meninggal dunia lebih awal.

Penemuan tersebut berdasarkan penelitian jangka panjang terhadap 3,000 orang dewasa yang berumur 57 dan 85 oleh University of Chicago.

Para peneliti meminta para orang dewasa tersebut untuk mengidentifikasi bau seperti bau permen, ikan, jeruk, bunga dan kulit. Dan 39 persen orang yang indra penciumannya yang buruk meninggal dunia selang 5 tahun.

Namun, hilangnya kepekaan indra penciuman juga bisa menjadi pertanda bahwa seseorang dalam flu berat, dari pada pertanda kematian dini.

Pemimpin penelitian tersbeut Profesor Jayant Pinto, menjelaskan bahwa hilangnya kepekaan penciuman ‘hanya’ pertanda peringatan bahwa ada sistem dalam tubuh yang sudah rusak.

“Penemuan kami bisa berguna dalam tes kesehatan, sebuah cara yang tidak mahal untuk menentukan apakah pasien memiliki resiko penyakit yang banyak atau tidak,”ujarnya.


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top